Jangan Biarkan Dirimu Sendirian

20150405_212521

Teman:

Hari ini ketemu lagi Ramadhan. Kalo dipikir-pikir, tempat paling kesepian dalam kehidupanku ya waitingroom ini. Dia jadi semacam kotak-kotak kenangan yang aku simpan di sudut gelap, di mana entah. Sambil melangkah aku meninggalkannya dalam keterpencilan, sama tepat seperti ketika aku menulis satu demi satu tulisan yang lebih banyak pahit ketimbang manis, lebih banyak galau ketimbang serius, lebih banyak ragu ketimbang yakin. Aku berjalan menuju hingar bingar, dan dia ditinggalkan dalam kesepian. Maafkan aku ruang tungguku.

Ramadhan tahun ini membawaku pada kontemplasi tentang Ramadhan-Ramadhanku satu, dua, tiga, empat, bahkan lima tahun lalu. Betapa banyak pelajaran keimanan telah diujikan-Nya tanpa aku sadari. Satu demi satu manusia baru datang dan pergi silih berganti, semuanya dalam rangka menguji keimanan. Siapa atau apa yang paling kamu butuhkan? Allah SWT atau selain Allah SWT? Bahkan ketika jawabannya secara sadar sudah ada di tataran akal, keimanan gak pernah bisa bohong. Dia juga tahu banget apa yang ada dalam lubuk hati terdalam manusia. Dia tahu prioritas kebutuhan mahluk-Nya. Dia menentukan takdir terbaik bagi ciptaan-ciptaan-Nya. Dialah Robb yang pasti mengurus ciptaan-ciptaan-Nya. Yang sering luput dari mahluk adalah kesadaran untuk beribadah, menjadikan-Nya satu-satunya Ilah. Mahluk terlalu banyak keinginan atau harapan yang digantungkan ke mahluk atau kejadian. Akhirnya salah prioritas dan tanpa sadar, dirinya sedang “membiarkan” dirinya sendirian. Dalam keadaan “membiarkan” diri sendirian dengan jauh dari ketaatan pun, Allah SWT takpernah lepas mengurus mahluk-Nya.

Dalam keadaan sendirian, jangan pernah biarkan dirimu benar-benar terpencil sendiri. Jangan pernah biarkan dirimu luput dari pengawasan dirimu sendiri. Jangan pernah kamu telantarkan dirimu dan membuat dirimu tanpa sadar sedang diurus oleh-Nya. Jangan sampai dirimu hanya menjadi seonggok jasad tanpa kekuatan ruh di dalamnya. Allah SWT sudah menyediakan teman, satu-satunya teman yang akan menemanimu saat kamu benar-benar sendirian nanti: Al Quran. Dia adalah teman yang takpernah berhenti menawarkan diri dan kamu acap kali mengabaikannya. Ramadhan ini, yuk sadar sesadar sadarnya bahwa ada teman sejati yang bisa membuat jasad yang seonggok ini lebih berarti. Hidup pasti berakhir dan akhirat itu abadi. Yang pasti menemani dan mendatangi sahabatnya nanti adalah Al Quran. Dia adalah salah satu kunci kita sebagai mahluk memahami Allah SWT sebagai Robb dan Ilah. Semoga setelah paham, kita bisa makin mendekat dan berlari kepada-Nya.

*ceritanya ngomong ke diri sendiri

Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: