Kepada Rangga

Hai Pujangga, apa kabar New York pagi ini? Apakah sedingin ruang tunggu Cinta
yang kau tinggalkan dengan bilangan purnama? Atau terasa lebih hangat berkat
secangki kopi yang pahitnya sampai ke Jakarta.

Menurut desas-desus, sebentar lagi kamu akan pulang, melengkapi kenangan
perempuan yang datang atas nama cinta. Sikapmu kemarin-kemarin memang
mengecewakan, meninggalkan kekasih selama itu tanpa berita. Memang
menurutmu ciuman terakhir itu cukup membuat Cinta bahagia menunggu
bertahun-tahun? Kamu pikir barisan sajak pada halaman terakhir itu cukup
membuatnya takkesepian?

Rupa-rupanya ia salah satu menganut pemikiran Sukab yang acapkali berkata, “Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya.” Dengan penantian yang pasti melelahkan itu, aku yakin, ia masih akan memberikan senyum yang sama dengan senyumnya belasan tahun lalu kepadamu.

Kekasihmu mengambil alih semua pemarkah cinta. Gejolak, kebahagiaan,
kepahitan, dan kesetiaannya, ia dekap semua. Semoga ini bukan karena kutukan
namanya. Waktu itu aku masih ingat, gadis ceria yang kau sebut “tak punya pendirian” mengubah hidupnya karena bertemu seorang penyair penuh rahasia sepertimu. Untuk seorang perempuan populer, menarik diri dari keramaian adalah putusan yang takmain-main. Mungkin itu kali pertama ia benar-benar jatuh cinta.

Bila benar-benar akan kembali bersama, aku amat penasaran apa yang akan
kalian bicarakan. Permohonan maaf, seharusnya jadi yang pertama diungkapkan.
Agaknya akan ada sedikit kemarahan akibat lelah penantian. Semoga kisah
selanjutnya akan menjawab segala ketertangguhan. Paling tidak, memberi sedikit
gambaran pernyataan AIS,

kesetiaan adalah batu, ia takkenal waktu.

Salam hangat,

Maneka

Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: