manusia sunyi

Sendirian. Hari ini manusia sunyi benar-benar sendirian dalam kesunyian yang dia ciptakan sendiri. Di dalamnya ia ciptakan tokoh-tokoh baru yang -maksudnya- dapat menemaninya dalam kesunyian. Kamu dihidupkannya, sama persis dengan yang biasa hidup dalam keramaian. Bercakap, bertukar pikiran, tertawa, berdebat, masih dengan kamu yang diciptakannya sendiri. Dia diciptakannya, kembar dengan yang biasa kasat dalam keramaian. Khawatir, sangsi, marah, cemburu, tentu kepada dia yang diciptakannya sendiri. Mereka dihadirkan, seragam dengan mereka yang biasa meramaikan keramaian. Tertawa, bercanda, tentu dengan mereka yang diciptakannya sendiri. Ia gagap, gugup, taktahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi mereka. satu demi satu mereka pergi menuju kebisingan keramaian.
Manusia sunyi menciptakan tokoh-tokohnya sendiri. Ia tidak benar-benar sadar bahwa yang benar-benar benar adalah dirinya yang sedang benar-benar sendirian. “Bukankah nanti aku akan kembali sendirian?” ujarnya yang takmau bergeser sedikitpun dari kesunyiannya. Ia takmenyadari bahwa kesendirian itu disiapkan untuk menghadapi keramaian. “Bukankah dulu aku sudah sendirian?” ujarnya yang bergeming dalam kesunyiannya. Ia takmenyadari bahwa sebelum kesendiriannya ada keramaian yang lebih ramai dari keramaian yang ia ciptakan.
Hey manusia sunyi! kau terlalu membosankan untuk dibersamai.
riungpurna.harimiladmama

*gambar dari sini | ganti melulu🙂
Next Post
Leave a comment

9 Comments

  1. kangen ama mama ya🙂

    Reply
  2. hei, manusia sunyi ^,*

    Reply
  3. *Nyanyian sunyi (judul puisi)

    Reply
  4. Manusia sunyi yang benar-benar sadar tentang kebenaran dirinya yang benar-benar dalam kesunyian..*opo iki…

    Reply
  5. rindupurnama said: Manusia sunyi yang benar-benar sadar tentang kebenaran dirinya yang benar-benar dalam kesunyian..*opo iki…

    ya. yang benar-benar benar adalah dirinya yg ad dlm kesunyian.

    Reply
  6. angkasa13 said: kangen ama mama ya🙂

    kapanpun selalu rindu mama ^^*makanya, hayu cuang ka mama di bali

    Reply
  7. titintitan said: hei, manusia sunyi ^,*

    *celingukan nyari manusia sunyi ;))

    Reply
  8. luluasysyifa said: *Nyanyian sunyi (judul puisi)

    puisi siapa? *kayaknya jelek deh puisinya :))

    Reply
  9. langitshabrina said: ya. yang benar-benar benar adalah dirinya yg ad dlm kesunyian.

    sunyi…sepi..sendiri….

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: