Efek Gosip di Antara Istri – Istri Rasulullah SAW

Setiap istri Rasulullah SAW punya cerita masing-masing tentang penyebab pernikahannya. Salah satu cerita istimewa adalah pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy. Anas RA berkata, sesungguhnya Zainab binti Jahsy RA berbangga di antara istri – istri Rasulullah dan dia berkata, “Kalian dinikahkan oleh keluarga-keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari tujuh lapis langit,” (HR Bukhari). Selain pernikahannya yang langsung dipernikahkan oleh Allah SWT, Zainab binti Jahsy adalah salah satu istri Rasulullah SAW yang berwajah cantik. Sayyid Quthb menyebutkan bahwa Aisyah RA merasa Zainab RA sebagai saingannya karena kecantikan dan nasabnya yang masih berhubungan dengan Rasulullah SAW dari pihak bibi. Zainab adalah sepupu Rasulullah SAW, (2004:329).

Suatu hari Rasulullah SAW meminum madu di rumah Zainab binti Jahsy dan membuatnya berlama-lama di rumah Zainab RA. Hal ini membuat Aisyah RA cemburu, bergosip bersama Hafshah RA tentang kejadian itu. Mereka bersepakat apabila Rasulullah SAW mendatangi salah satu di antara mereka, mereka harus berkata, “Anda telah meminum maghafir (getap pohon yang manis tapi baunya tidak sedap). Saya mencium aroma maghafir pada diri Anda.” Ternyata Rasulullah SAW mendatangi Hafshah RA dan ia pun berkata sesuai kesepakatan. Lalu Rasulullah SAW berkata kepada Hafshah RA, “Tidak. Aku meminum madu di rumah Zainab binti Jahsy, tapi aku tidak akan meminumnya lagi. Aku bersumpah. Maka, kamu jangan memberi tahu hal ini kepada orang lain,” (Qutb, 2004: 332).

Setelah kejadian tersebut, Hafshah RA kembali bertemu Aisyah RA dan menceritakan rahasia yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Gosip di antara mereka berdua menjadi penyebab turunya ayat:

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab, “Yang telah memberitahuku adalah Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” (At Tahrim: 3).

Peristiwa ini membuat Rasulullah SAW marah dan melakukan ila – bersumpah tidak akan mendekati keduanya selama sebulan penuh. Tersebarlah gosip di Madinah bahwa Rasulullah SAW akan menceraikan istri-istrinya. Allah SWT memberi peringatan kepada istri-istri Rasulullah SAW dengan ayat:

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan,” (At Tahrim: 5).

Dengan ayat ini Allah SWT memberi gambaran kepada kita tentang sifat istri yang baik, yang bahkan dapat menjadi pengganti Aisyah RA dan Hafshah RA. Mereka adalah perempuan – janda atau perawan- yang patuh, beriman, taat, ahli taubat, ahli ibadah, dan ahli puasa. Sayyid Quthb menyebutkan bahwa sifat-sifat ini merupakan anjuran untuk istri – istri Rasulullah SAW. Dalam tafsir Fidzilalil Quran dijelaskan dengan rinci sifat-sifat tersebut:

  1. Al Islam adalah sifat yang menunjukkan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah SWT.
  2. Al Iman adalah sifat yang mendamaikan hati dan membangunkannya dari dirinya dan muncullah sifat islami ketika iman sudah benar dan sempurna.
  3. Al Qanut adalah ketaatan hati.
  4. At Taubah adalah penyesalan atas masiyat dan dosa yang telah dilakukan dan mengarahkan diri pada ketaatan.
  5. Al Ibadah adalah wasilah berhubungan dengan Allah dan penggambaran tentang penghambaan kepada-Nya.
  6. As-Siyahah adalah merenung, bertadabur, dan berpikir tentang penciptaan Allah SWT dan berwisata dengan hati tentang penciptaan makhluk Allah SWT, (2004: 337).

Sifat- sifat tersebut dapat dimiliki oleh janda maupun perawan. Istri – istri Rasulullah SAW pun terdiri dari janda dan perawan.

Dari sisi qiraah, ada dua sifat yang dibaca panjang (maad) dari enam kriteria ini adalah taaibatin (ahli taubat) dan saayihatin (ahli puasa). Jika ditadaburi, dua sifat ini dibaca panjang karena berkaitan dengan maksiyat yang dilakukan kedua istri Rasulullah SAW tersebut. Bertaubat adalah hal yang paling disukai Allah SWT ketika hamba-Nya melakukan dosa atau maksiyat. Tidak ada seorangpun hamba yang terbebas dari dosa. Oleh sebab itu, taubat adalah sifat yang harus terus-menerus dilakukan oleh seorang istri yang baik. Terlebih kesalahan terhadap suami yang amat dekat dengan dirinya, bertemu, bercengkrama setiap hari. Tentu ada dosa-dosa kecil yang takterasa telah menyakiti hati suami. Tentang dosa kecil yang takterasa ini Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engkau mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu (sebentar) di sisimu, sebentar lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami,” (HR At-Thirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah).[1]

Adakah perempuan yang rela suaminya dilirik oleh perempuan lain? Bahkan oleh bidadari dari surga pun seorang istri pasti tidak rela suaminya dilirik. Maka, bertaubat dengan wasilah meminta maaf kepada suami atas kecemburuan atau kecurigaan yang dirasakan adalah keutamaan.

Sifat istimewa kedua adalah saayihatin. Dalam terjemahan bebas, kata ini diartikan sebagai ahli puasa. Sayid Qutb menafsirkannya sebagai sifat merenung, bertadabur, dan berpikir tentang penciptaan Allah SWT dan berwisata dengan hati tentang penciptaan makhluk Allah SWT. Menjadi ahli puasa dan ahli tadabur merupakan keunggulan seorang muslimah. Berpuasa tentu bukan hanya berkaitan dengan makan dan minum tapi juga berpuasa dari hal-hal yang tidak disukai Allah SWT, salah satunya adalah bergosip. Mengistirahatkan lisan dari gosip adalah hal berat bagi perempuan.

Abu Musa Al-Asy’ari berkata, Rasulullah SAW ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab, “(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya,” (HR Bukhari & Muslim).[2]

Mampu menjaga lisan berarti mampu menjaga aib diri, aib suami, dan rahasia rumah tangga sendiri. Lisan seorang istri adalah interpretasi pendidikan sang suami terhadap dirinya. Oleh sebab itu, menjaga lisan sama dengan menjaga kehormatan suami ketika mereka tidak ada bersama kita. Dua sifat ini tentu merupakan buah dari keislaman, keimanan, ketaatan, dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Sayyid Quthb menyebutkan bahwa setelah ayat (At tahrim: 5) ini turun, Rasulullah SAW kembali ridha dan tenang. Rumah yang mulia itu kembali damai setelah goncangan dahsyat. Rasulullah SAW tidak mungkin marah karena perkara yang ringan dan kecil. Kemarahannya karena pada perkara tersebut akan turun risalah dan petunjuk Allah SWT tentang sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang istri.

Pada penghujung surat At tahrim, Allah SWT kembali menjelaskan tentang istri mulia yang ada pada masa sebelumnya. “Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: ‘Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.’ dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat,” (At tahrim: 11-12).

Sayid Quthb berpendapat bahwa, dua perempuan ini yaitu Asiyah binti Muzahim dan Maryam binti Imran merupakan teladan bagi perempuan mukmin yang suci, membenarkan, percaya, dan taat. Allah SWT telah memaparkannya sebagai perumpamaan bagi istri-istri Rasulullah SAW berkenan dengan kasus yang menjadi penyebab turunya ayat-ayat pembuka surat ini dan memaparkannya sebagai perumpamaan bagi perempuan mukmin pada setiap generasi sesudah mereka, (2004:344).

Rasulullah SAW juga menyebutkan, “Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad. Sedangkan keutamaan Aisyah atas seluruh wanita adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada,” (HR Bukhari).[3]

Gosip terakhir di dunia ini adalah gosip yang dilakukan oleh Aisyah RA dan Hafshah RA karena setelah kejadian itu Allah SWT memberikan penjelasan paling jelas tentang sifat-sifat perempuan baik yang layak dijadikan pengganti istri yang suka bergosip. Peristiwa ini tidak mengurangi sedikitpun kemuliaan Aisyah RA dan Hafshah RA di mata kita. Bahkan Rasulullah SAW pernah bercengkrama dengan Amr bin ‘Ash dengan pembicaraan berikut, Suatu hari Amr bin ‘Ash bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, siapa manusia yang paling engkau cintai?” Rasulullah menjawab, “Aisyah,” (HR Bukhari).[4]

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad Rasulullah, keluarganya, sahabatnya, dan pengikutnya sampai akhir zaman.[]

Pustaka:

Quthb, Sayyid. Tafsir Fidzilalil Quran, Jilid 9. 2004. Jakarta: Gema Insani Press.

Quthb, Sayyid. Tafsir Fidzilalil Quran, Jilid 11. 2004. Jakarta: Gema Insani Press.

[1] http://muslimafiyah.com/berdoa-agar-kelak-tidak-mendapat-bidadari-di-surga-dan-hanya-berdua-dengan-istri.html

[2] http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/06/01/keutamaan-menjaga-lisan-dan-buah-hasilnya/

[3] http://www.dakwatuna.com/2012/04/15/19504/teladan-wanita-sepanjang-masa/#axzz3KiGQntK3

[4] http://kisahmuslim.com/kemuliaan-dan-keutamaan-aisyah/

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Istri yang Baik

AgarDicintaiSuami

Leave a comment

2 Comments

  1. Good luck ya mba buat GA nya😀

    Reply
  2. Terima kasih ya sudah ikutan GA kami🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: