Cinta Sendiri

짝사랑

Ini judul mirip sekali dengan sebuah lagu milik Kahitna. Sempat ada masa aku suka memutar lagu itu bolak-balik. Hari ini rasanya teramat lucu mengingatnya. Ah, paling tidak, aku pernah mengalaminya. Rasanya memang belum lengkap sebuah blog bertajuk waitingroom tanpa tulisan cinta sendiri ini. Harus ada dan pernah satu tulisan yang mewakili penantian panjang tanpa ujung! Inilah satu-satunya tulisan itu.

Cinta sendiri  memang jarang disebut-sebut di negara ini. Ia hanya ada di judul lagu. Orang Indonesia lebih akrab menyebutnya cinta bertepuk sebelah tangan. Ya, sebuah gerakan yang sebenarnya hanya goyangan tangan. Bukan tepukan kalau dilakukan hanya oleh sebelah tangan. Tidak pernah akan ada suara tepukan jika yang melakukan bukan kedua tangan. Barangkali, dengan cara inilah ketidakmungkinan disampaikan.

Dalam bahasa Inggris, cinta sendiri sering dibahasakan dengan “Unrequited love” atau cinta yang takberbalas. Ini jelas sama dengan kasih taksampai versi Indonesia. Keduanya memang jelas-jelas menyiratkan pesan bahwa cinta itu takmungkin lagi bertemu di sebuah persimpangan. Bahasa baru soal cinta sendiri ini aku temukan juga di Korea, negara yang menurutku paling dramatis soal cinta. Ia lebih drama dari telenovela zaman dulu. Mungkin karena kedekatan warna rambut atau bagaimana, aku gak ngerti juga. Yang pasti ceritanya lebih bisa diterima ketimbang telenovela. Di Korea, cinta sendiri dibahasakan dengan kata  짝사랑  “caksarang” atau cinta sepihak.  Ada beberapa drama yang menceritakan jenis cinta ini, walaupun akhirnya cinta sang perempuan/ laki-laki berbalas juga. Tetapi mereka amat sangat terbebas dengan cinta sepihak ini.

Dalam cinta sepihak, seseorang bisa melihat dan memerhatikan orang yang dicintai dari jauh dengan perasaan bahagia, walaupun orang yang dicintai telah berpasangan atau menikah. Bila yang dicintai berbahagia, ia dapat berbahagia tanpa harus meminta izin pada siapapun. Sebaliknya, bila yang dicintai bersedih, si empunya cinta boleh ikut bersedih tanpa harus menceritakannya pada siapapun. Cinta sepihak membebaskan seseorang berkorban semaunya untuk yang dicintainya. Tentu dalam keheningan tanpa harus diketahui oleh siapapun, termasuk orang yang dicintai. Cinta sepihak takmengenal batas waktu. Dia bisa terus ada sampai kapanpun walaupun yang mencintai secara formal sudah memiliki kekasih atau bahkan menikah. Ini gila memang. Tetapi begitulah salah satu kenyataan cinta sepihak. Cinta sepihak berakhir bukan karena status hubungan. Ia tamat ketika si empunya cinta memutuskan  untuk mengakhirinya.

Sederhana bukan? Tidak ada paksaan untuk sebuah balasan. Tidak ada kengerian tentang kesedihan karena yang dicinta sedang bersama orang lain. Ini bukan tentang dua orang, ini hanya tentang satu orang dengan cintanya. Di sebagian negara, ini mungkin masuk pada kategori penyakit jiwa hahaha! Di sebagian lagi mungkin dianggap sebuah dosa. “Iya lah! Mencintai seseorang yang sudah berpasangan resmi apa namanya kalau bukan dosa?!” kata sebagiannya. Semua akan biasa-biasa saja jika yang cinta sendiri ini takmenutup hati untuk cinta lain. Dia hanya sedang bersenang-senang dengan cintanya tanpa menutup peluang untuk yang mencintainya. Lagi-lagi, ini gila memang. Sebagia menyebutnya obsesi. Hmm.. Obsesikah ia jika tanpa rasa ingin memiliki? Dari terminologi-terminologi ini aku hanya tahu dalam cinta sendiri yang ada cuma bahagia.

“Kasihan!” mungkin itu yang tercetus dalam pikiran orang-orang yang mengamati. Apakah yang dicintai takpunya hati, sampai-sampai taksadar ada sosok yang mencintai begitu rupa?  Ya, mungkin aku termasuk yang berujar  demikian. Tetapi, ketika sampai pada pernyataan itu, aku jadi ingat Yang Selalu Cinta Sendiri tanpa berharap balasan. Dialah Allah SWT yang menciptakan cerita terbaik tentang kita, memberi pelajaran terbaik tentang jalan hidup yang kita pilih, memberi kebaikan-kebaikan demi kebahagiaan kita tanpa mengharap balasan. Kepada-Nya setiap kita pun jelas-jelas harus belajar membuka hati. Dari sini kita jadi tahu bahwa memberi tanpa mengharap balasan pun bisa terjadi, dan membuka hati untuk membalas cinta pun perlu perjuangan. Jika kamu kasihan pada yang cinta sendirian, paling tidak, belajarlah untuk membalas cinta Allah SWT padamu. Jangan biarkan Ia mencinta sendirian.[]

*tulisan ini takbernas. Maaf jika ada yang taksepakat🙂

gambar dari sini

Leave a comment

2 Comments

  1. saya suka..

    Reply
  2. Reblogged this on LET'S WRITE! and commented:
    The same with me, about my feel🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: