Tentang Bekal Sosial

Apa gunanya sholeh individu jika kita tidak sholeh sosial? Ini yang mungkin harus dipelajari olehku dengan amat sangat. Ilmu agama yang dimiliki seseorang belum tentu ada manfaatnya untuk orang lain jika ia tidak memiliki kecerdasan sosial. Orang yang menjadi panutan di sebuah komunitas atau jamaah tidak akan menjadi panutan di lingkungan sekitarnya jika ia hanya bergaul dengan komunitasnya. Apalagai jika komunitas itu memang benar-benar melarang kita untuk mengikuti pengajian-pengajian yang katanya “bid’ah.” Sempit sekali rasanya dunia ini. Bukankah muslim yang paling dicintai Allah adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Tidak perlu banyak uang, tapi dapat membuka akses orang lain untuk menjadi kaya. Tidak perlu banyak ilmu, tapi dapat menjadi pembuka akses yang membuat orang lain lebih banyak ilmu. Kaya dan berilmu lalu bermanfaat untuk tetangga dan masyarakat sekitar tentu lebih utama.

Eksklusivitas aktivis kampus biasanya yang membuat aktivis sulit bergaul dengan masyarakat. Apalagi untuk aktivis yang biasa mengurusi isu-isu politik nasional, mana bisa ia aktif di masyarakat. Kecuali jika di sela aktivitasnya, ia pernah mengajar TPA. Mereka sudah terbiasa menghadapi wali-wali murid TPA mereka. Bekal sosial ini memang perlu modal “nekad.” Bagi yang memang benar-benar jarang bergaul dengan masyarakat, harus berani nekad bergaul. Setelah berumah tangga, sang ibu muda akan menjadi peserta arisan RT dan sang ayah akan menghadiri rapat kepala keluarga. Semua posisi itu tidak dapat di wakilkan. Di rumah hanya ada kita sebagai istri dan kita sebagai suami.

Bila sosialisasi kita baik terhadap tetangga dan lingkungan, mereka pun takakan segang membantu kita saat dibutuhkan. Bukankah saat kita sakit, bahkan meninggal, yang akan pertama kali menemukan jenazah kita adalah tetangga? Bukankah saat kehabisan garam di dapur, yang pertama kali kita ketuk pintunya adalah tetangga? Bukankah ketika masakan kita gosong yang pertama kali dapat mencegah rumah kita dari kebakaran adalah tetangga? Itulah mengapa orang yang memuliakan tetangga mendapat jaminan surga. Bagian ini perlu dipelajari waktu demi waktu, takhabis-habisnya.

*part of Samudera Rumah Tangga. Saran dari Mas Iwan ^^

Leave a comment

4 Comments

  1. sesuatu yang terkadang terlupakan..

    Reply
  2. nah, setuju banget yang ini. sosial tdk boleh terlupakan. karena, sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat..

    Reply
  3. rindupurnama said: sesuatu yang terkadang terlupakan..

    yups, karena menempel pada diri kita ^^

    Reply
  4. rivenskyatwinda said: nah, setuju banget yang ini. sosial tdk boleh terlupakan. karena, sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat..

    yups!

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: