Mencoba Memahami

pantaskah

Dear Gusti,

Ini belum genap 20 hari aku bersama dengan orang yang Kau pilihkan buatku menjalani hidup dan hidup abadi. Aku masih amat gagap dengan detik-detik baru yang seluruhnya menagih tanggung jawab. Ah, aku baru sadar, kehadiran seseorang ini membuat ruang tungguku jadi amat ramai. Hanya karena satu orang, cinta dan rindu sedang terus-terusan mempertanyakan keberadaannya. Kamu mungkin dapat membayangkan, disehidup-sematikan dengan orang yang baru bertemu muka beberapa kali, perlu kekuatan keyakinan yang taksembarangan. Pertanyaan yang acap kali muncul “pantaskah? pantaskah?”

Membersamai orang yang takpunya target hidup selain keshalihan ternyata bukan sesuatu yang mudah. Aku mengecil bersama target-target duniawi yang selama ini kupelihara di kepala. Pada pertemuan kami yang pertama, aku takdapat menaksir apa yang ada di benaknya. Mungkin kecemasan menggunung akibat tanggung jawab yang disebut mitsaqan ghalidza. Waktu itu tangisnya pecah. Doa-doa dihantarkannya kepada-Mu. Aku hanya dapat mengamini dan berusaha merasa bahagia. Lagi-lagi semua akibat pertanyaan “pantaskah? pantaskah?”

Pada sisa usia yang entah sampai kapan, yang harus aku lakukan adalah mencoba memahami. Bila waktuku tiba lebih awal, mungkin ia adalah warisan terbaik yang aku tinggalkan di ruang tungguku ini. Entah ia akan pergi ke tempat lain, atau membawa penghuni baru sebagai penggantiku. Yang selalu aku rapal sampai saat ini adalah pengusiran terhadap rasa memiliki. Kamu pemiliknya dan aku harus terus-menerus mengerti. Semua ada waktunya, semua ada takdirnya, semua ada akhirnya. Semoga dalam waktu singkat ini berbagai takdir dapat kami hadapi dengan bahagia. Semoga kami bisa bertemu kembali sebagai pasangan keluarga di surga.[]

Yang selalu rindu,

Langitshabrina

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript