Pulang Kerja Di Hari Jumat

Pulang kerja di hari Jumat, malam Sabtu. Ya, akhir pekan kata orang, waktunya beristirahat dan berkumpul dengan keluarga. Aku sampai di kamar mungilku yang berukuran kira-kira 2,5m X 3m dan nyaris tanpa jendela. Kamarku hanya berfentilasi di atas pintu dan di bagian atap ada bagian plafon yang dibuka dengan genting terbuat dari kaca. Itulah yang kusebut jendela hahah. Walaupun demikian, hari ini dan kemarin aku tetap nyaman ada di kamar ini. Mengunci pintu, amanlah sudah pikirku. Pasalnya rumah yang terdiri dari 11 kamar ini ternyata hanya dihuni aku seorang diri setiap akhir pekan. Ketiadaan jendela mebuatku cukup aman.

Selepas shalat maghrib, berdoa, celingukanlah aku. “Ngapain ya?” Aku buka-buka website jejaring social yang berisi banyak komentar tentang hal-hal yang booming akhir-akhir ini. Tentang video polisi yang sok India lah, tentang anggota dewan yang tertangkap kamera mengakses sebuah video lah, dan tentang banyak hal yang lebih heboh apabila disimak di televisi. Pikirku, mungkin sebagian orang yang sibuk bekerja akan sama seperti aku, jarang menonton berita televisi dan menghabiskan sisa waktu istirahatnya benar-benar untuk tidur. Lalu aku berpikir ulang, “itu kamu Nda, yang nggak tinggal di rumah sama keluargamu! Orang lain mungkin pulang kerja bisa ketemu anak, suami, ibu, ayah, atau mungkin keponakan mereka.” Orang yang tinggal bersama keluarga mungkin selelah apapun mereka, bisa menyempatkan diri untuk “say hi” kepada keluarga, bahkan ada yang bisa makan malam bersama, dan menonton televisi bersama.

Lalu aku? Huffth.. sejak kelas 6 SD sudah berpisah dengan mama dan bapak. Kakek dan nenek jadi keluarga keduaku. Hidup bersaing dengan beberapa sepupu untuk menjadi yang terbaik di hadapan nenek dan kakek sudah aku hadapi sejak kelas 6 SD. Ah.. udah nggak ngerti gimana rasanya nonton TV bareng keluarga, makan bareng mereka, main, rekreasi, belanja bareng. Ah.. aku nggak ngerti!!!!! Mungkin buat orang yang tinggal sama keluarganya ngerasa apa yang aku rasain sebagai hal yang biasa. Mungkin sebagian dari orang itu bilang, “Rempong banget siy loe! Perasaan gw biasa-biasa aja bareng keluarga. Malah rasanya pengen pisah.” Ahahah! Betapa tidak bersyukurnya orang-orang yang kayak begitu.

Sebelas tahun berlalu tanpa mamah dan bapak di sampingku memang biasa aja siy, toh mereka setiap hari nemenin lewat telpon-telpon dan sms. Bahkan kalo lagi mati lampu malem-malem dan aku lagi nyalain lilin, bapak suka sms “jangan lupa matiin lilinnya sebelum tidur.” Ahaha.. mungkin bapak takut kebakaran di kamar, kayak waktu di rumah Mawar dulu. Tapi tetep aja! Perhatian yang banyak dari jarak jauh nggak bisa menggantikan keberadaanya di sampingku. Bersama mereka adalah pengalaman bukan keseharian.

Kalo mama sama bapak pulang ke Tasikmalaya, aku dijamu kayak tamu. Setiap hari dimasakin makanan yang aku minta. Pepes ayam, pepes ikan, opor ayam, acar ikan, dan gak lupa sambal goreng tempe kesukaanku ditawarkan sama mama. Semangatku mengiyakan bikin mama seneng. Tapi pas waktunya makan, yang berebut makanan itu bapak, ade, sama kakak. Aku cuman nonton sambil makan seadanya. Ternyata terbiasa dengan keterbatasan bikin aku gagap kalo ngeliat makanan yang banyak. Yang dimakan ya itu-itu aja. Serunya makan bareng sama keluarga tetep nggak kerasa feelnya.
Harus belajar lagi nampaknya😉
Previous Post
Leave a comment

8 Comments

  1. inget kel mawar.. keren tuh mawar. hehemengingatkanku bsyukur ada bpk yayu, sidedd, adik dan iparku..

    Reply
  2. titintitan said: inget kel mawar.. keren tuh mawar. hehemengingatkanku bsyukur ada bpk yayu, sidedd, adik dan iparku..

    nyanyi sebelum sholat berjamaah ;))*kalo di Bali lagi pada ngumpul, mereka sengaja nelpon bareng-bareng. Lagi makan ikan bakar, lagi makan duren, lagi pergi ke Nusa dua. Cuman bisa nangis, gak diajah :'((

    Reply
  3. *bangun duluan, masak, baru bangunin org2 u sahur. makan seada2nya ;d–harus ke Bali. nabung. aah ya.. yg ga boleh lupa rabithahin die biar nyambung dr sekarang. ke Bali. mampir rumahmu.:))

    Reply
  4. titintitan said: *bangun duluan, masak, baru bangunin org2 u sahur. makan seada2nya ;d–harus ke Bali. nabung. aah ya.. yg ga boleh lupa rabithahin die biar nyambung dr sekarang. ke Bali. mampir rumahmu.:))

    pada males makan. udah dimasakin tetep susah dibangunin hehe..

    Reply
  5. hmm.. begitulah.*pengeeen rasanya marahmarah

    Reply
  6. semoga bisa sering2 berkumpul dengan mereka semua nantinya

    Reply
  7. mfanies said: semoga bisa sering2 berkumpul dengan mereka semua nantinya

    di surga aamiin.

    Reply
  8. titintitan said: hmm.. begitulah.*pengeeen rasanya marahmarah

    yo wis, marah aja :p

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: