Menemukan-Mu

cintaAllah2

: langit

Apa yang lebih membahagiakan dari mendapat kesempatan mengenal Allah lebih dekat? Apa yang lebih menyenangkan dari “ditolong Allah lebih cepat?” Tidakkah itu amat lebih dari cukup buatmu yang kotor wahai diri? Khilaf, alfa, dosa yang kau tumpuk sejak baligh laksana bom yang simpan di depan kakimu sendiri. Ia akan meledak tepat di depanmu, melahirkan sakit yang sesuai dengan kapasitas yang kau tanam, setimpal, tidak meleset sedikitpun. Satu hal yang harus kau lakukan untuk menjinakkan dosa yang kau tanam: taubat.

Orang bijak berkata, Allah Swt membina manusia dengan cara yang umum dan khusus. Cara yang umum dirasakan oleh seluruh makhluk-Nya. Ia menciptakan, memelihara, memenuhi kebutuhan, dan mengurus seluruh kebutuhanmu. Pada tubuhmu yang masih sehat, pada nafas yang masih dapat kau hirup dengan gratis, pada sahabat yang medengarkan cerita-ceritamu, pada studi yang tetap dalam keadaan baik, Ia hadir menyapamu walaupun kau terkadang takmenyadarinya. Lalu dalam keadaan demikian, kasih sayang-Nya kepadamu membuat-Nya ingin memperkenalkan diri-Nya lebih dekat. Kau dibuat-Nya mengenal Dia lebih dalam lagi. Kau diberi hadiah termahal, ketauhiidan. Namun, satu hal yang harus kau tempuh: kepahitan.

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya seseorang yang akan diberi kedudukan tinggi di sisi Allah, sedang ia tidak dapat mencapai kedudukan itu dengan amalnya. Maka Allah akan terus-menerus mengujinya dengan kesulitan dan kesusahan yang tidak disukainya sehingga ia dapat mencapai kedudukan tinggi tersebut,” (HR. Abu Ya’la).

Maka pada kepahitan, jangan pernah kau sibuk mengurusi kejadian atau bahkan orang-orang yang menyebabkan kepahitan itu terjadi. Fokuslah pada dirimu! Ambillah keuntungan dari takdir baik (yang kau anggap masalah) itu dengan mengakui dosa-dosamu. Lihat satu persatu, periksa satu persatu dosamu sejak dulu. Boleh jadi semua yang kau alami adalah bom dosa yang meledak tepat pada waktunya. Saat Allah Swt membangunkanmu, saat kau ditolong Allah dengan cepat, saat itulah sepantasnya kau bahagia.

: shabrina

Ia tahu isi hatimu. Ia tahu, apa dan siapa tuhan-tuhan kecil yang selama ini menyesaki hatimu. Maka saat inilah Ia menyapamu, memperkenalkan diri-Nya, memperlihatkan diri-Nya dengan mencabut satu persatu tuhan kecil yang ada dalam hatimu. Maka, lekaslah berlari kepada-Nya. Saat tuhan itu “dicabut paksa” oleh-Nya, awalnya pasti terasa sakit. Namun, bukankah itu adalah takdir paling baik dalam hidupmu selama bernafas di dunia ini?

Jangan sombong! Akui dosa-dosamu! Bertaubatlah, ingat dan mohon ampunlah atas satu persatu dosa yang kau perbuat dan kau tumpuk sejak dulu. Luaskan kesabaranmu untuk terus mendekat kepada-Nya. Jadikanlah setiap kepahitan sebagai anugerah terbaik untuk mendekat kepada-Nya. Jadikan sekecil apapun, sesepele apapun teguran yang Allah Swt berikan kepadamu sebagai jalan untuk memenuhi hatimu dengan-Nya. Ini baru permulaan, mujahadahmu masih akan sangat panjang. Langitkan kesabaranmu untuk mendapatkan hadiah terbaik dari-Nya.  Kau pasti bisa!

Allah Swt menolongmu. Allah Swt mencintaimu. Berjuanglah menghadirkan Allah Swt di hatimu. Nanti, kau akan amat mengerti bahwa Ia yang merencanakan hidupmu, menetapkan takdirmu, memperhatikan gerak-gerikmu, dan selalu memberikan takdir terbaik buatmu. Mengenal-Nya adalah hadiah terbaik buatmu. Berjuanglah!

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: