Waktu dan Sekotak Rindu

sukab 2

Dear Sukab,

Wahai penyabar, semoga kau sempat membaca suratku hari ini. Gerimis tadi pagi, pekerjaan yang akan menggelayuti esok hari, semoga takmerintangimu untuk sekadar duduk membaca kabar keramaian ruang tunggu yang sesungguhnya bisu. Di sana hanya ada waktu, sekotak rindu, dan aku. Hiruk-pikuk manusia yang berlalu-lalang semacam hologram yang menjadi sekat paling dekat antara aku dan kau. Kita sudah saling tahu bukan? Hanya saja, sekotak rindu yang kau beri takdapat ditukar dengan sekoper keberanian untuk bertemu. Maafkan aku.

Ruang tunggu ini senyap Sukab. Keheningannya mencecahkan ketakutan pada rindu yang hanya sekotak itu. Kebingaran ragu memencilkan keyakinanku tentang pintu yang akan terbuka pada suatu waktu. Kata “tidak tahu” seolah menjadi isyarat kelomponganku tentang kau. Kala kelu. Ia taksedikitpun sudi untuk sekadar merisik tentang kapan kau akan mengetuk pintu. Ah, sungguh. Keantapan ini menikamku. Aku beku.

Maka tetaplah menjadi lelaki musim semi agar aku taksulit mengetahui kehadiranmu. Sampaikan kebaikan Tuhan ke segala penjuru. Jeda ini memang taksingkat, tapi takterlalu lena jika ditukar dengan kebahagiaan semasa usiaku dan usiamu. Aku akan tetap di sini, bersama waktu dan sekotak rindu. Tentang nasib doa-doaku, mungkin harus aku kabarkan selanjutnya kepadamu.[]

yang selalu rindu,

Maneka

foto diedit dari sini

Leave a comment

2 Comments

  1. Maca ieu nu kapikiran foto jeng foto jeng balon -__-

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: