Aku dan Kesabaran

Kesabaran itu ada banyak. Ada sabar menghadapi ujian-Nya yang berupa musibah. Ada sabar menghadapi tahap demi tahap menaklukkan tantangan-Nya dalam menggapai impian hidup. Mungkin aku belum dapat mengecap kesabaran dalam menghadapi musibah dari-Nya. Karena Ia tahu aku takterlalu kuat memunculkan kesabaran dalam hal itu. Sabar memenggambar cita-cita, Ah.. aku sering sekali menemukannya. Bahkan Ia terasa amat dekat denganku, memelukku erat, hangat. Kemudahan demi kemudahan Ia berikan dan keberadaan-Nya pun terasa amat nyata di hadapanku. Insyaf, ya! Insyaf bahwa Ia ada di setiap langkah kita. Itulah yang perlu disabari. Bersabar untuk tetap pada kenikmatan bahwa cinta-Nya untuk kita begitu besar. Lantas mengapa aku tergopoh, beringsut untuk menapaki cinta-Nya.
Ah.. hubungan kami sudah sangat dekat terjalin dari langkah demi langkah ketika aku menggapai satu demi satu cita-cita yang aku tuliskan di buku mimpiku. Ia ada, mengajariku terpejam, tenggelam menikmati satu demi satu pertolongan-Nya.
Saat ada jeda antara satu cita-cita ke cita-cita lainnya, Ia memberiku kesempatan untuk menyelingkuhi-Nya. Ah.. aku didiamkan. Ia seperti sedang melihat dari jauh rangkakanku. Namun, cinta-Nya tak menjauhiku dalam waktu lama. Ia seolah ingin aku kembali mengecap keberadaan-Nya. Ya, keberadaan-Nya yang kadang tersita oleh mahluk-Nya.
Untuk yang sedang menyaingi-Nya, bantu aku agar cintaku pada-Nya semakin jelas. Jangan kau lunturkan dengan tetes demi tetes kebaikanmu. Ia yang menggambar cinta di hidupku, jangan kau hapus dengan bongkahan kerinduanmu. Ah.. hubungan kami sudah sangat dekat. Saat aku menyelingkuhi-Nya, ia menarik perhatianku dengan berkah-berkah yang taksurut kureguk.
Wahai Sang Maha Pengasih, kutemukan kembali cinta-Mu. Maafkan aku yang sempat menaruh peduli kepada selain-Mu. Curilah perhatianku dan takusah kau kembalikan. Biarlah perhatiannya ikut tercuri agar kami dekat dengan-Mu. Lebih dekat, lebih dekat, lebih dekat, tanpa sekat. Cukuplah kesabaran mengeja cinta-Mu yang aku rasa. Aku belum mampu menghadapi ujianmu yang berupa musibah… Ampuni aku.
Previous Post
Leave a comment

12 Comments

  1. sukaaa …

    Reply
  2. Entahlah aku seperti merasakan semacam hal yang serupa linda…

    Reply
  3. angkasa13 said: Entahlah aku seperti merasakan semacam hal yang serupa linda…

    mari bersyukur ^^9

    Reply
  4. titintitan said:😥

    aku belum bisa kayak teteh :d

    Reply
  5. topenkkeren said: keren!

    siapa? aku atau kamu?

    Reply
  6. tulisannya.

    Reply
  7. topenkkeren said: tulisannya.

    tulisanku.

    Reply
  8. ya. tulisanmu.

    Reply
  9. langitshabrina said: aku belum bisa kayak teteh :d

    aku jg tak se-fight kau.kesabaran menerima takdir yg takbisa diapap2in lagi bukankah terasa lebih “ringan”?bersabar untuk mengejar dan mempertahankan sesuatu, tentunya lebih terasa “kesusahannya”

    Reply
  10. titintitan said: aku jg tak se-fight kau.kesabaran menerima takdir yg takbisa diapap2in lagi bukankah terasa lebih “ringan”?bersabar untuk mengejar dan mempertahankan sesuatu, tentunya lebih terasa “kesusahannya”

    Allah ngasih perhatian dengan cara-Nya🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: