Cara Memahami Takdir

Ahad pekan lalu, sendirian menyusuri Geger Kalong Hilir, saya menghadiri kajian pekanan Majelis Perjikan Iman. Sebuah majelis pekanan yang dihadiri oleh ribuan ibu-ibu dan bapak-bapak dari berbagai kalangan. Heterogenitasnya yang membuat saya nyaman berada di pengajian ini. Heterogen berarti membuat saya takbertemu dengan orang itu-itu juga. Bukan merasa akan mendapat kawan baru, tapi merasa nyaman karena tidak perlu berbasa-basi sana sini hehe.. Dasar orang autis sedunia ^-~ Walaupun begitu, akhirnya saya tetap berbincang dengan seorang ibu yang ada di samping saya. Nampaknya ia sangat rajin hadir ke Majelis yang sering disingkat MPI ini. Kawannya sudah sangat banyak, dan saya berkesempatan untuk mencatat materi yang sudah disampaikan Ustadz Aam pekan lalu. Oh ya, Ustadz Aam Amiruddin adalah pemateri utama majelis ini dan materi kajiannya selalu bersambung. Setiap materi disampaikan secara terperinci, benar-benar terasa kalau di sana kami sedang belajar agama. Poin demi poin, ayat demi ayat disampaikan dengan tempo lambat agar kami dapat mencatatnya dengan benar. Materi pekan ini dan pekan lalu berjudul “Cara Memahami Takdir”. Detail materinya sebagai berikut:

Takdir berasal kata qadara yang artinya ukuran, ketentuan, dan kepastian. Takdir adalah ketentuan dan kepastian yang Allah tetapkan pada setiap realitas yang terjadi di dunia ini.

1. Tidak hanya kepada manusia, takdir juga terjadi pada alam semesta. Fakta terjadinya takdir pada alam semesta terdapat dalam Al quran.

“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui,” (Al An’am: 96).

Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling). Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. Dan apabila dikatakakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”. Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (Yasin: 38-48).

Segala sesuatu yang ada di alam semesta ada takdirnya (ukuran, takaran yang Allah tetapkan).

2. Takdir pada manusia

Takdir terjadi kepada manusia disampaikan oleh Allah dalam Alquran.
“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. “ (Asy Syura’: 49-50).

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” (Ali Imran: 6).

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,” (Ali Imran: 145).

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah,” (Fathir: 11).

[bersambung]

Previous Post
Leave a comment

6 Comments

  1. *belumselesai baca, judulnya berasa duarduar duluan

    Reply
  2. wah tubikontinyu..

    Reply
  3. ditunggu kelanjutannya hehememaknai takdir, hmmm, kuncinya bersyukur aja deh😀

    Reply
  4. Sebenernya materinya udah agak berlanjut,tp pegel ngetiknya :d*besok insyaAllah aku lanjutin

    Reply
  5. Takdir kita bisa diubah nggak ya?

    Reply
  6. ustad aam…pernah baca salah satu karangan bukunya.. suka banged..pembahasannya simple..bagus2 :Dmana part 2-nya dan lanjutannya

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: