Putus Asa Bisa Jadi Obat Cinta #eh

danbo-2

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar Dia merasa senang kepadanya…” (Al A’raf [7]:189).

Tazkiyyatun Nafs

Cinta kepada istri dan hamba sahaya yang dimiliki oleh sorang laki-laki termasuk kecintaan yang bermanfaat. Hal itu akan menolongnya dalam melaksanakan apa yang disyariatkan Allah Swt dalam hal nikah dan kepemilikan hamba sahaya, yakni menjadikan seorang laki-laki menahan diri dari melakukan maksiat baik menyangkut diri maupun keluarganya. Dengan demikian, ia bisa menahan diri dari nafsunya tidak mengarahkannya kepada yang haram. Lalu semakin sempurna dan kuat kecintaan antar suami-istri, maka semakin lengkap antara suami-istri, maka semakin lengkap dan sempurna pula maksud dari pernikahan itu. Allah Swt berfirman,

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar Dia merasa senang kepadanya…” (Al A’raf [7]:189).

“dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar rum[30]:21).

Dalam Ash Shahih disebutkan disebutkan bahwa Rasulullah Saw ditanya, “Siapa orang yang paling engkau cintai?” beliau menjawab, “Aisyah.” Dan diriwayatkan dengan sanad shahih dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda, “Dijadikan kesenanganku dari dunia ada pada wanita dan minyak wangi, dan dijadikan penyejuka hati ada dalam salat.” (HR. An-Nasa’i).

Karena itu, bagi laki-laki yang mencintai dan menyayangi istrinya kecuali hal tersebut menyibukkan dirinya dari kecintaan yang lebih bermanfaat baginya, yakni kecintaan kepada Allah Swt dan rasul-Nya serta jika kecintaanya mengalahkan cintanya kepada rasul-Nya. Setiap cinta yang mengalahkan cinta kepada Allah Swt dan rasul-Nya sehingga mengurangi atau melemahkan kecintaan tersebut, maka ia adalah cinta yang tercela. Cinta yang mendorong dan menguatkan cinta kepada Allah Swt dan rasul-Nya adalah cinta yang terpuji. Rasulullah Saw senang minum air dingin dan manis, senang manisan dan madu, dan pakaian yang paling ia sukai adalah gamis karena dapat menutupi seluruh tubuh. Kecintaan Rasulullah Saw terhadap hal-hal itu tidak mengurangi kecintaanya kepada Allah Swt. Bahkan kecintaan tersebut dapat menjadikan hati dan keinginan untuk fokus mencintai Allah Swt. Akhirnya niat bergantung pada niat dan maksud pemiliknya.

Jika seseorang meniatkan dengan kecintaannya itu agar kuat dalam melaksanakan perintah Allah Swt dan dalam menaati-Nya maka ia termasuk ibadah. Jika ia melakukan hal itu hanya berdasarkan hal alamiah dan kecenderungan hati belaka, ia tidak akan diberi pahala dan tidak akan disiksa. Ia tidak akan mendapat derajat yang diperoleh orang yang mencintai karena mengharap ridha Allah Swt.

Dengan demikian, kecintaan yang bermanfaat ada tiga macam;
1. Cinta kepada Allah Swt
2. Cinta karena Allah Swt
3. Cinta yang menguatkan kecintaan kepada Allah Swt

Sebaliknya, cinta yang membahayakan ada tiga macam:
1. Menyekutukan cinta dengan Allah Swt
2. Cinta yang membuat kemurkaan Allah Swt
3. Cinta yang mengurangi kecintaan kepada Allah Swt

Cinta kepada Allah Swt adalah asal dari segala cinta yang bermanfaat, asal keimanan dan tauhiid, sedang dua macam cinta berikutnya adalah cabang daripadanya. Menyekutukan cinta dengan Allah Swt adalah asal dari kesyirikan dan cinta yang tercela, sedang dua macam berikutnya adalah cabang daripadanya (Ibnu’l Qayyim Al Jauziyyah, Igasatu’lLahfani fi Masayidi Asy Syaitani, Juz 2, 852-854).

Riyadus Salihin

Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Pakaian yang disukai Rasulullah Saw adalah gamis, (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, dan ia berkata ini hasan shahih).

Hadits di atas mengandung beberapa faidah, antara lain bahwa nabi Saw menyukai gamis sebagai baju yang dijahit karena lebih menutupi bagian tubuh daripada sarung atau mantel. (Dr. Musthafa Sa’d Al Khin, Nuzhatul Muttaqin Sarhu Riyadhi al Shalihina, Jiz 1, 1407 H/1987 M: 629).

Medical Hadits

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw bersabda, “Ruh-ruh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok. Jika saling mengenal mereka akan menjadi akrab dan jika saling bermusuhan mereka akan saling berselisi.” (HR. Muslim) dalam Ibnul Qayyim Al Jauziyah, At Tibbun Nabawi:210).

Tibbun Nabawi – Mengobati Cinta Membara

Cinta adalah penyakit hati yang berbeda dengan penyakit-penyakit yang lain, baik wujud, sebab, maupun cara penyembuhannya. Jika cinta yang membara ini sudah mencapai puncaknya, dokter dan obat macam apapun tidak dapat menyembuhkannya. Ada dua golongan yang dijelaskan Allah Swt dalam kitab-Nya tentang cinta yang membara ini, yaitu istri Al Aziz terhadap Yusuf As. dan kaum luth yang mencintai anak laki-laki yang tampan.

Cinta yang membara merupakan rangkaian dua perkara: menganggap bagus orang yang dicintai dan keinginan untuk berhubungan dengannya. Cinta itu sendiri bermacam-macam. Yang paling utama dan paling agung  adalah cinta karena Allah Swt dan bagi Allah Swt. Cinta ini mengharuskan cinta terhadap apa yang dicinta Allah Swt, mengharuskan cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.

Karena cinta yang membara itu merupakan jenis penyakit hati, maka ia maih dapat disempuhkan dengan cara apapun. Jika orang yang mengalami cinta membara mendapat jalan untuk berhubungan dengan orang yang dicintainya tepat dengan syariat dan ketetapan (menikah), itulah jalan penyembuhannya. Jika dia tidak mendapatkan jalan untuk berhubungan dengan orang yang dicintai, maka itu merupakan penyakit yang berat. Cara penyembuhannya ialah dengan menimbulkan keputusasaan tentang apa yang hendak diinginkannya sehingga ia benar-benar berputus asa untuk mendapatkannya. (Ibnul Qayyim Al Jauziyyah, Zadul Ma’adi fi Hadyi Khayril Ibadi, Juz 4, 265-278).

Sumber:Terapi Qur’ani dalam Al Quran Cordoba

Previous Post
Leave a comment

9 Comments

  1. Jangan Jatuh Cinta, Tapi Bangunlah Cinta🙂

    Reply
  2. Tepat sekali. Jangan salah dalam mengelola cinta.

    *Jadi teringat Snada dengan “Arti Cinta”

    Reply
  3. Berkat blog ini daku mengetahui mana cinta yang dilarang dan mana cinta yang disayang, penulisnya pasti pecinta Ilahi🙂,

    salam persohiblogan ^_^

    Reply
  4. cintakah engkau padaku? #lho? :p

    Reply
  5. Zian X-Fly

     /  January 24, 2013

    hmm.. bahkan cinta yg berlebihan pada istri pun dosa ya, apalagi pacaran.. he

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: