Kembali Berdoa

Hari ini perempuan itu kembali ke rumah suci. Tentu dengan sekoper harap yang telah ia lipat rapi. Di sana ia kembali menemukan dirinya waktu itu, waktu harap tumpah ruah pada yang fana, waktu hidup dihidupi dengan angan-angan belaka.

Perempuan itu kembali ke sana. Ia kini takterlalu memaksa. Mungkin saat ini ia amat sangat tahu diri. Bahagia bermandikan alfa di silam itu membuatnya harus berhitung, sampai kapan ia dapat melunasinya dan berani mempelihatkan muka di depan-Nya.

Terlalu banyak alfa.
Ah.. hari ini perempuan itu benar-benar sedang tahu diri. Ternyata di hadapan-Nya juga tidak boleh terlalu percaya diri. Merengek, memakasa, bahkan mengadili. Hey! Dia Tuhan Yang Maha Segala! Takbisa Dia diposisikan sebagai mesin pengabul doa. Ia tetapkan semua sesuai kehendak-Nya.

Kali ini perempuan itu belajar lagi, tentang beberapa pinta yang sudah waktunya dicoreti. Tentang impian yang ternyata hanya angan-angan. Tentang hidup yang harus berlanjut. Tentang sederet cita-cita yang telah tercatat bertahun lama dan meminta untuk disampaikan kepada-Nya.

Ini malam bukan malam biasa. Ini bulan bukan bulan biasa. Ini waktu pengabulan doa. Hey! Tapi ingat, sampaikanlah doa yang sebenarnya. Ia masih memberimu kesempatan untuk meminta. Ia masih memberimu keleluasaan untuk bermimpi. Bangkit! Sampaikanlah bahwa kamu masih punya pinta. Perlihatkanlah bahwa kamu masih bernyawa.[]

image

Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. Tahu diri!

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: