PakaYan Laundry (Semiotik)

Dua hari lalu setelah mengitari Jatos bersama Renol Subakti, aku akhirnya sampai juga di Sukawening. Dari gerbang PANGDAM (Pangkalan Damri Unpad) harus naik angkot coklat, bayarnya seribu doang. Heuh,,,, nyampe juga di Sukawening. Waktu masuk gerbang, seperti biasa, banyak tukang ojek. Jalan sedikit, sudah hampir terlihat mantan kosanku yang sudah takberbentuk. Eits! Sebelumnya ada sebuah box kecil mirip box telpon umum or box ATM yang sangat mencuri perhatianku. Ketika melihat box ungu itu, benakku bilang, “Ini pasti bisnis ikhwan dan akhwat yang baru nikah nan kreatif.” Setelah dilihat dengan saksama, ternyata box itu bertulisakan “PakaYan Laundry” Dekat, cepat, mudah untuk pakaian bersih. Dari namanya saja aku sudah tahu bisnis laundry itu milik siapa. “Teh Cempaka dan Kang Yan Hidayatullah pasti yang punya.” Pemilihan merek itu sungguh membuatku senyum-senyum sendiri. Dua orang ini sense of semioticnya jagoan banget nampaknya. Mungkin mereka berdua juga nggak sampe mendalam memikirkan nama itu. Namun, aku agak tergelitik untuk menganalisisnya. Hihihi..

Menggunakan nama PakaYan untuk menjadi merek sebuah perusahaan bisnis laundry memang tepat. PakaYan adalah akronim yang menyerupai kata “pakaian”. Mendengar kata PakaYan atau pakaian pasti orang-orang langsung ngeuh bahwa itu adalah sebuah bisnis laundry. Makna terdalam yang ada pada nama itu adalah saling melengkapi. cemPaka dan Yan menjadi satu kata yang saling melengkapi yaitu PakaYan. Kata ini filosofis sekali, Quran bahkan menceritakannya.
“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka…”(Al-Baqarah: 187).
Cempaka adalah pakaian yang melengkapi Yan Hidayatullah, begitupun sebaliknya. Mereka adalah pakaian untuk satu sama lain. Dalam Islam pakaian bukan semata mode atau budaya. Ada beberapa fungsi pakaian.
1. Penutup Aurat
Suami dan istri adalah pakaian untuk satu sama lain. Keduanya saling melengkapi dan menutupi kekurangan. Saling menutupi ini bukan berarti tanpa koreksi atau masukan. Menutupi kesalahan berarti member masukan akan kekuarangan-kekurangan pasangan. Seperti pakaian, apabila ada yang bolong atau sobek, kita pasti akan berusaha menisiknya atau menjahitnya kembali sampai pada akhirnya kita bisa menggunakannya dan menutup aurat dengannya. Aurat adalah sesuatu yang wajib ditutupi, begitupun kekurangan pasangan kita.
2. Perhiasan
Pakaian juga merupakan sesuatu yang membuat diri kita semakin indah dipandang. Keberadaan seorang istri harus memperindah kehormatan suami. Seorang istri harus mampu menjaga aib suami dan menjaga kehormatannya ketika ia tidak ada di rumah. Sebaliknya, seorang suami harus mampu memperlihatkan bahwa istrinya adalah hasil didikan terbaiknya.
3. Pelindung
Sebagai pelindung tubuh dari hal-hal yang merusak, seperti panas, dingin, angin kencang, sengatan matahari dan sebagainya. Seorang suami harus menjadi pelindung istrinya baik secara mental, fisik, maupun spiritual. Pertanggungjawaban hal ini tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Sejauh mana seorang imam dapat menjaga ma’mumnya di akhirat nanti. Kebahagiaan yang sempurna adalah ketika suami istri dipertemukan kembali di surga sebagai pasangan bukan?! Apalagi jika suami atau istri kita yang memberi syafaat kepada kita nanti. Subhanallah, bahagia sekali rasanya.
Dari penjelasan di atas tentang filosofi pakaian, jelaslah sudah bahwa bisnis Laundry PakaYan ini adalah salah satu upaya pasangan suami-istri ini untuk menjadi pakaian bagi satu sama lain. Karena ini ada dalam bidang maisyah berarti bisnis ini salah satunya adalah pelindung seorang suami terhadap istrinya dalam bidang ekonomi. Seorang suami harus menjamin keberlangsungan hidup istrinya. Sebaliknya, sang istri harus memberikan support terbaik untuk menyemangati bisnis sang suami.
Aku sangat terkesan dengan tagline terakhir “untuk pakaian bersih.” Tagline ini semiotis sekali huhuhu.. Sudah jelas, dengan sentuhan Islam, pakaian yang menjadi penutup aurat, perhiasan, dan pelindung ini akan menjadi bersih dan membersihkan. Tidak hanya bersih tapi juga suci. Hayo para pasangan muda, buatlah nama terbaik dan terindah untuk bisnis keluarga Anda, seperti Teh Cempaka dan Kang Yan Hidayatullah yang membuat PakaYan yang indah ^^8
#SemogaBukanAnalisisYangBerlebihan
*gambar dari sini
Leave a comment

1 Comment

  1. wah.. paka dan yan

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: