Bertemu Dua Bocah

1b

: Bahagia

Kemarin. Selepas mengumpulkan draf proposal Usulan Penelitian Tesis yang membuatnya bagai meregang nyawa itu, aku main ke rumah murobbiyahku (waktu masih tinggal di Jatinangor). Satu hal yang takpernah terlupakan ketika berangkat halaqah adalah kebiasaanku jalan kaki menuju rumahnya. Takbegitu jauh memang, hanya perlu waktu 30 menit tempat itu datar-datar saja. Subhanallah, karena perjalanan ke rumah beliau seperti menaiki bukit, maka perjalananku pasti lebih dari itu. Untunglah perjalananku kali ini dimulai dari kampus, paling tidak, 20% perjalanan dari jalan raya sudah tereliminasi. Hufh.. bismillah, aku tempuh silaturahim ke rumah murobbiyahku dengan jalan kaki juga.

Lelah di perjalanan tetap sama. Yang jelas kuingat adalah tempat-tempat aku mengenalkan calon-calon anggota legislatif dari sebuah partai lima tahun lalu. Waktu itu aku mendatangi rumah-rumah untuk mengenalkan parta dan calon-calon anggota legislatifnya. Aku juga melewati sebuah GOR tempat kami mengadakan bakti sosial dan layanan kesehatan gratis. Subhanallah, masa-masa aku masih jadi mahasiswa S1 dulu. Yang berubah adalah aku yang menggunakan sanda berhak 5cm. Energi yang harus aku keluarkan dua kali lipat. Aaah.. demi silaturahim ini, apalah arti energi itu. Lagipula bukankah berjalan siang hari bisa menurunkan berat badan? :p

Sesampai di kompleks perumahan, ternyata banyak hal berubah. Ada masjid yang dulu sama sekali takada. Banyak rumah-rumah baru, dan aku hampir lupa rumah tetehku. Setelah berhenti sebentar dan mengingat, akhirnya kutemukan. Rumah tetehku ada di samping masjid, warnanya tetap biru, hanya pagarnya berubah. Lima menit setelah sampai di depan pintu rumah, beliau membuka pintu.

“Afwan, teteh nggak sengaja tertidur.”

“Gak apa-apa teh” ujarku.

Yang pertama kutanyakan adalah Naula dan Hana, dua putri beliau yang dulu menemani, menjadi biang kerekok yang mengganggu halaqah kami. Dulu Naula masih berusia 3 tahun dan Hana baru lahir. Saat aku ikut shalat di kamar mereka, ternyata Hana sedang tertidur. Hmm.. kulihat ada foto keluarga di toalet. Naula dan Hana sudah besar. Beberapa jam kemudian mereka bangun dan aku ajak berfoto. Inilah mereka:

2b

(Naula (5) dan Hana (3)

Lepas ashar aku shalat ashar lalu pulang. Alhamdulillah bisa berfoto bersama mereka.

2a

wajahku gede banget ya! >,<

Beberapa saat ketika aku menjauh dari rumah mereka, Naula berteriak,

“Ammah! Ammaah!”

Aku menoleh ke belakang, mereka berdua beteriak,

“Ammaaah! Dadaaah!” Sambil melambaikan tangan.

Subhanallah.. rasanya aku akan sering-sering main ke rumah itu mulai saat ini. Belum lima menit meninggalkan mereka, aku sudah rindu ^^

Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: