Berhentilah Berbalik!

danbo keep moving

Akhir-akhir ini ada yang mencariku demi mendapatkan kondisi ideal yang diinginkan dalam lingkungan barunya. Hidup yang dihadapi dianggapnya tidak sesuai dengan apa yang ada di benak. Yang disasar adalah orang sekitar. Konsekuansi perpindahan adalah adaptasi. Baik pindah secara fisik, mental, maupun dimensi hidup, kita dituntut untuk siap menerima realitas yang taksesuai dengan kondisi ideal yang diharap-harapkan.

Tanpa disadari, setiap hari kita sedang berpindah dari masa lalu ke masa depan. Modal utama yang dipunyai hanya hari ini, dan kondisi ideal yang kita inginkan mungkin akan terjadi besok, lusa, bahkan puluhan tahun mendatang. Kondisi ideal juga bisa memiliki jarak yang amat jauh dari realitas kita. Bahkan mungkin kondisi ideal itu keluar dari orbit hidup kita karena yang dinginkan hanya angan-angan, takrealistis, atau taksesuai dengan yang disukai oleh Allah Swt. Hati-hatilah pada bagian ini.

Ya! Perubahan dalam hidup kadang menghadirkan kekecewaan. Agar sukses menjalaninya, kita harus berbuat sesuatu.  Langkah pertama adalah penerimaah, selanjutnya adalah adaptasi. Mengapa? Karena kehidupan baru kita melibatkan orang lain dan boleh jadi masalah orang lain lebih kompleks dari kita. Jadi, saat bertemu dengan realitas baru dalam hidup, menagih perbaikan kepada orang lain adalah jalan yang kurang tepat.

Ada juga orang yang menghadapi realitas dengan membuka-buka koper masa lalu yang dianggap lebih ideal dari hidup yang sedang dijalani. Dikiranya kondisi ideal di masa lalu dapat memperbaiki kehidupan yang sedang dijalani. Dihubunginya orang-orang di masa lalu yang dianggapnya ideal membantunya melahirkan kondisi ideal. Padahal realitas dan orang-orang yang membersamainya di masa lalu belum tentu sempurna. Bahkan bisa jadi, dahulu ketika menjalaninya, kehidupan yang dijalani jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, yang harus didahulukan adalah mengubah pandangan tentang realitas yang sedang dihadapi dan berjuang total untuk beradaptasi dengan lingkungan. Mengapa? Karena selain diri sendiri lingkungan punya kekuatan untuk mendukung perbaikan.

Cara lain yang dapat melahirkan perbaikan adalah menghilangkan perasaan bahwa diri sedang bermasalah dan biangkerok dari masalah tersebut adalah realitas. Jangan sampai ada kalimat, “Sadar gak siy kalian bermasalah?! Sikap itu akan melahirkan dua respon. Kita dianggap malaikat atau tukang sulap yang dapat memperbaiki keadaan dengan cepat. Sebaliknya, kita dianggap mencampuri urusan orang lain. Orang akan berkata “Suka-suka gue, inikan kehidupan gw!”

Berhentilah berbalik ke masa lalu dan mencari orang-orang lama untuk menyelesaikan masalah kompleks yang ada dalam kehidupan baru! Boleh jadi, realitas hari ini serasa jadi masalah hanya karena diri kita belum diterima atau belum bisa menerima orang baru. Padahal aset terbesar menghadapi hari ini untuk masa depan yang lebih baik adalah orang-orang yang ada di sekitar. Mereka juga ingin memperbaiki hidup. Mereka juga ingin dilibatkan dan menjadi bagian dari perbaikan. Hubungi orang-orang disekitarmu mulai detik ini. Keep fight!

Leave a comment

2 Comments

  1. Fotonya asa waas eta na rel kareta nda.wkwkwkkww
    Gagal fokus :p

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: