Membaca dan Menulis

image

Pada masa aku kecil, membaca dan menulis adalah kemampun yang harus dimiliki anak sejak dini. anak kecil yang bisa membaca dan menulis lebih awal dinggap pintar. Usia SD awal bahkan TK lebih disukai jika sudah bisa membaca dan menulis. Padahal di finlandia, negara nomer satu dalam pendidikan mematok usia awal anak-anak masuk sekolah dasar adalah 7 tahun. Ini berarti pada saat itulah mereka belajar (serius) membaca dan menulis.

Salah satu madzhab linguistik menyebutkan bahwa parole (tuturan) adalah elemen linguistik paling utama. Semasa kuliah, aku tidak sepakat dengan pendapat ini karena menyelisihi madzhab strukturalis sebagai madzhab mainstream dalam linguistik. setelah mengamati perkembangan kemampuan bahasa anak-anak balita di sekitarku, nampaknya akuberubah pikiran.

Pada awalnya elemen bahasa yang dikuasai anak-anak (manusia) memang adalah tuturan. Bahasa sebagai alat komunikasi dipelajari seorang anak dari ibunya. Dengan bahasa tuturan (tanpa perlu bisa membaca dan menulis) seorang anak bisa survive menjalani hidup. Lalu, perlukah mereka belajar membaca dan menulis sejak dini?

Saat ini menulis masih menjadi profesi prestisius. Ketika kita bicara menulis, tentu yang dimaksud bukan hanya menulis huruf atau angka. Ini berkaitan dengan ide yang disampikan melalui tulisan yang ditulis. Ide-ide itu pun hanya bisa ada setelah proses membaca. Sederhananya, tidak ada aktivitas menulis tanpa membaca.

Membaca dan menulis berkaitan dengan ide. Anak-anak belajar membaca sejatinya sedang menyerap pengetahuan baru yang benar-benar belum mereka ketahui sebelumnya. Ketika belajar menulis, akan lebih asik jika aktivitas ini diisi dengan menceritakan kembali apa yang didapat dari bacaan yang sudah dibacanya. Oleh sebab itu, konten bacaan tidak lagi hanya tentang Ini Ibu Budi, Ini Bapak Budi yang absurd sejak dulu. Bahkan absurditas Aku anak sholeh pun setara dengan Ini Bapak Budi. Mengapa? Tidak sedikit orang yang bernama Sholeh di dunia ini. Poinnya, kejelasan ide dalam konten bacaan menjadi sangat penting. Ia bukan hanya ide religius yang tendensius harus ditanamkan kepada anak-anak, tapi juga rangkaian bahasa yang dikemas akrab dan mudah dicerna oleh anak-anak. Karena kita sepakat bahwa pada usia dini, anak-anak adalah kertas putih yang bisa digambari apapun. Salah gambar, salah pula pesan yang dihasilkan.

Jika kurikulum pendidikan 2013 yang banyak digugat oleh para profesor itu masih absurd, aku cuma titip sama guru Bahasa Indonesia kelas 1 untuk kreatif dalam membuat contoh kalimat. Guru Bahasa Indonesia harus banyak membaca hal-hal di luar pelajaran yang diampunya. Berilah pengetahuan baru pada anak-anak dan semangatilah mereka untuk menulis kembali apa yang mereka pikirkan. Membaca membuat mereka cerdas dan menulis membuat mereka berani menuangkan gagasan. Tidak ada salah dan benar dalam gagasan karena setiap orang punya daya tangkap masing-masing. Kalau sudah demikian, membaca dan menulis akan menjadi pelajaran yang dirindukan pada jenjang manapun.[]

foto dari sini

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: