Akhir Juni

image

Dear Sukab,

Ini hari sudah masuk senja di Bulan Juni, tapi aku jelas-jelas takmampu menepati janji, menyuratimu setiap hari. Entah ada apa dengan Bulan Juni, namanya takberenergi untuk membuatku hiruk-pikuk bercerita. Dia mengalir begitu saja. Ah, bukankah sejak dulu harimu sudah membosankan seperti itu?!

Sukab, Juni takterlalu buruk ternyata. Setidaknya ada tiga hal yang amat aku syukuri di bulan ini. Bisa merasakan peliknya jadi kakak, bukankah itu lumayan menyenangkan? Dalam keterbatasan, jasad yang cuma seonggok ini bisa diberdayakan untuk sedikit melancarkan kebahagiaan orang sekitar.

Di awal bulan, aku menemani adik beliaku melahirkan. Masih saja aku menyebutnya belia, padahal dia sudah bersuami dan sedang menyusun TA sarjana. Mungkin karena aku tahu masa kecilnya. Perjalanan kehamilannya aku genap tahu. Dapat kesempatan mengantarnya periksa, mengantarkan barang-barang keperluan bayinya, dan menghadiri persalinannya, bukankah itu pelajaran berharga?! Bayi cantik bernama Celmira pun lahir. Dalam hidup yang membosankan, menjadi bagian dari kehadirannya amat menyenangkan.

Beberapa hari kemudian aku mendapat telpon dari ayah. Adik sepupuku yang lain sedang menuju Jakarta. Ia mengikuti workshop pekerjaan pertamanya. Adikku yang satu ini takjauh beda, ia masih sedang menjalani tingkat akhir perkuliahannya. Aku sempat iri melihatnya bisa bekerja sejak dini. Mungkin saat seusianya, aku masih sedang sibuk memikirkan skripsi dan organisasi. Dari Jakarta, adikku mendapat orientasi karyawan baru di Bandung. Alhamdulillah kami sempat bertemu, menjenguk Celmira, dan menghabiskan beberapa waktu. Menjadi bagian dari kisah kesuksesan orang-orang yang kita sayangi menyenangkan bukan?!

Kisah terakhir masih kujalani sampai hari ini. Aku membantu pendaftaran adikku yang masuk ke perguruan tinggi. Jika sedang bekerja fulltime di kantor, mungkin aku tidak akan bisa membantu menangani bagian ini. Allah sebaik-baik penentu cerita hidup memang. Seperti yang biasa terjadi, mendaftar ke universitas tidak pernah sederhana. Kau juga genap pernah merasakannya Sukab. Antrean di mana-mana, gerombolan di mana-mana, dan aku bersyukur dapat dengan mudah menjalaninya.

Mengisi formulir pendaftaran tanpa siempunya, menulis kembali nama ayah dan ibu, pendidikan terakhir mereka, pekerjaan dan penghasilan mereka. Serasa kembali ke masa lalu. Bahkan program studi yang akan ia jalani, aku yang memilihkan. Hmm, menimbang-nimbang masa depan dan membolak balik pertanyaan apakah ia akan bahagia menjalaninya adalah keharusan. Belum lagi saat pengembalian formulir yang seharusnya takboleh diwakilkan. Menggantikan posisi perempuan mungkin bisa dikelabukan, ini aku sedang mendaftrkan adiiku yang laki-laki. Untunglah petugas pendaftaran amat baik menghadapiku. Semuanya berjalan lancar. Kini tinggal membantu kelancaran bimbingan tes, tryout, dan tes tulis bulan depan. Besok adikku akan tiba di Bandung. Semoga ia dapat teman terbaik selama di sini.

Nah, demikian tiga kebahagiaanku bulan Juni. Buatmu dan buat yang lain, mungkin ini sesuatu yang biasa. Bulan depan, tugasku adalah menemani Ramadhan adikku (yang lain) selama tiga minggu. Ini Ramadhan pertamanya di Bandung. Aku menginap di kontrakan (yang ia takpernah rela disebut kosan)nya. Dengan kesenggangan hari-hariku, semoga target Ramadhanku tercapa dengan mulus. Semoga doa-doaku terkabul. Semoga ayah dan ibu kita sehat, bahagia dunia akhirat. Semoga cita-cita sederhana kita tercapai di penguhujungnya.

Sukab, jangan terlalu mencemaskan aku🙂

yang selalu rindu,

Maneka

*foto by siriusbintang

Previous Post
Leave a comment

3 Comments

  1. mengaminkan doa yang dibawah… ^^

    Reply
  2. Hallo sukab, Alina merindukanmu..
    salam kenal mbak

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: