Pertemuan

image

Kali ini hariku dimulai dengan berbagai hiruk-pikuk pagi hari. Dengan asap rokok, dan antrean angkot gratis kampus ia berawal. Ah, ada yang salah dengan format revisi tesisku. Haruskah aku rombak lagi? Aku berniat demikian agaknya. Aku harus siap menerima protesan dari dosen-dosen lain tentang kesalahan format ini. Huffh! Hadapi sajalah!

Pagi ini aku juga melihat mahasiswa yang sudah duduk manis, mengawali harinya dengan wifi kampus. Betapa terjajahnya ia oleh dunia maya. Mungkinkah semalam ia juga tidak tidur karena mengobrol dengan teman virtualnya? Masih teringan bertahun lalu aku dan beberapa kawan amat betah duduk di PSBJ lengkap dengan terminal listrik pribada karena khawatir takdapat jatah listrik ketika laptop kehabisan energi. Sampai maghrib. Aku ingat sekali batas waktu pulang ke kosan. Bahkan teman-teman yang laki-laki tetap tinggal sampai larut malam. Demikianlah, selalu ada saja generasi yang fakir internet pada sebuah masa. Hahaha!

Perbedaan lain di kampus adalah masjid. Kali ini masjid laki-laki dan perempuan dipisahkan. Feminisme sudah mengakar sampai masjid rupanya?! Hahaha, aku bercanda. Alhamdulillah ruangan shalat untuk ribuan mahasiswa dari sembilan jurusan sudah lebih senggang, walaupun tidak dapat diingkari toilet dan tempat wudhunya masih belum ada perbaikan. Masjid ini tetap sejuk untuk orang-orang yang terengah-engah dengan kepenatan kelas.

Tuhan mengajariku tentang ketepatan waktu. Ia terkesan relatif bagi kita, tapi amat akurat bagi-Nya. Tepat pukul 11 aku mengetuk pintu ruangan seorang dosen. Bukan hanya takada ia, pintu terkunci bahkan. Aku hanya mengirim sms tanpa balasan darinya. Untuk memastikan, aku cari namanya di jadwal mata kuliah gedung B dan C. Takada jadwalnya hari ini. Aku putuskan untuk pulang dan mengejar dosen lain. Di angkot kampus, pukul 11.30 ia membalas smsku dan berkata bahwa dirinya ada di ruangan yang tadi aku ketuk. Seketika aku meminta turun dari angkot dan menuju ruangan tersebut. Dapat juga aku tanda tangan itu.

Saat bertemu dosenku berujar, “tadi ada keperluan dulu.” Ah, Allah memang menyelesaikan urusan semua hamba-Nya, bukan cuma aku. Bahagia sekali mendengar cerita dosenku itu. Setelah mendapat tanda tangan, aku menuju tempat lain, kembali meminta tanda tangan. Sebelum pukul 3 sore aku tiba di lantai 3 gedung pascasarjana Unpad. Kali ini beliau juga langsung menanda tangan tesisku. “kalau kamu telat sedikit, saya sudah masuk ruangan, bisa sampai jam 6 kamu menunggu.” katanya.

Yang aku suka dari hariku ini adalah ketepatan waktu. Allah selalu tepat waktu. Walaupun lama menunggu, berat mengejar tempat pertemuan, aku bahagia. Terutama karena orang-orang yang akan bertemu tidak terbebani dengan pertemuan tersebut.[]

foto dari sini

Leave a comment

4 Comments

  1. Suka kesimpulan ini Kak… “Ah, Allah memang menyelesaikan urusan semua hamba-Nya, bukan cuma aku.” Di saat yang kebanyakan orang mengeluh, Kakak bikin saya berpikir kalau keadaan semacam itu (dosen pergi saat didatangi) pun harus disyukuri.

    Reply
  2. semoga tesisnya sukses🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: