Bukan Akhwat

Sambil menunggu Damri yang akan membawa saya kembali ke Jatinangor berangkat, saya memperhatikan dua orang pemuda naik dan duduk di barisan bangku seberang. Tidak lama kemudian beberapa pemuda junior, teman mereka, pun naik dan duduk di sebelahnya. Dari percakapan dan penampilan mereka, saya jadi tahu kalau mereka adalah orang-orang yang sering disebut ikhwan aktivis.
Penumpang-penumpang lain terus memenuhi Damri, sampai akhirnya saya menyadari sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa dari fakultas dan angkatan yang sama, yang tampaknya baru saja selesai mengikuti sebuah acara kampus. Ternyata mereka juga teman para pemuda junior tadi. Kursi-kursi damri sudah penuh. Ketika beberapa orang mahasiswi berjilbab, yang juga teman mereka, naik dan harus berdiri, saya mendengar mereka meminta temannya untuk memberikan tempat duduk pada para mahasiswi tersebut sambil bercanda.
“Ayo berdiri dong antum! kasih tempat duduk buat mereka”
“iya ayo berdirilah kita”
Saling tuding untuk berdiri terjadi beberapa saat. Mungkin karena begitu lelah dan perjalanan yang akan ditempuh cukup jauh, mereka jadi enggan berdiri, pikir saya sambil terus mendengar keributan kecil itu. Lalu tiba-tiba, pemuda senior teman mereka berkata:
“Bukan akhwat kan?! gak usah berdiri lah.”
Perdebatan mereka langsung reda. hasilnya tidak satu pun dari mahasiswi berjilbab itu mendapat tempat duduk dari para pemuda aktivis itu. Perkataan itu mengusik saya. Sebenarnya siapa pun yang sudah terlebih dulu dapat kursi di Damri itu berhak untuk mempertahankan kursinya. Tidak ada aturan yang mewajibkan para pria untuk berdiri jika melihat seorang wanita tidak dapat kursi, kalau pun mau berdiri itu bukan hukum wajib. Itu hanya sopan santun dan kebaikan hati saja. Tidak wajib! Hanya saja, mendengar perkataan “bukan akhwat kan?! gak usah berdiri lah!” Ada yang mengusik hati saya, mengganggu logika saya. Apa yang salah dengan para mahasiswi berjilbab itu? mereka juga muslim, mereka juga muslimah, yang dalam bahasa arab juga disebut akhwat, mereka juga wanita, lalu?
Ternyata yang dimaksud “akhwat” oleh pemuda aktivis itu bukan akhwat seperti mereka. Ukuran panjang jilbab dan gaya berpakaian para mahasiswi itu tidak merujuk pada “akhwat” yang mereka maksud. Dengan terpaksa saya harus mengambil kesimpulan bahwa ukuran jilbab para mahasiswi itu belum cukup panjang untuk menerima kebaikan hati dari para ikhwan aktivis tersebut. Padahal, jika melihat sikap Rasulullah SAW yang menebarkan kebaikan hatinya terhadap seorang yahudi buta yang mengemis dipinggir jalan sambil terkadang mencaci Rasulullah, sikap para pemuda aktivis dakwah itu jauh dari teladannya. Padahal jika melihat sikap Rasulullah yang tidak membeda-bedakan orang dalam berbagi kebaikan hati, perkataan pendek pemuda itu sangat disayangkan. Ya, sungguh disayangkan untuk menerima kebaikan hati dari pemuda itu, kita harus memiliki ukuran jilbab tertentu. Hmmm… saya tersenyum masam.
Ah, sudah lah! Siapa lah saya ini yang harus menilai mereka?!. Siapa saya yang berani menuding mereka, toh saya sendiri tidak lebih baik dari mereka. Toh, saya jga sering melakukan kekhilafan seperti itu. Biarkan lah… itu bukan urusan saya. Mari nikmati saja kerlap lampu kota di malam hari dari perjalanan yang sepertinya tak kunjung berakhir ini. Mari nikmati saya suara klakson berbaur suara adzan magrib dari kejauhan sepanjang jalan ini. Dan mari nikmati saja bau kaos kaki basah, karena hujan, yang menemani pengapnya aroma Damri ini. Sudah lah…
*Repost dari Uzli
Previous Post
Leave a comment

9 Comments

  1. Walah repost ternyata. . .Hmmmm…memang masih sering rancu begitu deh masalah si ikhwan atau si akhwat

    Reply
  2. mutsaqqif said: Walah repost ternyata. . .Hmmmm…memang masih sering rancu begitu deh masalah si ikhwan atau si akhwat

    ikhwannya kurang pinter nampaknya.. atau bukan dari fakultas sosial, jadi kurang beradab.

    Reply
  3. angkasa13 said: ho oh.

    harus dipentung :))

    Reply
  4. suka bingung lin, kalo ada temen yg tanya kaya ginih >> Riska kalo kamu akhwat bukan ?saya >> akhwat kumaha maksudna ** bingung😀

    Reply
  5. angkasa13 said: suka bingung lin, kalo ada temen yg tanya kaya ginih >> Riska kalo kamu akhwat bukan ?saya >> akhwat kumaha maksudna ** bingung😀

    bilang aja “yes!” ^^9

    Reply
  6. u know me

     /  August 14, 2012

    aku jadi inget pas di BEM dulu… masalah mengantar pulang ketika lewat jam malam… yg diutamakan diantar juga ‘akhwat’ pernah dengar kasak-kusuk menentukan siapa antar siapa..dan mendengat ucapan bernada serupa kayak diatas…aku sih males teh dianter2…pulang pukul 2 malam sendiri jg berani :p ‘yg nganter ikhwan bukan?’ males ah😀

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: