#1 Randomku Hari Ini

compute-design-allwayalone_mnogo_morkovok

Dear Ndezz,

Mohon maaf suratmu baru bisa aku balas. Sebenarnya aku sedang amat malas menulis Hmm.. tapi nampaknya harus mulai kutanggalkan malas ini. Bukankah menulis adalah salah satu cara untuk menyegarkan pikiran? Apalagi menulis surat buat kamu.

Soal naitmer beberapa malam lalu, aku minta maaf. Demi apapun, aku sudah berencana jauh-jauh hari. Buktinya kita udah ngobrol lalalala di TL kan! Ya, bodohku cuma satu dan fatal bingit, aku nggak nanya jadwal naitmer di Ardan itu jam berapa. Perasaan (cewek yang satu ini masih percaya perasaan) waktu bikin tesis dulu, kita ngedengerin naitmer ampe lewat jam 12 malem deh. Bahkan di bayanganku jam 1 malem. Teu rame ateuh ngedengerin cerita horor sebelum jam 12 mah. Sama kayak temen-temen aku dulu yang selalu ngetawain kalo aku bilang lagi insomnia tapi tidur jam 12 atau jam 1 malem. Itumah masih terbilang sore buat orang-orang yang biasa ngejer deadline (apapun konteksnya). Ieu aku keur nyarita naon Ndez? Alibi atawa saran kritik jang Ardan?

Hmm.. berarti, berdasarkan kejadian kemarin malem, rencana kita untuk ngedengerin naitmer bareng fix GAGAL. Ah, bukannya kita udah terbiasa gagal dalam eksekusi soal ini! Nu penting mah kita udah sukses silaturahim dalam transfer data di dunia nyata, bukan di TL. Menurut aku, itu prestasi sesungguhnya walaupun ngedengerin naitmer bareng juga masih jadi PR kita berdua. Bersyukur dengan yang ada lebih baik daripada menyesali kegagalan kan. Sama seperti pepatah, menyalakan lilin lebih baik daripada mengutuk kegelapan. Naon deui ieu Ndez?! “Jangan Golput! Pilih Linda!” Wkwkwk!

Ndezz, seperti yang aku bilang tempo hari, kamu satu satunya teman yang selalu berhasil menemukan tempat persembunyianku. Dengan alasan apapun, aku salut buat kamu yang bersedia ketemu aku di kosan. Awalnya ya, aku takut kamu kesulitan dengan kerumitan rute kosan aku. Ternyata sederhana yah, kalo niat silaturahimnya sudah bulat hahaha!

Tahu gak, setelah pindah ke kosan yang ada di pedalaman dan lantai dua, aku males banget ke mana-mana lho! Jumat lalu aku ke luar bentar, nyampe di depan jalan raya rasanya bisiiiing banget. Nggak nyaman pokoknya. Kadang kepikiran, kalo dalam sebulan aku memutuskan cuma keluar rumah 4 kali, itu termasuk hikikomori gak ya? Sumpah, asa haroream ka mana-mana.

Berkaitan dengan pembicaraan kita di kosan, Jumat lalu angkot yang aku tumpangi melitas ke jalan yang banyak banget tukang tambal ban-nya. Kios mereka sederhana dan penuh dengan ban bekas. Aku lihat, di samping tempat mereka mencari rezeki itu ada gubuk kecil 1 x 3 meter mungkin. Di balik kaca jendela gubuk itu aku lihat boneka usang tergeletak. Ternyata itu milik anak kira-kira berusia 1 tahun yang sedang berlarian di trotoar. Di samping gubuk itu ada bentangan jemuran pakaian. Ya, beberapa di antaranya ada baju-baju dan celana khas anak-anak seusianya. Di sana ada kehidupan yang pasti sudah diputuskan oleh orang-orang yang memilihnya. Mungkin karena mantap, atau karena tak ada pilihan lain. Dari sana aku lihat sepahit apapun pilihan kita, kalau ikhlas menjalaninya pasti akan diganjar kebaikan oleh Tuhan. Aku jadi sadar ternyata di sudut sempit itu juga ada kebahagiaan yang Allah anugerahkan buat mereka yang konsisten menjalani keputusannya.

Berkeputusan itu sama dengan mengambil sikap, bukan hanya memenuhi hasrat untuk putus dari sebuah keadaan yang tidak menyenangkan. Seperti yang kamu bilang, “Aku juga istikharah!” Itu adalah langkah paling benar yang dilakukan oleh orang yang akan berkeputusan. Istikharah itu pengakuan bahwa kita lemah dan Dia kuat. Kita tidak tahu dan Dia Maha Tahu yang terbaik buat kita. Soal ini nampaknya kita sedang sama-sama belajar. Tantangan besar dalam menguatkan kepasrahan saat istikharah adalah kecurigaan tentang masa depan. Inilah yang sebenar-benarnya disebut galau. Di sinilah gunanya teman. Teman ada untuk saling menguatkan. Kata Ayah Pidi “Teman itu, yang ketika kamu dengannya, kamu tidak sendiri.” Yap! Di dunia ini berserakat teman yang ketika bersama mereka pun kita masih merasa terpencil. Semoga kita bisa jadi sebenar-benarnya teman ya Ndezz.

By the way, beberapa hari lalu aku nonton film architecture101. Di sana diceritain seorang perempuan yang ngerenovasi rumah buat nemenin ayahnya di hari tua. Di film itu diceritain sudut-sudut rumah menyimpan kenangan. Bagian-bagian itu nggak diubah dan tetap diabadikan oleh sang arsitek. Film ini bikin aku inget sama perdebatanku dengan ayah. Setelah bikin kios, ayah berniat bikin rumah kecil buat kita singgah di Tasikmalaya. Aku sempet nggak nyaranin, “no comment”, mungkin bisa dibilang menolah. Aku menolak bukan cuma karena pengeluaran yang nampaknya bakal membengkak, tapi karena aku nggak suka menetap di suatu tempat. Belum lagi ya, rumah itu bakan jarang ditempati karena ayah lebih lama tinggal di Denpasar ketimbang tinggal di Tasikmalaya. Pikirku useless lah kalau bikin rumah yang jarang ditempati.

Aku gagal membaca pikiran ayah yang mau menyiapkan kenangan buat anak-anaknya. Aku gagal memahami keinginan ayah menghabiskan masa tua dengan kisah-kisah yang menempati setiap sudut rumah. Ya, ternyata kenangan itu bagian penting dalam hidup. Di film itu kakek tua yang sudah menyerah dari perawatan dokter menghabiskan sisa hidupnya di rumah. Di rumah itu dia terlihat jauh lebih bahagia. Salah satu penyebabnya adalah kenangan yang terdapat dalam rumah itu. Ya, hikmah bisa didapat dari mana saja, termasuk dari film yang kita tonton. Aku jadi berpikir ulang soal pertanyaan ayah tentang rumah.

Oke Ndezz, surat randomku cukup sampai di sini. Semoga malam Jumat pekan ini kita bisa benar-benar ngedengerin naitmer Ardan di TL bersama. Aamiin.

Yang selalu rindu,

 Langit Shabrina

gambar ilustrasi dari sini

Previous Post
Leave a comment

3 Comments

  1. naitmare=nonton midnight?
    apa nama acara di radio?

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: