Kita Sama-sama Tahu Ndezz..

image

“kita sama-sma tahu, keindahan senja itu, kepastiannya untuk selesai…” -alina-

Entah. Aku ini benar-benar tahu atau pura-pura tahu tentang apa yang kamu sebut ‘galau’ akhir-akhir ini. Yang hampir pasti, kita sedang pada posisi atau status yang sama (sialnya aku harus ngaku) *sambil meringis. Ya! Untuk orang sesibuk dan seakrab kamu dengan naskah-naskah itu, nampaknya gak ada waktu buat galau. Kecuali karena ada “orang sinting” yang lewat sambil dadah-dadah, atau lagi pengen aja ngerasain sensasi galau dengan mengikuti akun gak jelas. Ah.. aku sarankan, sensai itu nggak jauh dari rujak yang kurang bumbu. Kita jelas tahu rasa yang sebenarnya sudah kita alami (entah kapan) di masa lalu. Cukup, cukup, cukup. Bersenang-senang dengan mimpi dan pencapaian target justru lebih nyaman bukan?! Asal kita sama-sama tahu saja bahwa ada saatnya kita mengapung dan beranjak dari lautan pekerjaan.

Nah, undangan itulah yang mungkin jadi alat kejut buat kita. Sedikiiit saja penyadaran bahwa suatu saat akan kita rasakan degup kencang sebagai tanda “Ya,” pada seorang yang meminang. Suatu ketika akan ada yang bertanya ukuran jari tangan kita (hati-hati ah, jangan jempol semua | dieeeet!). Dengan canggung akan ada seorang ibu yang “menculik” untuk membeli seserahan bersama (ini khayalan tingkat tinggi atau apa?!) Ahahaha! Persiapan desain undangan itu, membagikannya, hiruk-pikuk kostum pernikahan walaupun amat sederhana, dan aqad nikah sebagai janji suci. Ah, Tuhan selalu tepat waktu.

Soal manusia, waktu, dan tempat masih misteri itu, jika Tuhan sudah mengabarimu, jangan simpan dari aku ya! Kamu harus kasih tahu! Paling tidak, aku bisa siapkan baju paling bagus untuk hadir ke perhelatanmu. *inget kaaan! “Iraha bade ngulem, supados abdi tiasa meser acuk sae.” Bwahahaha!

Yah! Delapan Maret, biar bisa hadir di ibukota malam hari, kita wajib nebeng sama Eyang atau Nanan. *Ampun meuni disebutkeun di blog. Semoga to do list selanjutnya nggak terhambat deadline or wawancara kerjaku di tempat baru. Doain ya, aku bisa dapet tempat ngajar baru secepatnya.. Sebagai magister, aku masih hijau, pasti banyaaaaak saingan. Makanya doamu berhargaaaa…

Surat kedua dari kamu, baru aku balas kali ini hihihi..

*itu kutipan di awal cuekin aja, gagayaan wungkul=))

Sahabatmu,

Linda Langitshabrina

foto dari sini

Leave a comment

3 Comments

  1. ga ngerti mbak, berat😦

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: