Tawakal – Dr. Yusuf Qardhawi

Ini rangkuman sebuah buku berjudul Tawakal yang terlalu banyak kustabiloi. Padahal ia adalah buku pinjaman dari Perpustakaan daerah. Sudah sebulan ia membersamaiku. Agak sulit memahaminya karena kerentaan hatiku memahami satu demi satu kata penting dari sang doktor. Tawakal… aaaah, jauh sekali rasanya hati ini sampai padanya. Tapi.. semuanya harus diupayakan. bagian yang paling aku suka:
“Sengguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya,” (Ali Imran: 159). Adakah derajat yang lebih tinggi daripada orang yang dicintai Allah? Sesungguhnya orang-orang yang dicintai Allah tidak akan disiksa, tidak diasingkan, dan keinginannya tidak akan dihalangi.


Tawakal – Dr. Yusuf Qardhawi


Rasulullah mengajari kami berdoa: Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu yang kami lakukan dengan kesadaran kami, dan kami memohon ampun kepada-Mu dari perbuatan syirik yang tidak kami sadari.

Ingatlah yang menciptakan dan memerintahkan hanya hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam, (Al A’raf: 54).

Fadhilah Tawakkal

Tawakkal adalah bagian dari ibadah hati yang paling afdhal. Ia merupakan akhlak yang paling agung dari sekian akhlak keimanan lainnya. Menurut Ibdul Qayyim, tawakkal adalah setengah dari agama sedangkan setengah agama yang lainnya adalah kembali kepada Allah. Sebagaimana ayat, “Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali,” (Huud:88). Sesungguhnya agama adalah penyembahan dan permohonan pertolongan. “Hanya Engkau yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan,” (Al Fatihah: 5).

Tawakkal masuk ke dalam bagian memohon pertolongan-Nya.
Setiap hamba memerlukan sikap tawakkal dalam kehidupannya. Seperti yang tedapat dalam ayat, “Jika Allah menolong kami, maka tak akan ada yang mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaknya kepada Allah saja orang-orang bertawakal,” (Ali Imran: 160).


Tawakal adalah syarat kokohnya iman. Dengan demikian syarat akan hilang jika tidak ada objek dari syarat tersebut. Oleh sebab itu, tawakal adalah amal orang-orang beriman kepada Allah.

“Sengguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya,” (Ali Imran: 159).

Adakah derajat yang lebih tinggi daripada orang yang dicintai Allah? Sesungguhnya orang-orang yang dicintai Allah tidak akan disiksa, tidak diasingkan, dan keinginannya tidak akan dihalangi. Allah menceritakan orang-orang yang tidak bertawakal dalam ayat berikut, “Padahal kepunyaan Allah-lah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami,” (Al Munafiqun:7).


Hakikat Tawakal

Tawakal itu adalah perbuatan hati. Ia adalah aktivitas hati, bukan ucapan lisan, juga dengan perbuatan anggota tubuh, ia juga bukan suatu ilmu atau pengetahuan, (Imam Ahmad).

Tawakal adalah pengetahuan hati tentang kecukupan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Tawakal suatu ketenangan dan diamnya gerakan hati.

Sahal berkata, tawakal itu adalah menyerahkan diri kepada Allah terhadap apa yang Ia kehendaki. Ia juga merupakan sikap ridha terhadap segala ketentuan Allah.


Tawakal adalah menghilangkan sikap ragu dan menyerahkan diri kepada penguasa segala kekuasaan.

Dzu An-nun berkata, “tawakal adalah melepaskan diri dari segala kekuatan selain Allah dan tidak mengaitkan satu kejadian dengan kejadian lainnya.”

Abu Said Al Kharaz berkata, “Tawakal itu adalah keadaan berbuat tanpa henti (berusaha) dan keadaan tenang dengan tidak mengerjakan apa-apa (pasrah).

Menurut Al Ghazali kata tawakal berasal dari kara “al wakalah” yang artinya mewakilkan. Ketika seseorang sudah mewakilkan urusannya kepada orang kepercayaannya, tentulah hatinya merasa tentram dan percaya kepada wakil yang telah dipilihnya. Ia tentu tidak akan mempunyai prasangka bahwa wakilnya yang telah ditunjuk itu memiliki banyak kekuarangan dan kelemahan. Di sinilah pengibaratan kata tawakal dapat dipahami, yaitu sebagai keyakinan hati hanya kepada wakil yang telah ditunjuk.

Hakikat dan Derajat Tawakal Menurut Ibnu Qayyim

  1. Pengetahuan akan Tuhan dan segala sifat-Nya, dari mulai Qudrat-Nya, Kecukupan-Nya, Kemandirian-Nya, sampai pada ilmu-Nya, dan timbuknya segala sesuatu dari kehendak dan Qurdrat-Nya.

  2. Kemantapan hati dalam sikap tauhid. Jika hati seseorang masih bergantung pada hal-hal selain Allah, sikap tawakalnya masih dianggap cacat dan samar. Tawakal adalah meniadakan usaha dalam hati dan meninggalkan kebergantungan terhadap usaha yang telah diperbuat. Dengan demikian, tawakal adalah berhentinya usaha dan menggantungkan kepada usahanya itu.

  3. Bergantungnya hati dan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah dengan perasaan tenang. Ketenangan ini terjadi karena tidak ada lagi ketakutan dalam dirinya atas apa yang telah diusahakannya. Tanda-tanda tingkatan ini, orang sudah tidak peduli lagi terhadap apa yang telah ia usahakan dan apa yang akan dihasilkan nanti. Hatinya merasa tenang dan tidak bimbang ketika keinginannya tidak terwujud dan apa yang dibencinya justru terwujud. Ketenangan muncul karena sikap menyandarkan diri kepada-Nya telah melindunginya dari rasa khawatir dan pengharapan terhadap apa yang telah diusahakannya.

  4. Prasangka baik kepada Allah. Sejauh mana prasangka seseorang terhadap Tuhannya dan sikap harap kepada-Nya, maka sejauh itulah sikap tawakal kepada-Nya. Oleh karena itu, sebagian orang menafsirkan kata tawakal sebagai prasangka baik kepada Allah. Berprasangka baik kepada Allah mengantarkan seseorang pada sikap tawakal. Tidak mungkin tawakal terwujud pada orang yang berprasangka buruk terhadap Allah. Tidak akan muncul sikap tawakal pada orang yang tidak memiliki pengharapan kepada-Nya.

  5. Sikap menyerahkan hati kepada-Nya, menyerahkan segala keinginan kepada-Nya, dan memutuskan segala keinginan pribadinya. Tawakal adalah sikap menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah. Sikap pasrah tersebut bukan karena keterpaksaan atau kebimbangan. Kepasrahan ini sama seperti seorang anak yang berada dalam perlindungan ayahnya. Ia mengetahui bahwa orang yang dipercayai memiliki pengetahuan yang lebih darinya. Ia juga tahu bahwa ayahnya lebih dapat mencurahkan rasa sayang yang sempurna dibanding orang lain.


Jika seseorang telah mencapai derajat ini maka ia akan berada pada tingkatan ridha. Ridha adalah buah dari tawakal. Ridha adalah hasil dan buah tertinggi dari tawakal. Siapapun yang bertawakal maka ia akan ridha terhadap apa yang diperbuat oleh wakilnya.

Guru kita pernah berkata, Percaya terhadap takdir itu harus meliputi dua hal: pertama, tawakal sebelum takdir terjadi. Kedua, ridha setelah takdir terjadi.

*masih bersambung ^^b

Leave a comment

5 Comments

  1. Tandai dulu

    Reply
  2. Guru kita pernah berkata, Percaya terhadap takdir itu harus meliputi dua hal: pertama, tawakal sebelum takdir terjadi. Kedua, ridha setelah takdir terjadi.Gurunya siapa? Mau dong berguru dgn belhau🙂

    Reply
  3. *beliaupunten ya, Teh nyampah mulu di lapak Teteh..

    Reply
  4. rivenskyatwinda said: Guru kita pernah berkata, Percaya terhadap takdir itu harus meliputi dua hal: pertama, tawakal sebelum takdir terjadi. Kedua, ridha setelah takdir terjadi.Gurunya siapa? Mau dong berguru dgn belhau🙂

    itu kata qardhawi, aku juga bingung yang dimaksud guru itu siapa. nampaknya Rasulullah, karena setelah itu dibahas doa istikharah yg dibaca rasulullah. *rangkuman ini belum selesai memang ^^

    Reply
  5. wah begitu ya, Teh.. Baiklah aku tunggu lanjutannya🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: