Realitas – Belajar dari Bapak

Bicara sama Bapak beberapa menit sama dengan mereguk segalon realitas. Tentang Bali, Tasikmalaya, dan bisnis khatam dia susupkan di pikiranku. Aku yang baru merencanakan kehidupanku sampai 2029 saja jadi colaps dibuatnya. Ya, mimpi memang harus digantungkan setinggi langit dan ikhtiar untuk meraihnya harus disusun sesuai dengan realitas. Nggak akan ada satu millennium tanpa satu detik, nggak akan ada satu triliun tanpa seratus, semuanya terdiri dari bagian terkecil dan menyusunnya menjadi bagian terbesar adalah keniscayaah.

Ingin jadi apa kita sepuluh, dua puluh, atau tiga puluh tahun mendatang? Bisa kita lihat di scadule board kita bulan ini atau di scadule book kita pekan ini. Jika yang kita lakukan hanya itu-itu saja, jangan berharap terjadi perubahan dengan diri kita sepekan atau sepuluh tahun mendatang. Setiap rencana pasti memerlukan upaya untuk mencapainya. Setiap keputusan pasti menghasilkan konsekuensi yang harus diambil. Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga pasti perlu mengorbankan atau mengeluarkan perjuangan yang berharga pula. Semuanya seimbang di mata Allah karena Ia melihat proses bukan hanya hasil. Berhentilah berpikir tentang bermain ke luar negeri jika peta dunia saja tidak Anda miliki.

Tidak gagal, itulah yang pasti diinginkan terjadi oleh seorang ayah pada anaknya.

Next Post
Leave a comment

4 Comments

  1. Kereeen..

    Reply
  2. Just the way you are

    Reply
  3. jadi inget MHMMD ku..belum juga dipajang😦

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: