airmataku siang tadi

Aku akhirnya menelisik lagi ada apa denganku. Mengapa aku bisa dengan sangat datar menerima penolakan dari pihak Unpas siang tadi. Mungkin inilah yang dinamai naik kelas. Ada satu bagian dari hidup kita yang dikuatkan setelah diberi ujian oleh Allah. Kita baru naik kelas apabila bisa menghadapi masalah berikutnya dengan takseheboh menghadapi masalah sebelumnya. Ya, sebelumnya aku pernah mengalami penolakan yang hunjamannya serupa “dicabut nyawa.” Buatku itu sesuatu yang amat berat. Namun, setelah mengalami penolakan itu, penolakan yang satu ini amat terasa biasa. Mungkin hanya seperti menginjak duri pohon salak.
 
Ahh… tadi siang aku hanya tersenyum, meninggalkan ruangan, lalu kembali menuju tempat menunggu angkot. Hujan turun menyapaku, lebih dari biasanya, bolehlah kukatakan ia deras. Nampaknya ia ingin menemaniku menangis, tapi duri ini tentu takperlu dihadapi dengan tangisan. Hunjaman sebelumnya sudah menetapkan kapan air mataku boleh keluar, pada sakit yang seperti apa air mataku boleh keluar. Nampaknya, tidak untuk sakit siang tadi.
*gambar di sini
Previous Post
Leave a comment

4 Comments

  1. kasih tisu🙂

    Reply
  2. elywidya said: kasih tisu🙂

    gak perlu tisu :p

    Reply
  3. kasih sabar ;p

    Reply
  4. topenkkeren said: kasih sabar ;p

    kalo stok sabarmu cuman satu, kamu dapet sabar dari mana? :p

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: