Proposal Tesis S2 Penciptaan

 

Buat kamu-kamu yang asing dengan dunia seni dan budaya, pasti kaget dengan postingku ini. Tesis biasanya sebuah karya ilmiah tebal yang dipertanggungjawabkan dalam sidang magister. Kalau yang jurusannya MIPA or sejenisnya, tesis juga bisa berupa produk inovasi.  Nggak jauh beda dengan itu, beberapa waktu lalu aku menyimak kakak kelas S2 yang kuliah di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung yang lagi seminar proposal tesis mereka. Bagaimana calon tesis mereka? Ini dia:

Sebelum masuk ruangan kita dikasih stiker ini. Isinya menggambarkan apa yang akan kami saksikan. Sebenernya ada banyak pertunjukan, tapi kerana aku telat jadi yang terdokumentasi hanya sedikit.

Drama dengan judul Massa Mengambang

Drama ini mengangkat kondisi politik saat masa kampanye dalam PEMILU di negara kita. Massa mengambang adalah sekelompok masyarakat yang belum punya putusan pilihan sebelum PEMILU. Biasanya calon yang menjadi peserta PEMILU memanfaatkan suara dari massa mengambang ini dengan bagi-bagi uang. Nah, orang-orang yang ada di bawah ini adalah oknum partai yang bertugas membagi-bagi uang untuk membeli suara. Lucunya mereka tidak hanya membagi uang dari partai biru tapi juga dari partai merah.

Sutradara Massa Mengambang:

Musik : Boboko

Boboko ini bener-bener pentas yang i have no idea about that. Ide dasarnya adalah boboko, tempat makan yang berasal dari sebilah bambu. Bambu kan punya ruang di tengahnya, sama seperti kerongkongan kita. Nah, ternyata bambu itu dibuat menjadi boboka (tempat nasi) dalam bahasa sunda. Nasi yang kita makan juga melalui kerongkongan bukan? Musisi ini akhirnya terinspirasi untuk membuat musik yang vokalisnya menggunakan kerongkongan, musik underground. Pokoknya bunyinya nggak jauh dari orang yang teriak-teriak deh. Karena penampilannya serba hitam, aku nggak bisa ngambil gambarnya. Dalam pentas ini ada dupa sebagai penanda kematian dan kemagisan boboko. Secara, sekarang boboko sudah hilang fungsinya. Magicom sudah mengganti fungsi boboko. Musik ini jadi terasa agak bisa dinikmati karena diiringi piano. sayangnya aku gak bisa dapet gambarnya karena gelap.

Komposer:

Drama Musikal: Aku Ingin

Penampilan ketiga adalah drama musikal Aku ingin. Drama ini terinspirasi dari puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul sama dengan judul drama ini. Ceritanya klasik soal percintaan anak SMU yang mulai masuk kuliah. Drama ini digabung dengan video. Jadi gimana ya jelasinnya,,, hmmm.. ketika kita nonton drama, latar suasana di belakangnya berupa video shooting. Selain nonton drama, kita juga nonton rekaman video anak-anak itu sebagai citra visual juga sebaga latar suasana. Ini inovasi latar. Misalnya, orang yang di depan stage lagi akting ngelamun, nah,,,, di layar akan terlihat citra visual yang sedang ia lamunkan. begitu sederhananya..

Di akhir para aktor musikalisasi puisi Aku Ingin:

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

sutradara:

The end

Setelah aku nonton tiga proposal itu, entah kenapa terbersit sebuah puisi #halah.. Aku tulis di secarik tisyu yang udah GJ. Daaaaan puisi ini jadi mantra paling mujarab buat temenku yang baru-baru ini menikah. Ahaha!

 

 

 

 

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: