#25DayBlogChallenge Day 4: Favorite Quote

sahabat

Dear Sahabat,

Hari ini aku dapat ilham menulis untuk kamu ketika mengayuh sepeda, diperjalanan pulang dari kantor pos, mengirim beberapa surat harapan untuk diri sendiri. Setelah lama menemanimu memperjuangkan surat tanda lulus, aku pengen cerita sesuatu nih. Mungkin itu yang disebut unspoken message versi aku. Bicara langsung ke kamu itu suka gak tega. Raut wajahku itu kalo gak malesin, ya kesannya marah atau bete. Bisa jadi juga volume suaraku naik turun waktu bicara soal ini. Semoga ini tidak kamu nilai sebagai sebuah keluhan.

Sahabat. Sebutan itu mewah sekali buatku. Kadang aku bertanya-tanya, pada tahap apa aku bisa menjadi sahabat bagi seseorang? Perlu berapa lama bercengkrama dengan seseorang untuk menjadi sahabatnya? Seberapa dalam sebuah hubungan harus terjalin agar ia dapat disebut persahabatan? Ayah Pidibaiq pernah berkata bahwa teman adalah seseorang yang ketika bersamanya kamu tidak merasa sendirian. Bisakah keberadaanku membuat kamu nggak merasa sendirian? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tadi muncul karena aku belum menemukan satupun orang yang benar-benar membuat diri ini merasa taksendirian pada saat terberat. Mungkin juga ini terjadi karena ekspektasiku terhadap orang-orang yang menganggapku sebagai sahabatnya terlalu tinggi, atau sifat posesifku yang membuatku berpikir bahwa sahabat harus selalu ada menemaniku setiap saat, bukan hanya pada sedihku atau pada bahagianya. Sahabat buatku selalu ada ketika membutuhkanku atau tidak, ketika dibutuhkan atau tidak.

sahabat 2

Aku adalah pemercaya fanatik kutipan anonim ini, “A good friend know all your best stories. A best friend has lived them with you.” Maka aku berazzam untuk menemanimu dalam perjuangan yang kita jalani akhir-akhir ini. Dalam persahabatan tentu ada rasa manis, asam, asin, bahkan pahit yang harus dilalui. Buatku, kamu itu unik, mampu menampilkan ketenangan dalam keadaan setegang apapun. Pada posisi tersudut, jika pun bukan tenang yang tampil, kamu dapat menampilkan wajah takterganggu sedikitpun oleh gertakan atau intimidasi orang. Mungkin pikirmu, “Mau digimanain lagi, memang begini adanya.” Kamu tahan banting memang, walaupun mungkin ini adalah ketakmampuanku memahami kamu dari raut muka. Tapi kadang, sikap lurusmu itu membuatku sulit membacamu. Apalagi olehku yang saat tersudut sekalipun akan tetap sekuat tenaga melakukan perlawanan. Aku juga paham, kamu mungkin bukan takbisa melawan, melainkan enggan menghadirkan kekeruhan baru dalam suasana yang sudah keruh.

Namun, menurutku takhanya suasana bahagia yang membutuhkan ekspresi. Kedongkolan terhadap pihak-pihak yang mempersulit urusan kita pun perlu diintrupsikan. Siapa tahu kesulitan itu memang biasa mereka datangkan dan mereka merasa keenekana mengintimidasi orang melalui kekuasaan. Orang-orang seperti itu perlu diberi pelajaran melalui kekecewaan, karena sejatinya merekalah pelayan dan kita adalah tuan.

Selain itu, sebuah perjuangan memang selalu menagih mahar. Paling tidak, mahar itu dapat berupa kerelaan menunda keinginan. Ujian selalu datang pada waktu-waktu hampir kesudahan. Beberapa langkah lagi sampai finish, liburan bersama teman-teman bisa melalaikan. Perasaan tidak enak karena absen juga menjadi rintangan. Kadang pernyataan, “Selama ini mereka hanya mengambil tenagaku dan membayarnya dengan jauh dari layak. Ini tanda mereka gak terlalu peduli dengan beban hidupku. Lantas mengapa aku harus terbebani oleh beban yang akan mereka tanggung tanpa kehadiranku?!” perlu diulang-ulang untuk membuat diri tenang dalam perjuangan. Sederhananya, kadang kita harus egois untuk melawan keegoisan orang lain. Sebenarnya sudah berlalu, tapi aku tetap ingin menyampaikan pendapatku tentang itu.

Dari setiap langkah yang kita jalani selama ini, ada hal yang belum dapat aku atasi: sifat pesimismu lebih besar dari sifat optimisku. Aku jadi takbisa mencari akal untuk meyelesaikan sesuatu jika yang harus aku hadapi adalah ketiadaan harapan. Bagaimana orang yang takpunya peluang sepertiku ini bisa menyemangatimu yang sudah menutup peluang? Dalam setiap tikungan, sifat optimislah yang membuka pintu-pintu peluang. Tidak ada yang bisa menetapkan kejadian detik mendatang kecuali Dia. Maka jangan serahkan kekecualian ini pada makhluk-makhluk-Nya. Yakinlah, apa yang kamu perjuangkan bukan hanya untukmu tapi juga untuk ibu, ayah, adik, kakak, atau siapapun yang kamu cintai. Jika secara pribadi kualifikasi diri takpunya kepantasan untuk mendapat keajaiban, yakinlah ada mereka-meraka yang menggelayutimu yang Ia sayang. Maka jangan pernah putus harapan.

Sampai kapanpun aku akan selalu berharap, bisa menjadi orang pertama yang kamu hubungi dalam keadaan paling sulit dan paling menyenangkan. Selama Allah SWT masih memberiku kecukupan, semoga aku bisa menjadi satu bagian dari kesuksesanmu sekecil apapun itu. Aku mencintaimu karena Allah SWT.

*gambar quote dari sini

Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: