Kalau Jodoh Pasti Dipermudah?

“kalau jodoh, pasti dipermudah,” (immediately everyone).

Kalimat itu sering sekali aku dengar dari setiap orang yang kuajak berdiskusi tentang jodoh atau proses taaruf atau apalah namanya itu. Jika yang kuajak bicara adalah orang yang sudah menikah, dia pasti mengatakan kalimat pendek itu dengan senyum termanis dan penuh keteduhan. Kalau yang kuajak bicara adalah lajangers, mereka biasa mengatakannya dengan mesem-mesem penuh harap, mungkin membayangkan pertemuan mereka dengan belahan jiwa *tsaaah (meuni belahan jiwa pisan :p ).

Namun, kali ini aku ingin berkata lain. Bukan bermaksud membalikkan konvensi, hanya ingin berpikir dari sudut pandang yang berbeda tentang pencarian ini.

Aku hanya ingin berkaca pada kisah Ismail AS, putra Ibrahim AS yang sangat dicintai. Kehadirannya membuat Ibrahim AS harus menempuh kisah berliku dalam pernikahannya dengan Sarah. Sarah adalah istri pertama yang dinikahi oleh Ibrahim AS. Karena takkunjung melahirkan anak, akhirnya Sarah mengikhlaskan suaminya untuk menikah lagi dengan Hajar. Mudahkah apa yang dilakukan oleh Sarah? Menurutku Sarah adalah wanita seperti halnya wanita lain. Ia memiliki hati dan rasa posesif yang sama dengan wanita-wanita lain. Namun, ketinggian imannya dan kebesaran cintanya kepada suami dan masa depan generasinya, Sarah mengikhlaskan suaminya menikah dengan Hajar.

Hajar adalah hamba sahaya yang dimiliki keluarga Sarah dan Ibrahim AS. Rasional sekali bunda yang satu ini, ia memilihkan Hajar yang hanya seorang hamba sahaya untuk menjadi istri kedua. Mungkin agar perhatian suaminya tidak sepenuhnya menghilang. Sarah tidak lantas memilih wanita lain yang sama-sama perempuan merdeka. Ya, pilihan Sarah memang tepat. Hajar adalah hamba sahaya yang shalihah dan baik akhlaknya. Tidak hanya pemikiran wanitanya yang membuat Sarah memilih Hajar. Ia juga mempertimbangkan ahlak generasinya kelak. Setelah menikah, Ibrahim AS dan Hajar dikaruniai Ismail AS, putra pertama yang sangat dicintainya. Ismail AS adalah awal mula keturunan Muhammad SAW.
Setelah keputusan besar yang ia ambil, Allah memberikan kesempatan kepada Sarah untuk melahirkan generasi, Ishak AS namanya. Ishak AS adalah awal keturunan Yakub dan lahirlah dua belas suku Yahudi yangsalah satu anaknya bernama Yusuf kelak menjadi awal dari garis keturunan Daud, Sulaiman, hingga Isa. Hmm.. big deal yang diambil oleh seorang perempuan bernama Sarah menjadi cikal bakal agama-agama samawi yang eksis di dunia hingga saat ini.
Buat aku, kelahiran Ismail AS adalah jodoh bagi Ibrahim AS, Hajar, Sarah, bahkan umat Islam sampai saat ini. Apakah kisah kelahiran Ismail AS mudah? Tentu tidak! Amat berat Sarah mengambil keputusan itu. Begitu pula Ibrahim AS, sebagai seorang lelaki shalih tentu ia tidak serta merta menikahi Hajar. Aku yakin ada musyawarah di sana, baik musyawarah internal mereka maupun musyawarah vertikal dengan Allah.
***
Kisah lain yang membuatku belajar adalah kehadiran Yahya AS. Yahya adalah putra Zakariya, seorang lekaki mandul yang belum dikaruniai putra sampai usianya 90 tahun. Sebelum Yahya AS lahir, Zakariya diberi tanggung jawab membesarkan Maryam AS. Ya, lagi-lagi kisah ini menjadi cikal bakal kelahiran Isa AS sebagai pembawa agama Nasrani. Tidak mudah membesarkan seorang anak perempuan, apalagi dihadapkan dengan kondisi ketika Maryam hamil dan melahirkan Isa AS tanpa ayah. Kekuatan keimanan dan kekuatan mental (milyaran kali lipat dari) baja yang harus dimiliki oleh Zakariya. Lagi-lagi pertemuan Zakariya dengan Marya adalah jodoh. Kelahiran Isa AS pun adalah jodoh bagi bani Israil.
Setelah kekuatan mental itu, Zakarya dikaruniai putra bernama Yahya AS. Kisahnya pun amat penuh perjuangan dan kepasrahan.
“Di sanalah Zakaryia berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: ‘Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaryia, sedang ia tengah berdiri melakukan solat di mihrab (katanya): ‘Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang soleh.” (QS. Ali ‘Imran: 38-39)
pada suatu hari Zakaryia bermunajat dalam hening waktu di sebuah mighrab. Tapi kali ini, Zakaryia benar-benar berharap dan meminta kepada Allah. Maka dengan lemah lembut dan khitmat, dia memanjatkan doa, “Ya, Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Ali `Imron [3]: 38)
Usai berdoa, tiba-tiba mighrab tempat Zakaryia berdoa dipenuhi dengan cahaya. Allah mendengar doa Zakaryia, doa seorang nabi yang tak pernah kecewa dalam berdoa dan menjawab -–lewat perantara malaikat Jibril– doa Zakaryia, “Sesungguhnya Allah menggemberikan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari pengaruh hawa nafsu) dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang saleh. (QS. Ali `Imron [3]: 39).
Zakaryia berharap memiliki anak yang baik, seorang anak lelaki seperti Maryam yang memiliki kesucian, kejujuran dan keimanan. Dan harapan nabi Zakaryia itu sudah mendapat jawaban. Tapi, Zakaryia masih diliputi sejuta rasa heran. Maka, ia bertanya untuk meneguhkan setangkup dari rasa yakin yang ada di dada, “Bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?”
Malaikat menjawab, “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya” (QS. Ali Imron [3]: 40).
Zakaryia bertanya lagi, “Bagaimana aku akan mengetahui Allah telah memberiku Yahya?” Malaikat kemudian menjawab, “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata kepada manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbih di waktu petang dan pagi hari (QS. Ali Imron [3]: 41).
Ya, Zakariya haru
s mengambil tanggung jawab mendidik Maryam dan menjadi selama 3 hari untuk dijodohkan dengan Yahya AS. Menurutku ini bukan perkara mudah. Perlu ada perjuangan di dalamnya. Bahkan ketidakmungkinan pun menjadi mungkin ketika Zakariya AS mencapai kualifikasi Allah sebagai lelaki yang layak dikaruniai anak dan dijodohkan dengan Yahya AS.
***
Kisah lain pertemuan antara Adam AS dan Hawa di bumi ini. Awalnya Adam AS satu-satunya manusia di Surga. Dia sendirian saudara-saudara! Lalu Allah menciptakan Hawa untuk menemaninya. Pertemuan mereka di surga pun dijalani dengan takmudah.
Allah SWT. berfirman kepada mereka: “Hai Adam, diamlah engkau bersama isterimu di dalam syurga dan makanlah (serta nikmatilah) apa saja yang kamu berdua ingini, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini kerana (apabila mendekatinya) kamu berdua akan menjadi zalim,”(Al-A’raaf: 19).
Seperti yang kita ketahui, godaan setan membuat mereka mendekati pohon itu dan akhirnya mereka harus meninggalkan surga dan turun ke bumi. Mungkin Adam AS sempat berkata “Damn! It’s Bad!” Karena mengakui kesalahannya, Adam AS pun bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.
“Kami berfirman: Turunlah kamu dari syurga itu. Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati,”(Al-Baqarah: 38).
Adam dan Hawa pun dijodohkan oleh Allah dan menjadi cikal bakal kehidupan manusia di dunia ini. Menurutku perjalanan mereka tentu tidak mudah.
***
Arrrggh! Ini adalah simpulan menurutku dan dari perspektifku sendiri. Lagi-lagi aku tidak menggunakan tinjauan agama, hadits, apalagi tafsir. Aku hanya menggunakan pemikiran manusiawiku. Jikapun ada ayat, ini adalah referensi paling jelas yang menggambarkan kisah-kisah nabi tadi. Menurutkun, jodoh itu tidak selamanya mudah, ada perjuangan yang harus dibayar untuk bertemu dengannya. Selain perjuangan mendekatkan diri dengan Allah, juga perjuangan memantaskan diri untuk bertemu dengan jodoh kita, apapun dan siapapun dia.
Termasuk pada perkara pasangan hidup, jika pun harus ada perjuangan keras, bukan berarti dia lantas tidak menjadi jodoh kita. Kadang ada yang bilang, “mungkin bukan jodoh, makanya dipersulit.” Menurutku itu pemikiran dudul deh ;)) Hanya orang yang pasrah dan gak bermental pejuang yang bilang kayak begitu.
Aku sepakat sama perkataan Seno:

Cinta yang abadi kukira bukanlah sesuatu yang ditakdirkan, cinta yang abadi adalah sesuatu yang diperjuangkan terus-menerus sehingga cinta itu tetap ada, tetap bertahan, tetap membara, tetap penuh pesona, tetap menggelisahkan, tetap misterius, dan tetap terus-menerus menimbulkan tanda tanya: Cintakah kau padaku? Cintakah kau padaku?
(cintaku jauh di komodo)
*Buat teman-teman yang gak sengaja baca, jangan telan bulat-bulat tulisanku yah.. ini hanya “pangbeberah manah” (baca: penawar hati) yang aku buat untuk seseorang (baca: diriku sendiri)
Mohon maaf telah membuatmu nyasar pada pemikiranku yang liar hihihi..
Next Post
Leave a comment

24 Comments

  1. langitshabrina said: *Buat teman-teman yang gak sengaja baca, jangan telan bulat-bulat tulisanku yah.. ini hanya “pangbeberah manah” (baca: penawar hati) yang aku buat untuk seseorang (baca: diriku sendiri)  

    tidak akan hehhehe…:P

    Reply
  2. tapi setuju kalau jodoh tidak selamanya datang dengan mudah tapi juga perlu diperjuangkan..*curcol:D

    Reply
  3. like this… *kasih jempol*

    Reply
  4. ayudiahrespatih said: tapi setuju kalau jodoh tidak selamanya datang dengan mudah tapi juga perlu diperjuangkan..*curcol:D

    Sepakaaaat! ^^9

    Reply
  5. ayudiahrespatih said: tidak akan hehhehe…:P

    gak mau kayak bunda Sarah ya ;))GAP (Gerakan Anti Poligami) :))

    Reply
  6. rifzahra said: like this… *kasih jempol*

    heuheu.. iiffiii.. ini tulisan manusiawiku >,<

    Reply
  7. betul sepakat dah…😀

    Reply
  8. mayaku93 said: betul sepakat dah…😀

    heuheu :d

    Reply
  9. seno itu siapa mba? like that statement :p

    Reply
  10. ini jurnal rumit, teh?aah, emang rumiit -,-

    Reply
  11. klo saya lebih percaya “kalo jodoh, pasti nanti ada jalannya”*edisi sok tau😀

    Reply
  12. shinyqueen said: seno itu siapa mba? like that statement :p

    penulis mbak, dosen IKJ juga. Nama lengkapnya Seno Gumira Ajidharma.

    Reply
  13. titintitan said: ini jurnal rumit, teh?aah, emang rumiit -,-

    hmm..

    Reply
  14. selamatpagiduniaa said: klo saya lebih percaya “kalo jodoh, pasti nanti ada jalannya”*edisi sok tau😀

    pasti banyak jalan, serumit apapun..

    Reply
  15. P.S. : Kalau jodoh pasti dimudahkan itu menurutku, sesulit apapun prosesnya, diri dan hati ini merasa lapang dan kuat untuk menjalaninya. Hmm,, sesulit apapun prosesnya, hati kita menerimanya dengan mudah.

    Reply
  16. langitshabrina said: P.S. : Kalau jodoh pasti dimudahkan itu menurutku, sesulit apapun prosesnya, diri dan hati ini merasa lapang dan kuat untuk menjalaninya. Hmm,, sesulit apapun prosesnya, hati kita menerimanya dengan mudah.

    nah.. that’s the point^,^b

    Reply
  17. titintitan said: nah.. that’s the point^,^b

    #uhuk

    Reply
  18. langitshabrina said: #uhuk

    *aheem

    Reply
  19. langitshabrina said: pasti banyak jalan, serumit apapun..

    iya.. mau menghindar sampai kemanapun, pasti ujungnya akan ketemu lagi..*katanya sih begitu😀

    Reply
  20. *merenungkannya

    Reply
  21. sketsabintang said: *merenungkannya

    terlalu bebas pemikiranku :))

    Reply
  22. Menurutkun, jodoh itu tidak selamanya mudah, ada perjuangan yang harus dibayar untuk bertemu dengannya. Selain perjuangan mendekatkan diri dengan Allah, juga perjuangan memantaskan diri untuk bertemu dengan jodoh kita, apapun dan siapapun dia. ITU MIRIP SEKALI DENGAN KATA-KATA SEORANG SAHABAT. BELIAU TIDAK PERNAH BERPACARAN. LALU DENGAN KEAJAIBAN ALLAH, DIA DIPERTEMUKAN DENGAN JODOHNYA DENGAN SANGAT SPESIAL. 7 HARI SETELAH PERKENALAN BYPHONE LANGSUNG DILAMAR. HEREN SEKALI!

    Reply
  23. onezonemine said: Menurutkun, jodoh itu tidak selamanya mudah, ada perjuangan yang harus dibayar untuk bertemu dengannya. Selain perjuangan mendekatkan diri dengan Allah, juga perjuangan memantaskan diri untuk bertemu dengan jodoh kita, apapun dan siapapun dia. ITU MIRIP SEKALI DENGAN KATA-KATA SEORANG SAHABAT. BELIAU TIDAK PERNAH BERPACARAN. LALU DENGAN KEAJAIBAN ALLAH, DIA DIPERTEMUKAN DENGAN JODOHNYA DENGAN SANGAT SPESIAL. 7 HARI SETELAH PERKENALAN BYPHONE LANGSUNG DILAMAR. HEREN SEKALI!

    semoga aku sekeren itu ^^

    Reply
  24. Amiiin🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: