Alasan Apalagi yang membuat kita tidak Halaqoh?

Hari itu, salah satu ruangan di sebuah rumah sakit nampak penuh sesak dengan penjenguk. Hanya saja ada yang unik dari pemandangan tersebut, nampak para pengunjung membawa mushaf Al Qur’an kecil dengan buku dan alat tulis. Dengan seksama para penjenguk mulai duduk di lantai, persis di sebelah seorang yang sedang terbaring lemah diatas tempat tidur dengan kaki kananya yang masih belum tuntas selepas operasi.

Rasa sakit dan halangan untuk bergerak dari tempat tidur tidak menghalangi seorang Murobbi dalam berdakwah dan menjalankan kewajibanya menyampaikan sebuah kebaikan kepada binaanya. Hal ini telah dicontohkan oleh Ahuna Akhmad Suprihatin, ditengah proses operasi kaki kanan, di saat rasa sakit menghinggapi, tidak menghalanginya untuk mengisi sebuah halaqoh. Hanya ada hal yang berbeda, bila sebelumnya halaqoh dilakukan di masjid, mushola atau di rumah, kini dilaksanakan di dalam rumah sakit.

“Berdakwah meskipun dalam ujian sakit, dengan begini saya merasa lebih bermakna” demikian beberapa kalimat yang disampaikan Ahuna Akhmad Suuprihatin saat ditanya mengapa masih tetap mengisi halaqoh di rumah sakit. Sebuah kalimat singkat, namun sarat akan makna yang mendalam dan sekaligus sebuah nasihat yang sangat luar biasa bagi semua pihak yang telah melabelkan diri sebagai kader dakwah.

Semoga kisah nyata ini dapat dijadikan sebagai bahan perenungan bagi semua pihak yang senantiasa merangkai berbagai alasan sebagai sebuah dalil pembenaran untuk tidak hadir dalam sebuah halaqoh dakwah baik berperan sebagai Murobbi maupun Mutarobbi.

*Nemu dari website internal kantor.

Previous Post
Leave a comment

6 Comments

  1. subhanallah, salut dengan semangat dakwah yg tinggi…

    Reply
  2. luar biasa…cerita yang sangat memberi inspirasi…ah jadi malu belum punya binaan…. ^_^

    Reply
  3. nasution09 said: luar biasa…cerita yang sangat memberi inspirasi…ah jadi malu belum punya binaan…. ^_^

    aku baru berpisah dengan binaan. status kita sama deh T^T*gak punya binaan

    Reply
  4. subhanallah///hebat!

    Reply
  5. keren yaah..mun kamu pasti da cuti..*kabuuuurrrr

    Reply
  6. ikut laaaahhhhh …..

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: