Dare To Dream: Work In Progress!

inprogress
Mimpiku yang lain nggak jauh beda sama daily dream perempuan-perempuan biasa. Aku ingin punya keluarga kecil dengan rumah dan berbagai fasilitas yang memadai. Mungkin aku salah satu korban film Full House sampai-sampai salah satu rumah impianku arsitekturnya semacam itu, luas, dipenuhi cahaya matahari, dekat dengan alam, dan nyaman dijadikan tempat menulis. Itu aku targetkan maksimal pada tahun 2023. Hmm.. sembilan tahun lagi berarti. Semoga terwujud.

Full_House
Pada waktu yang sama aku juga ingin punya empat orang anak. Dalam mimpi-mimpiku tak ada hal spesifik yang aku tuliskan tentang anak-anakku kecuali di mana mereka akan kuliah dan berapa jumlah hafalan Al Quran mereka. Entah mengapa aku menargetnya amat sangat lama. Dalam sembilan tahun anak pertamaku hafal 8 Juz, anak kedua hafal 6 juz, anak ketiga hafal 4 juz, dan anak keempat hafal 2 juz. Mungkin karena aku termasuk perempuan yang ingin mendidik anakku sendiri. Aku tidak mau kehilangan anakku dengan menyimpannya di asrama atau lembaga hafalan Quran yang biasa menargetkan anak untuk hafal Al Quran dalam dua tahun.

reading quran together
Pada tahun 2024-2029, tanpa menghitung berapa usia anak-anakku, aku menargetkan mereka sekolah di Turki, Mesir, atau negara lainnya. Mungkin di pikiranku lima tahun lalu, aku ingin mereka kuliah di sana. Pada rentang tahun yang sama, aku berharap kedua orangtuaku tinggal di rumahku. Hafalan Al Quran anak-anakku semakin bertambah. Anak pertama 20 Juz, Anak kedua 18 Juz, Anak ketiga 16 Juz, Anak keempat 14 Juz, Anak kelima 12 Juz, Anak keenam 10 Juz. Pada usia 42 tahun bahkan target hafalanku baru 15 juz. Target ini membuatku sadar bahwa aku termasuk manusia yang mementingkan proses, bukan hasil. Progress adalah sesuatu yang kuanggap lebih menyenangkan dijalani daripada hasil yang dicapai.

Sampai akhir 2029 aku punya lembaga tahsin-tahfidz, butik, lembaga bimbingan bahasa asing di berbagai kota di Indonesia. Aku juga ingin I’tikaf di masjidil haram bersama keluarga, haji, umroh, reportase pembebasan Al Aqsa ke Palestina, dan berbagai mimpi yang kadang logis kadang tidak. Terkadang aku juga sadar daily dream sebagai seorang perempuan jauh dari sinkron dengan big dream yang aku buat. Pada saat aku ingin menjaga anak-anakku di rumah, aku juga masih ingin menjadi pembicara di konfrensi Internasional yang membahas Islam dan Perkembangan Kebudayaan di Era Postmodern. Pada saat aku ingin menikmati rumah yang nyaman untuk bekerja sebagai penulis, aku juga ingin reportase ke Palestina. Ketidaksinkronan ini pula yang mungkin beberapa orang menolaknya bahkan mempertanyakannya.

Sederhananya, aku hanya perempuan biasa yang ingin masuk surga karena rahmat Allah dan punya generasi sahabat Al Quran, punya kiprah di bidang cultural studies dan jurnalistik. Membangun surga di dunia dan di akhirat. Untunglah di akhir mimpiku, aku taklupa menulis “Hanya berharap atas kemahaberkehendakan Allah. Apabila ada yang tidak rasional, ini adalah mimpi yang diberi batas waktu. Mohon maaf.”

*tulisan getir orang yang nulis mimpinya di excel dan selama hampir setahun nggak pernah nengok mimpi-mimpinya.
** bukan pencitraan

*** gambar dari sini sini sini

Leave a comment

2 Comments

  1. Impian yg hebat agar bisa menjadikan anak penghafal al quran..

    Reply
  1. Dare To Dream: Semangat Taubat dan Munajat Bikin Kita Kuat | waiting room

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: