Dari Bunda untuk Langit Shabrina

Temen-temen, ini surat dari Bunda buat aku . Semoga aku bisa jadi putri yang sesuai dengan harapannya ya.. Mau tahu isinya? Cekidot!

Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh

Langitku.. bagaimana kabarmu sayang?

Bunda sangat merindukanmu, saat ini Bunda sedang sibuk memantaskan diri menjadi ibu yang dapat kaubanggakan. Bunda yakin, ayahmu juga sama, ia pasti sedang sibuk memantaskan diri untuk menjadi ayah yang dapat kau banggakan. Bunda masih sedang banyak belajar, agar kau takcanggung menatap dunia ini. Bunda sedang belajar agar Langit takkecewa dengan madrasah pertamamu ini.

Langitku..
Bunda sangat ingin menyegerakan kehadiranmu. Oleh sebab itu, akhir-akhir ini Bunda masih dalam perjuangan untuk makan sayur. Bunda masih suka makan mie instan, padahal Bunda tahu bahwa itu akan mengurangi kenyamananmu di dalam rahim. Doakan Bunda, semoga perjuangan bersahabat dengan sayuran dan menghindari makan mie instan dapat berjalan lancar agar kau makin cepat hadir ke pelukan Bunda.

Langitku…
Perempuankah atau laki-lakikah kau? Ah..takmasalah bagi Bunda, nama itu akan ada di namamu. Sukakah kau dengan nama itu? Langit Shabrina jika kau perempuan dan Langit …. jika kau laki-laki. Maaf, nama belakangmu yang lelaki belum dapat Bunda putuskan. Namamu nanti akan dipilihkan oleh ayahmu. Bunda yakin, ayahmu sudah menyiapkan nama terbaik untukmu sayang.

Langit Shabrinaku, langit adalah lambang keluasan dan ketinggian. Semoga dengan nama itu, kesabaranmu akan seluas langit dan kau dapat meninggikan derajatmu dengan kesabaran. Semoga kau memiliki kesabaran mencari ilmu, kesabaran melaksanakan perintah-Nya dan kesabaran menjauhi larangan-Nya. Langit […..], entah apa namamu dalam versi lelaki. Namun, Bunda yakin ayahmu akan memberimu nama yang penuh dengan kekuatan, membuatmu bangga dengan keislamanmu.

Langitku..
Tahukahkau apa yang Bunda khawatirkan saat mengandungmu? Bunda takut kau mendengar perkataanperkataan buruk dari orang sekitarmu. Bunda akan berusaha selalu barada dalam lingkungan orang-orang shaleh, agar hanya kebaikan yang dapat kau dengar selama dalam kandungan. Nanti, takhanya Bunda yang memperdengarkan Al-Quran kepadamu nak. Saat ini, ayahmu sedang belajar memantaskan diri menjadi imam sholat berjamaah agar kau dapat mendengarkan alunan indah suara ayahmu membacakan Al-Quran di hadapan kita nanti. Ayahmu juga sedang rajin menjadi muadzin agar kelak, ketika kau lahir, ia akan dengan percaya diri mengenalkan nama Allah ditelingamu.

Langitku..
Bukan memaksa, tapi Bunda suka dengan panggilan “Bunda”. Relakah kau memanggilku dengan panggilan itu? Panggilan itu akan melegakan hatimu, membuatmu merasa aman, dan membuatmu merasa dekat denganku. Panggilan itu adalah passwordmu untuk segala kebaikan di dunia ini, sebelum kau dapat melakukannya sendiri hehe.

Langitku..
Bunda suka menulis. Bunda ingin, nanti, setelah melahirkanmu, Bunda dapat menyelesaikan sebuah buku yang menceritakan kebersamaan kita selama sembilan bulan. Agar kau mengerti betapa aku dan ayahmu mencintaimu. Agar kau takkehilangan memori detik-detikmu ketika sembilan bulan bersama kami. Agar kau tahu, betapa indah penantian ini kami lalui.

Langitku..
Bunda suka makan eskrim, nanti ketika dalam kandungan, berat badanmu akan normal walaupun fisik Bunda kecil. Setiap pekan kau akan berkembang dengan normal, kepalamu, pengelihatanmu, pendengaranmu, tangan, kaki. Bunda selalu berdoa agar seluruh bagian dari dirimu normal. Kau akan menjadi anak yang cerdas, shaleh, dan shalehah. Kasih sayang Allah akan selalu menyertaimu. Bunda akan berusaha untuk selalu terbangun di sepertiga malam untuk mendoakan kebaikanmu kelak. Kau tidak hanya akan menjadi kebanggan Bunda dan Ayah. Kau akan menjadi kebanggan agama kita Nak.

Langitku..
Jika nanti kau taksempat melihat Bunda, tanyakanlah kepada ayah tentang diriku. Ayah pasti punya banyak cerita tentang cintaku kepadamu Nak. Jika kau taksempat melihat ayahmu nanti, yakinlah ia sangat mencintaimu. Bunda yakin surat ini belum dapat memenuhi keingintahuanmu tentang Bunda. Namun, yakinlah surat ini Bunda buat dengan penuh harapan dan husnudzan kepada Allah Swt. yang menciptakan Bunda, Ayah, dan Langit. Bunda yakin, Allah Swt. mencintai kita. Allah Swt. akan memberikan yang terbaik untuk kita. Oleh karena itu, cintailah-Ia dan Rosul-Nya, jadilah manusia yang paling besar cintanya terhadap Allah Swt. dan Rosul-Nya.

Lan
gitku..

Sungguh masih banyak yang ingin kuceritakan kepadamu. Namun, taksemua dapat kuceritakan dalam secarik surat ini.

Langitku..Jadilah manusia langit tanpa harus meninggalkan bumi..

Wassalamualaikum warahmatullah wabarokatuh

Penuh cinta dari Bundamu yang amat merindukanmu.



Previous Post
Leave a comment

12 Comments

  1. subhanallah…..

    Reply
  2. simplerheey said: subhanallah…..

    walhamdulillah😉

    Reply
  3. titintitan said: uhuuuy

    ketularan bicara pakek bunyi2 yang gak penting :p

    Reply
  4. uhuuy..~lagi :p

    Reply
  5. ibunya yg ngirim surat yah..isinya kerensmoga tercapai pengharapannya

    Reply
  6. titintitan said: uhuuy..~lagi :p

    :p

    Reply
  7. mfanies said: ibunya yg ngirim surat yah..isinya kerensmoga tercapai pengharapannya

    aamiin..

    Reply
  8. langitshabrina said: :p

    lq pagi? sore?

    Reply
  9. titintitan said: lq pagi? sore?

    nggak tau :d belum jelas.

    Reply
  10. yaaa,:d, kiraain

    Reply
  11. titintitan said: yaaa,:d, kiraain

    pagi paling

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: