Sit In Pertama

Udah jam 10 malem dan aku masih pengen mengabadikan pengalaman hari ini, walaupun
menurut kalian (yang nyasar di sini) super duper gak penting. Ini Selasa, hari pertamaku sit in di kelas-kelas Mata Kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah ITB. Sit in itu apa sih? Yes! Sit in istilah bahasa
Inggris yang kalo dijabarkan dalam bahasa Indonesia sama dengan “Ikut duduk, melihat,
mengamati, dan belajar bagaimana seorang dosen mengajar.” Karena aku dosen baru yang
masih (amat sangat) hijau, aku harus ikut sit in di beberapa kelas yang diampu oleh dosen-
dosen senior.

Hari ini aku sit in di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara. Aku ikut masuk ke kelas seorang
dosen senior perempuan yang keren banget. Dalam kelas yang desiannya berundak -mirip
kursi bioskop- beliau bisa menjelaskan dengan suara lantang tanpa pengeras suara.
Mahasiswa yang hadir minimal 70 orang. Aku yang duduk di kursi paling belakang bisa
mendengar suaranya dengan jelas. Waktu aku memperkenalkan diri dari kursi paling
belakang, kerasa banget suara gak nyampe ke depan kalo gak teriak. So that, ini perlajaran
pertama, harus bicara lantang tanpa pengeras suara. Pelajaran kedua adalah tulisan di
papan tulis. Kelas yang aku masuki masih menggunakan kapur tulis putih dan papan tulis hijau
-bukan hoax walaupun gak ada fotonya :p_ Tulisan beliau kebaca normal walaupun dari kursi
paling belakang. Ini pelajaran kedua: harus terbiasa nulis gede-gede banget.

Setelah menjelaskan teori, dosen tersebut meninggalkan kelas. Aku dan seorang temanku
mendampingi mahasiswa ngerjain tugas bikin topik, tema, dan judul penelitian. Ide-ide
mereka kreatif banget. Yang paling penting, ketika mereka bikin rencana penelitian, di otak
mereka gak ada kekhawatiran tentang hambatan penelitian. Objek yang banyak banget,
teknik yang borongan -kuisioner, wawancara, observasi- nggak bikin mereka mundur. Ketika
aku bilang, “Inget ya, waktu kamu terbatas.” Mereka bergeming. Dari sisi bahasa, ya begitulah,
memang tata tulis ide brilian mereka perlu pembenahan. Itulah mengapa Mata Kuliah TTKI ini
ada.

kkik

Aku dan Keluarga Baruku di Kelompok Keahlian Ilmu Kemanusiaan, Sostek ITB

Setelah selesai mengajar, waktunya istirahat. Kami ngobrol di “base camp” bersama tamu dari Brunei Darussalam. Namanya Siti Salwanan binti Juni (kerudung hijau) dan Nur Aqilah binti Saban (baju hitam). Pagi ini Siti bawa kue jala dan kue cincin, khas Brunei Darussalam. Itu dia tantangan di KK-IK, banyak banget makanan. Kalo lagi shaum harus kuat iman deh! #YakaliAnakTK Keluarga baruku sangat hangat, menyenangkan, dan Sunda pisaaan. Pokoknya bertemu mereka seperti dipertemukan kembali dengan saudara jauh. Ada yang seperti ayah, ibu, kakak, pokoknya lengkap. How lucky i am!

Sorenya, aku sit in ke Fakultas Teknik Elektro dan Informatika. Kesan pertama, “Di sini banyak
orang Jawa ya!” Hahaha! Logat mahasiswa yang konsultasi tugas mayoritas Jawa gitu. Gak
maksud rasis siy. Ini cuma simpulan sederhana setelah hampir semua mahasiswa yang nanya
ke aku logatnya Jawa semua. *dibahaaaaas =))

Oke lah ya. Setelah perkuliahan selesai 3.30 sore aku ke Salman sampai jam 4 dan pulang.
Perjalanan Ganesha – Riung Bandung naik angkot (plus macet) itu 120 menit alias 2 jam.
Sesuwatu banget kan! Ditambah jadwal ngajar Jurnalistik yang slide-nya belum dipersiapkan,
di situ saya merasa sedih. Alhamdulillah masih ada waktu persiapan 30 sebelum shalat
maghrib. Matkul Jurnalistik pun terlalui sederhana slidenya.

Ya, sejak hari ini sampai entah, demikianlah hari-hariku akan terkisah. Semoga aku
bisa mencintai pekerjaan baruku. Oneday mungkin aku bakalan ketawa baca jurnal ini. Doakan aku🙂

*Cuma curhatan, bahasanya gak perlu baku yaw :p

**foto dari sini

Leave a comment

2 Comments

  1. semoga sukses nanti ngajarnya yaa. fakultas tekniknya keren2 ya kalau di ITB

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: