Manusia Jenaka Dan Sebuah Pertemuan

image

: embun

Hai Embun, apa kabar?

Kau pasti kembali penasaran tentang manusia jenaka yang selalu berpapasan denganku akhir-akhir ini. Semoga hatimu takmenagih kisah takdir yang takmungkin kuwujudkan tanpa kehendak Tuhan. Kisah kita takpernah benar-benar sama. Ia hanya mirip. Aku takkan pernah berani mengatanyannya sama, karena takdirku sudah mendahuluimu.

Embun, manusia jenaka itu sudah pernah berpapasan denganku puluhan purnama lalu. Namun, aku amat malu mengangkat kepalaku saat bertemu dulu. Ia adalah hiruk pikuk stasiun kereta sedangkan aku hanya riuh taman kota. Ia manusia yang selalu banyak bicara sedangkan aku sibuk mencari makna. Ia adalah ramai pasar malam sedang aku hanya hening musium. Aku yang merasa diri bagian paling bising dari dunia ini ternyata bertemu ia yang memekakkan telinga.

Waktu mengantarku berjumpa dengannya sana. Di belantara hiruk pikuk ia memulai percakapan kita. Taklebih dari satu kalimat jeda, semua berlalu dengan mudahnya. Cukuplah aku memaknainya sebagai badut jenaka. Semoga ia bukan pinokio yang terlalu terbiasa berdusta. Semoga.

Previous Post
Leave a comment

5 Comments

  1. ihiiirrr…jadi balon-balon itu dekat dengan sang badut? aah..sayangnya aku gak bisa mention si badut di sini.😀

    Reply
  2. Ciee,…😀
    salam kenal mbak😀

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: