Jodoh -Antara Dekisugi dan Nobita-

Selalu ada hal menarik setiap aku duduk pulang satu bis dengan dia, saudaraku yang ceria. Hmm.. Sore tadi dia murung, ingin menghadiri walimah kawan sefakultasnya tapi mendadak ada seorang peserta yang membatalkan keikutsertaanya.
“Yaaaa.. udah semangat mau dateng ke walimah akhir pekan ini malah gagal gara-gara ada yang gak jadi ikut!” keluhnya. “Kenapa emang teh? Harus sesuai kuota ya?” tanyaku. “Yang gak jadi ikut drivernya. Heuheu.. mana bisa berangkat kalo yang mau jadi driver malah gak jadi,” ujarnya. Kami pun membahas ngaler ngidul tentang penyelesaian masalah driver.
Sampai pada satu titik aku tanya ke dia, “Kenal fulanah gak? dia menikah dengan fulan bulan depan. Nggak nyangka banget! Padahal si fulan sefakultas sama aku dan kayaknya gak pernah berinteraksi sama fulanah.” “Jodoh kan jorok lin, nggak kenal di mana- di mana! Ditakdirin aja sama Allah. Kadang kita nggak pernah terpikir bakal dijodohkan dengan siapa.” komentarnya ringan. Waktu dia bilang begitu yang ada di benak adalah orang jorok yang buang ludah. Dia gak pernah mikir tempat dan waktu. Heuheu.. perumpamaan sahabatku ini boleh juga.
Sejurus dia bilang, “Begitulah jodoh, bahkan ketika kita meminta dan berpikir akan mendapatkan jodoh sepeti Dekisugi, eh ternyata Allah memberikan kita Nobita.” Mendengar perkataannya aku kontan tertawa. “Itumah mending daripada dapet Giant (baca: Jayen)!” ujarku. Giliran dia yang tertawa. “Aku lupa bahwa doa itu dikabulkan dengan empat cara. Pertama, dikabulkan saat itu juga. Kedua, dikabulkan dalam waktu berikutnya. Ketiga, diganti dengan yang lebih baik. Keempat, dikabulkan di surga. Aku lupa bahwa Allah memiliki opsi ketiga. Heuh.. ternyata aku ditakdirkan berkenalan dengan orang yang under expectation deh. Pokoknya kalo jadi jangan kaget ya!” ujarnya. Setelah cekikikan, aku tertegun dengan pernyataanya. “Kalaupun jadi, insyaAllah itu yang terbaik dari Allah. Yang pasti, dalam perkenalan ini kamu harus menerimanya dengan alasan agamanya. Kalau wajah, keturunan, dan ilmunya kayak Nobita tapi agamanya setingkat Dekisugi, kamu gak punya alasan syar’i buat nolak dia,” ujarku. “Kalau agamanya setingkat Nobita?” tanyanya. “Kita punya wewenang syariah untuk menolaknya,” ujarku.
“Liiin! mungkin aku adalah shizuka yang ditakdirkan berjodoh dengan Nobita. Lihat, shizuka yang cerdas ditakdirkan sama Nobita, padahal dia sering belajar bareng sama Dekisugi.” ujarnya. “Kenapa gak kepikiran dijodohin sama Suneo?” tanyaku sambil ngikik. “Iya juga ya! Dia kan kaya, tapi dudul ahahaha!” ujarnya. Aku ikut tertawa. “Jangan-jangan sebenernya kita bukan shizuka?” ujarku menunggu jawabannya. “Jangan-jangan kita adiknya si Giant (baca: Jayen) yang suaranya jelek itu,” balasnya. Tawa kami pecah ahahaha! “Si Giant (baca:Jayen) nggak tau diri banget ya! Suara adiknye jelek, tapi tetep minta ngadain konser..” Tawa kami pecah lagi. Hmm.. bis mendekat ke Jalan Pelajar Pejuang 45. Saatnya aku turun dan melanjutkan perjalanan pulang. Menyenangkan bercengkrama dengan dia. Semoga kami diberi jodoh yang kami inginkan dan kami butuhkan aamiin.

Leave a comment

18 Comments

  1. hahaha.. kurang ajar.. namaku disebut-sebut… ヽ( ・∀・)ノ┌┛Σ(ノ `Д´)ノ #yg unofficial ending Doraemon, nobita dapet nialai 100 tau..#

    Reply
  2. nobita87 said: hahaha.. kurang ajar.. namaku disebut-sebut… ヽ( ・∀・)ノ┌┛Σ(ノ `Д´)ノ #yg unofficial ending Doraemon, nobita dapet nialai 100 tau..#

    ahaha! ada yg kesepet. Sumpah gk ada maksud. kesamaan nama bukan kesengajaan. Wong filmnya yg bikin stereotipe nobita kyk begitu :p

    Reply
  3. brarti nobita jodohnya ama Shizuka ya? huhhuhu…. #asseeeek

    Reply
  4. nobita87 said: brarti nobita jodohnya ama Shizuka ya? huhhuhu…. #asseeeek

    nggak tau, belum nonton sampe ending. Kalopun iya, Nobita meeemmaaaang ladang amal buat Shizuka :p

    Reply
  5. Hmm, aamiin.*mengaminkan doa d kalimat terakhir🙂

    Reply
  6. afifahthahirah said: Hmm, aamiin.*mengaminkan doa d kalimat terakhir🙂

    jazakillah..

    Reply
  7. cerita unik. : D

    Reply
  8. kalo doraemon jdohnya sapa ya?

    Reply
  9. elywidya said: kalo doraemon jdohnya sapa ya?

    pacarnya doraemon adalah Michan (kucing tetangga)

    Reply
  10. hehhehehe..seru baca ceritanya…hehhehe..

    Reply
  11. numpang baca ;d

    Reply
  12. tranparamole said: cerita unik. : D

    unek-unek ;))

    Reply
  13. nobita87 said: pacarnya doraemon adalah Michan (kucing tetangga)

    nobitaaaa! soktahu banget tentang jodoh! itu nilai matematikamu nanti akhirnya berapa? udah tau belum?:p

    Reply
  14. ayudiahrespatih said: hehhehehe..seru baca ceritanya…hehhehe..

    semoga next time bisa ketemu dia lagi. Rasanya bahagia kalo ketemu dia ;))

    Reply
  15. langitshabrina said: Selalu ada hal menarik setiap aku duduk pulang satu bis dengan dia, saudaraku yang ceria. Hmm.. Sore tadi dia murung, ingin menghadiri walimah kawan sefakultasnya tapi mendadak ada seorang peserta yang membatalkan keikutsertaanya.”Yaaaa.. udah semangat mau dateng ke walimah akhir pekan ini malah gagal gara-gara ada yang gak jadi ikut!” keluhnya. “Kenapa emang teh? Harus sesuai kuota ya?” tanyaku. “Yang gak jadi ikut drivernya. Heuheu.. mana bisa berangkat kalo yang mau jadi driver malah gak jadi,” ujarnya. Kami pun membahas ngaler ngidul tentang penyelesaian masalah driver. Sampai pada satu titik aku tanya ke dia, “Kenal fulanah gak? dia menikah dengan fulan bulan depan. Nggak nyangka banget! Padahal si fulan sefakultas sama aku dan kayaknya gak pernah berinteraksi sama fulanah.” “Jodoh kan jorok lin, nggak kenal di mana- di mana! Ditakdirin aja sama Allah. Kadang kita nggak pernah terpikir bakal dijodohkan dengan siapa.” komentarnya ringan. Waktu dia bilang begitu yang ada di benak adalah orang jorok yang buang ludah. Dia gak pernah mikir tempat dan waktu. Heuheu.. perumpamaan sahabatku ini boleh juga. Sejurus dia bilang, “Begitulah jodoh, bahkan ketika kita meminta dan berpikir akan mendapatkan jodoh sepeti Dekisugi, eh ternyata Allah memberikan kita Nobita.” Mendengar perkataannya aku kontan tertawa. “Itumah mending daripada dapet Giant (baca: Jayen)!” ujarku. Giliran dia yang tertawa. “Aku lupa bahwa doa itu dikabulkan dengan empat cara. Pertama, dikabulkan saat itu juga. Kedua, dikabulkan dalam waktu berikutnya. Ketiga, diganti dengan yang lebih baik. Keempat, dikabulkan di surga. Aku lupa bahwa Allah memiliki opsi ketiga. Heuh.. ternyata aku ditakdirkan berkenalan dengan orang yang under expectation deh. Pokoknya kalo jadi jangan kaget ya!” ujarnya. Setelah cekikikan, aku tertegun dengan pernyataanya. “Kalaupun jadi, insyaAllah itu yang terbaik dari Allah. Yang pasti, dalam perkenalan ini kamu harus menerimanya dengan alasan agamanya. Kalau wajah, keturunan, dan ilmunya kayak Nobita tapi agamanya setingkat Dekisugi, kamu gak punya alasan syar’i buat nolak dia,” ujarku. “Kalau agamanya setingkat Nobita?” tanyanya. “Kita punya wewenang syariah untuk menolaknya,” ujarku. “Liiin! mungkin aku adalah shizuka yang ditakdirkan berjodoh dengan Nobita. Lihat, shizuka yang cerdas ditakdirkan sama Nobita, padahal dia sering belajar bareng sama Dekisugi.” ujarnya. “Kenapa gak kepikiran dijodohin sama Suneo?” tanyaku sambil ngikik. “Iya juga ya! Dia kan kaya, tapi dudul ahahaha!” ujarnya. Aku ikut tertawa. “Jangan-jangan sebenernya kita bukan shizuka?” ujarku menunggu jawabannya. “Jangan-jangan kita adiknya si Giant (baca: Jayen) yang suaranya jelek itu,” balasnya. Tawa kami pecah ahahaha! “Si Giant (baca:Jayen) nggak tau diri banget ya! Suara adiknye jelek, tapi tetep minta ngadain konser..” Tawa kami pecah lagi. Hmm.. bis mendekat ke Jalan Pelajar Pejuang 45. Saatnya aku turun dan melanjutkan perjalanan pulang. Menyenangkan bercengkrama dengan dia. Semoga kami diberi jodoh yang kami inginkan dan kami butuhkan aamiin.

    silakan..

    Reply
  16. nobita87 said: brarti nobita jodohnya ama Shizuka ya? huhhuhu…. #asseeeek

    oooo ya ya ya ternyata….. >:)

    Reply
  17. rinsakura said: oooo ya ya ya ternyata….. >:)

    itu maunya si nobita :))

    Reply
  18. langitshabrina said: itu maunya si nobita :))

    jadi shizukanya tadinya g niat ni? ckckck nobi kesian.. kesian…kesian..😀

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: