Ampunkan

Forgive Me

// tortured mind photography // website 

:Tuhan

Alhamdulillah, mungkin kata ini yang paling pantas aku jadikan awal surat ini. Demi Kamu, rasanya canggung banget bikin surat buat pencipta diri sendiri. Mungkin rasa malu mendominasi atau lebih tepatnya tahu diri. Dalam kesempatan ini, aku, yang awalnya butiran debu, sangat berterima kasih telah diciptakan. Terima kasih telah menciptakanku sebagai manusia. Lebih dari apapun, terima kasih telah menakdirkanku terlahir sebagai seorang muslim.

Sebenarnya isi surat ini adalah antologi dari semua pertanyaan yang muncul di kepalaku dan Kamu juga pasti sudah tahu. Ah, saat mengetik ini pun aku jadi bertanya-tanya, apa tujuan-Mu menggerakkan tanganku untuk menulis satu demi satu kata dalam suratku. Hmm.. apakah karena Kamu merindukanku? Aku jadi ingat pernyataan panjang-Mu dalam hadits qudsi tentang hubungan baik-Mu dengan doa-doaku.  Beberapa tahun lalu aku masih menyimpannya bahkan menyebarkannya kepada banyak orang. Sekarang, aku agak lupa menyimpan filenya di mana. Kurang ajar bukan? Jadi, waktu itu aku sedang rajin berdoa atau memaksakan obsesiku kepada-Mu? Apakah Kamu sedang tersenyum dan berkata, ternyata makhluk-Ku tahu diri juga.

Kalau memperhatikan apa yang aku rasakan sekarang, naga-naganya Kamu memang sedang rindu. Hampir setiap hari aku menghafalkan kalam-kalam-Mu. Lebih dari lima kali sehari aku menghadap-Mu. Benarkah Kamu masih rindu? Nampaknya ada yang salah dengan diriku. Dalam pertemuan yang sesering itu, aku masih membuat-Mu rindu. Apakah ini karena Sukab? Adakah dia mengambil posisi terlalu besar dalam hatiku, atau target-target hidup yang makin menyita pikiranku? Agaknya dalam pertemuan yang takjarang itu hatiku kerap mangkir. Terus terang, aku masih bimbang, apakah diri ini masih layak untuk Kau-rindukan. Dalam keadaan diliputi kesalahan, aku terlalu wirang untuk mendaulat kerinduan.

Pasti Kamu yang menetapkan diri ini untuk kembali belajar, menjadi orang biasa dengan amal unggulan. Aku kerab bercanda dengan teman. Apa amal unggulanmu? Ia menjawab, bersikap sabar ketika kau kerjai habis-habisan. Apa amal unggulanmu? Bersikap sabar ketika acapkali kau tinggalkan. Hahaha.. Inilah aku yang menjadi alasan kesabaran banyak orang. Lalu aku terdiam ketika ditanya tentang amal unggulan. Semuanya perlahan menghilang. Luntur satu demi satu karena kesibukan. Orang bijak berkata, menyerah pada sesuatu bukan tentang tiba-tiba berhenti, melainkan diam-diam, sedikit-demi sedikit kau tinggalkan.

Nampaknya aku takperlu mengaku. Kamu juga sudah genap tahu hari-hariku. Hedon bukan? Kebaikan-kebaikan itu hanya menjadi selingan, lebih banyak istirahat, didominasi kelalaian. Padahal di sekelilingku, ketaatan mudah sekali ditemukan. Kebebalanku nampaknya sulit dikendalikan. Dalam ketergesaan, harapku: semua ini Kau ampunkan.

 

Yang selalu rindu,

 

Langitshabrina

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: