Tes Toefl [Lagi]

sendal buluk

dulu yang difoto kakiku sama kaki Galuh. Sekarang sendirian :(

Senin, 21 Januari lalu aku tes toefl lagi, sebagai salah satu pemenuhan syarat Sidah Usulan Penelitian tesisku. Hmm.. tes toefl ini mengingatkanku pada tes toefl 2009 lalu. Waktu itu aku tes toefl bareng Galz dan temen-temen yang lain. Huffh.. kenapa ngobrolin hal-hal yang udah lewat siy Nda? Inilah aku, referensiku soal toefl memang cuma pengalamanku waktu tes bersama teman-teman empat tahun lalu. Pengalaman tes toefl itu mengiringi posting perdanaku di MP. Menggerutu soal toefl di QN pertama MP yang sudah almarhumah kini =))

Waktu berlalu, dunia memang berubah, ruangan tesku juga berubah. Senin lalu aku tes bersama mahasiswa-mahasiswa S2 yang sedang mengejar kesempatan untuk SUP bulan depan. Pada masa perkuliahanku kali ini, kampus hanya tempat belajar, tidak ada kehidupan di sana. Mungkin diri ini sudah menutup pintu kehidupanku yang (padahal) disesaki kelengangan. Padahal yang tes toefl itu temen seangkatan, walaupun nggak sejurusan, tapi tetep aja males nyapa or sekadar say hi sama mereka. Selain speachless, kadang kalo udah S2, males banget ngobrol sama orang kalo gak ada hubungannya sama nilai kuliah atau penelitian.

Setelah masuk ke ruangan  dan bertatapan dengan soal-soal tes itu, ternyata jenis soalnya sama persis dengan soal yang aku kerjakan waktu tes masuk S2 2011 lalu. Seidentik apapun soal itu, aku tetep nggak bisa ngerjain dengan cepat. Soalnya, aku kan nggak pernah ngebahas kunci jawabab soal toefl itu. Bagian listening agak pabaliut gegara sibuk ngebuletin. Bagian gramer lumayan ngerti, banyak soal-soal yang udah dipelajari. Etapi tetep kerasa kesusu pas bapaknya bilang, “25 menit lagi,” dan aku masih ngerjain gramer, padahal 50 soal reading masih menunggu.  Alakullihal, yang paling terbantu adalah bagian reading karena teks yang dulu sama yang sekarang udah pasti sama. Aku nggak perlu baca detail teksnya karena udah pernah baca. Pilihan gandanya pun udah pernah aku pilih. Bagian ini lumayan bikin menghemat waktu. :)

tempat tes

ini dia ruangan tesnya. dari dulu FIB tetap gelap yah..

Kalo dijalani, selesai juga kan yah.. Akhisnya setelah tes, aku pulang bawa buku-buku bahan tesis yang setumpuk itu. Pekan depan hasil tesnya keluar, semoga diberi yang terbaik oleh-Nya. Aamiin.

Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: