Ampunkan

Forgive Me

// tortured mind photography // website 

:Tuhan

Alhamdulillah, mungkin kata ini yang paling pantas aku jadikan awal surat ini. Demi Kamu, rasanya canggung banget bikin surat buat pencipta diri sendiri. Mungkin rasa malu mendominasi atau lebih tepatnya tahu diri. Dalam kesempatan ini, aku, yang awalnya butiran debu, sangat berterima kasih telah diciptakan. Terima kasih telah menciptakanku sebagai manusia. Lebih dari apapun, terima kasih telah menakdirkanku terlahir sebagai seorang muslim.

Sebenarnya isi surat ini adalah antologi dari semua pertanyaan yang muncul di kepalaku dan Kamu juga pasti sudah tahu. Ah, saat mengetik ini pun aku jadi bertanya-tanya, apa tujuan-Mu menggerakkan tanganku untuk menulis satu demi satu kata dalam suratku. Hmm.. apakah karena Kamu merindukanku? Aku jadi ingat pernyataan panjang-Mu dalam hadits qudsi tentang hubungan baik-Mu dengan doa-doaku.  Beberapa tahun lalu aku masih menyimpannya bahkan menyebarkannya kepada banyak orang. Sekarang, aku agak lupa menyimpan filenya di mana. Kurang ajar bukan? Jadi, waktu itu aku sedang rajin berdoa atau memaksakan obsesiku kepada-Mu? Apakah Kamu sedang tersenyum dan berkata, ternyata makhluk-Ku tahu diri juga.

Kalau memperhatikan apa yang aku rasakan sekarang, naga-naganya Kamu memang sedang rindu. Hampir setiap hari aku menghafalkan kalam-kalam-Mu. Lebih dari lima kali sehari aku menghadap-Mu. Benarkah Kamu masih rindu? Nampaknya ada yang salah dengan diriku. Dalam pertemuan yang sesering itu, aku masih membuat-Mu rindu. Apakah ini karena Sukab? Adakah dia mengambil posisi terlalu besar dalam hatiku, atau target-target hidup yang makin menyita pikiranku? Agaknya dalam pertemuan yang takjarang itu hatiku kerap mangkir. Terus terang, aku masih bimbang, apakah diri ini masih layak untuk Kau-rindukan. Dalam keadaan diliputi kesalahan, aku terlalu wirang untuk mendaulat kerinduan.

Pasti Kamu yang menetapkan diri ini untuk kembali belajar, menjadi orang biasa dengan amal unggulan. Aku kerab bercanda dengan teman. Apa amal unggulanmu? Ia menjawab, bersikap sabar ketika kau kerjai habis-habisan. Apa amal unggulanmu? Bersikap sabar ketika acapkali kau tinggalkan. Hahaha.. Inilah aku yang menjadi alasan kesabaran banyak orang. Lalu aku terdiam ketika ditanya tentang amal unggulan. Semuanya perlahan menghilang. Luntur satu demi satu karena kesibukan. Orang bijak berkata, menyerah pada sesuatu bukan tentang tiba-tiba berhenti, melainkan diam-diam, sedikit-demi sedikit kau tinggalkan.

Nampaknya aku takperlu mengaku. Kamu juga sudah genap tahu hari-hariku. Hedon bukan? Kebaikan-kebaikan itu hanya menjadi selingan, lebih banyak istirahat, didominasi kelalaian. Padahal di sekelilingku, ketaatan mudah sekali ditemukan. Kebebalanku nampaknya sulit dikendalikan. Dalam ketergesaan, harapku: semua ini Kau ampunkan.

 

Yang selalu rindu,

 

Langitshabrina

Advertisements

Kepada Rangga

Hai Pujangga, apa kabar New York pagi ini? Apakah sedingin ruang tunggu Cinta
yang kau tinggalkan dengan bilangan purnama? Atau terasa lebih hangat berkat
secangki kopi yang pahitnya sampai ke Jakarta.

Menurut desas-desus, sebentar lagi kamu akan pulang, melengkapi kenangan
perempuan yang datang atas nama cinta. Sikapmu kemarin-kemarin memang
mengecewakan, meninggalkan kekasih selama itu tanpa berita. Memang
menurutmu ciuman terakhir itu cukup membuat Cinta bahagia menunggu
bertahun-tahun? Kamu pikir barisan sajak pada halaman terakhir itu cukup
membuatnya takkesepian?

Rupa-rupanya ia salah satu menganut pemikiran Sukab yang acapkali berkata, “Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya.” Dengan penantian yang pasti melelahkan itu, aku yakin, ia masih akan memberikan senyum yang sama dengan senyumnya belasan tahun lalu kepadamu.

Kekasihmu mengambil alih semua pemarkah cinta. Gejolak, kebahagiaan,
kepahitan, dan kesetiaannya, ia dekap semua. Semoga ini bukan karena kutukan
namanya. Waktu itu aku masih ingat, gadis ceria yang kau sebut “tak punya pendirian” mengubah hidupnya karena bertemu seorang penyair penuh rahasia sepertimu. Untuk seorang perempuan populer, menarik diri dari keramaian adalah putusan yang takmain-main. Mungkin itu kali pertama ia benar-benar jatuh cinta.

Bila benar-benar akan kembali bersama, aku amat penasaran apa yang akan
kalian bicarakan. Permohonan maaf, seharusnya jadi yang pertama diungkapkan.
Agaknya akan ada sedikit kemarahan akibat lelah penantian. Semoga kisah
selanjutnya akan menjawab segala ketertangguhan. Paling tidak, memberi sedikit
gambaran pernyataan AIS,

kesetiaan adalah batu, ia takkenal waktu.

Salam hangat,

Maneka

Penghuni Kursi Bisu 2

ballon

Dear Perempuan,

Surat kedua ini kutulis khusus untukmu bersama pagi yang takpernah bosan kembali membawa harapan. Di sini jendela sengaja takkubuka. Pagi ini, khusus pagi ini, aku ingin memberi waktu lebih panjang pada kehangatan malam untuk tinggal di sini, di kamarku yang masih saja sepi, agar ia dapat kubagi bersamamu lewat suratku.

Perempuan, apa kabar? Apakah kamu sedang terjaga akibat pahit empedu yang kau minum dengan sengaja sambil memutar kembali memori bisu bersama Sang Pengembara? Ah, aku lupa, siapa pengembara sebenarnya. Dia atau kamu? Sudah berapa jauh kamu pergi akhir-akhir ini? Berapa banyak manusia yang kau temui? Semoga kepergianmu kemarin bukan pelarian. Semoga ia takhanya menyegarkan raga tapi juga ingatan. Aku hanya takut, tamasya itu sebenarnya langkah-langkah rapat yang membuat ingatanmu tentangnya semakin melekat. Kau bawa ia ke mana-mana bersama angan-angan yang menikam harapan pelan-pelan. Pesiarmu adalah ritual merayakan firasat tentang kepergiannya yang semakin dekat. Sadarkah kau wahai Perempuan? Ia seperti pil penahan nyeri rasa stroberi yang membuatmu lupa pada luka yang semakin menganga. Aku hanya kawatir kau taksadar sebenarnya ingatanmu takpernah beranjak dari dunia bernama dia.

Kini dia pergi juga. Waktu mengusirnya dari ruang tunggumu. Bagaimana rasanya? Tak sesakit yang kau bayangkan bukan? Ia seperti helaan nafas amat panjang yang kau keluarkan di awal, terputus-putus bersama air mata yang mulai menganak sungai, membuatmu tergugu mengeluarkan sesal bernama penantian panjang. Ia hanya keinginan yang terus saja menekan “undo” atau bahkan diam-diam menyinggahi “recycle bin” sambil menekan “restore all item”. Ia bagaikan air dingin dari kutub utara yang tersembur membuatmu sulit tidur karena tak berani terbangun. Dunia seakan tak memiliki esok tanpanya.

Ah, anggap saja itu cubitan ringan di wajah yang menyegarkan pembuluh darah. Setelah itu ia akan menjadi kegelapan yang tiba-tiba menghadiahkan layar besar, terang-benderang bernama harapan. Benar-benar baru. Kau bisa berlari sejauh-jauhnya, sekencang-kencangnya ke dunia nyata. Masa depan yang telah lama bersabar menahan rindu, sedang menyambut hangat senyummu.

Jangan lupa singgah ke ruang tungguku, sebuah ruangan berpintu biru di persimpangan jalan. Aku akan menemani awal perjalananmu. Di sini sudah aku siapkan permen asam manis yang ada tebak-tebakan di bungkus belakangnya. Ada satu kotak pendingin berisi eskrim rasa blueberry. Kita memang takperlu bawa air putih. Itu bisa kita dapatkan di setiap persinggahan dengan cuma-cuma. Kamu bawa apa? Jangan bawa komik Naruto, aku tidak suka! Assalamualaikum Beijing! jangan juga, aku sudah baca. Cukup bawa berlembar-lembar kertas kosong yang bisa kita isi dengan tawa ceria.

Kamu mau main ke stasiun, tempat kesukaanku? Di sana kita akan bertemu lalu-lalang kereta, berteriak sekencang-kencangnya, mengucapkan selamat tinggal pada ia yang beranjak ke Kota Kenangan. Agak katrok memang, tapi ini lumayan ampuh untuk mengeluarkan kepenatan. Hmm.. kamu sudah terlalu sering main ke pantai kan?! Lautan sudah penuh dengan nama-namanya sejak dulu. Kita takperlu pergi ke situ. Kita main di kamarku, memanggil orang-orang yang lewat dari jendela, saat mereka menoleh kita pura-pura takmelihatnya. Hmm.. apa lagi ya, kita nonton film horor Thailand, teriak suka-suka, tanpa air mata. Ah, ngomong-ngomong, yang aku bahas hedon semua hahaah!

Apapun. Setelah ini lebih banyaklah sibuk dengan diri sendiri. Orang di sekitarmu hanya pemeran figuran, siapapun dia. Kamu adalah tokoh utama dalam kehidupanmu. Jika takkau temukan dia yang baru, izinkan dia menemukanmu. Berjalanlah bersisian dengan masa lalu, agar kau taktergoda untuk berbalik. Tunjukkan bahwa kau kuat menghadapinya, mendahuluinya, dan meninggalkannya. Yakinlah, kamu yang sekarang adalah sebenarnya kamu.

Sahabat lamamu,

Maneka

PS: surat pertamaku dulu

* gambar dari sini

Membaca dan Menulis

image

Pada masa aku kecil, membaca dan menulis adalah kemampun yang harus dimiliki anak sejak dini. anak kecil yang bisa membaca dan menulis lebih awal dinggap pintar. Usia SD awal bahkan TK lebih disukai jika sudah bisa membaca dan menulis. Padahal di finlandia, negara nomer satu dalam pendidikan mematok usia awal anak-anak masuk sekolah dasar adalah 7 tahun. Ini berarti pada saat itulah mereka belajar (serius) membaca dan menulis.

Salah satu madzhab linguistik menyebutkan bahwa parole (tuturan) adalah elemen linguistik paling utama. Semasa kuliah, aku tidak sepakat dengan pendapat ini karena menyelisihi madzhab strukturalis sebagai madzhab mainstream dalam linguistik. setelah mengamati perkembangan kemampuan bahasa anak-anak balita di sekitarku, nampaknya akuberubah pikiran.

Pada awalnya elemen bahasa yang dikuasai anak-anak (manusia) memang adalah tuturan. Bahasa sebagai alat komunikasi dipelajari seorang anak dari ibunya. Dengan bahasa tuturan (tanpa perlu bisa membaca dan menulis) seorang anak bisa survive menjalani hidup. Lalu, perlukah mereka belajar membaca dan menulis sejak dini?

Saat ini menulis masih menjadi profesi prestisius. Ketika kita bicara menulis, tentu yang dimaksud bukan hanya menulis huruf atau angka. Ini berkaitan dengan ide yang disampikan melalui tulisan yang ditulis. Ide-ide itu pun hanya bisa ada setelah proses membaca. Sederhananya, tidak ada aktivitas menulis tanpa membaca.

Membaca dan menulis berkaitan dengan ide. Anak-anak belajar membaca sejatinya sedang menyerap pengetahuan baru yang benar-benar belum mereka ketahui sebelumnya. Ketika belajar menulis, akan lebih asik jika aktivitas ini diisi dengan menceritakan kembali apa yang didapat dari bacaan yang sudah dibacanya. Oleh sebab itu, konten bacaan tidak lagi hanya tentang Ini Ibu Budi, Ini Bapak Budi yang absurd sejak dulu. Bahkan absurditas Aku anak sholeh pun setara dengan Ini Bapak Budi. Mengapa? Tidak sedikit orang yang bernama Sholeh di dunia ini. Poinnya, kejelasan ide dalam konten bacaan menjadi sangat penting. Ia bukan hanya ide religius yang tendensius harus ditanamkan kepada anak-anak, tapi juga rangkaian bahasa yang dikemas akrab dan mudah dicerna oleh anak-anak. Karena kita sepakat bahwa pada usia dini, anak-anak adalah kertas putih yang bisa digambari apapun. Salah gambar, salah pula pesan yang dihasilkan.

Jika kurikulum pendidikan 2013 yang banyak digugat oleh para profesor itu masih absurd, aku cuma titip sama guru Bahasa Indonesia kelas 1 untuk kreatif dalam membuat contoh kalimat. Guru Bahasa Indonesia harus banyak membaca hal-hal di luar pelajaran yang diampunya. Berilah pengetahuan baru pada anak-anak dan semangatilah mereka untuk menulis kembali apa yang mereka pikirkan. Membaca membuat mereka cerdas dan menulis membuat mereka berani menuangkan gagasan. Tidak ada salah dan benar dalam gagasan karena setiap orang punya daya tangkap masing-masing. Kalau sudah demikian, membaca dan menulis akan menjadi pelajaran yang dirindukan pada jenjang manapun.[]

foto dari sini

Dare To Dream: Work In Progress!

inprogress
Mimpiku yang lain nggak jauh beda sama daily dream perempuan-perempuan biasa. Aku ingin punya keluarga kecil dengan rumah dan berbagai fasilitas yang memadai. Mungkin aku salah satu korban film Full House sampai-sampai salah satu rumah impianku arsitekturnya semacam itu, luas, dipenuhi cahaya matahari, dekat dengan alam, dan nyaman dijadikan tempat menulis. Itu aku targetkan maksimal pada tahun 2023. Hmm.. sembilan tahun lagi berarti. Semoga terwujud.

Full_House
Pada waktu yang sama aku juga ingin punya empat orang anak. Dalam mimpi-mimpiku tak ada hal spesifik yang aku tuliskan tentang anak-anakku kecuali di mana mereka akan kuliah dan berapa jumlah hafalan Al Quran mereka. Entah mengapa aku menargetnya amat sangat lama. Dalam sembilan tahun anak pertamaku hafal 8 Juz, anak kedua hafal 6 juz, anak ketiga hafal 4 juz, dan anak keempat hafal 2 juz. Mungkin karena aku termasuk perempuan yang ingin mendidik anakku sendiri. Aku tidak mau kehilangan anakku dengan menyimpannya di asrama atau lembaga hafalan Quran yang biasa menargetkan anak untuk hafal Al Quran dalam dua tahun.

reading quran together
Pada tahun 2024-2029, tanpa menghitung berapa usia anak-anakku, aku menargetkan mereka sekolah di Turki, Mesir, atau negara lainnya. Mungkin di pikiranku lima tahun lalu, aku ingin mereka kuliah di sana. Pada rentang tahun yang sama, aku berharap kedua orangtuaku tinggal di rumahku. Hafalan Al Quran anak-anakku semakin bertambah. Anak pertama 20 Juz, Anak kedua 18 Juz, Anak ketiga 16 Juz, Anak keempat 14 Juz, Anak kelima 12 Juz, Anak keenam 10 Juz. Pada usia 42 tahun bahkan target hafalanku baru 15 juz. Target ini membuatku sadar bahwa aku termasuk manusia yang mementingkan proses, bukan hasil. Progress adalah sesuatu yang kuanggap lebih menyenangkan dijalani daripada hasil yang dicapai.

Sampai akhir 2029 aku punya lembaga tahsin-tahfidz, butik, lembaga bimbingan bahasa asing di berbagai kota di Indonesia. Aku juga ingin I’tikaf di masjidil haram bersama keluarga, haji, umroh, reportase pembebasan Al Aqsa ke Palestina, dan berbagai mimpi yang kadang logis kadang tidak. Terkadang aku juga sadar daily dream sebagai seorang perempuan jauh dari sinkron dengan big dream yang aku buat. Pada saat aku ingin menjaga anak-anakku di rumah, aku juga masih ingin menjadi pembicara di konfrensi Internasional yang membahas Islam dan Perkembangan Kebudayaan di Era Postmodern. Pada saat aku ingin menikmati rumah yang nyaman untuk bekerja sebagai penulis, aku juga ingin reportase ke Palestina. Ketidaksinkronan ini pula yang mungkin beberapa orang menolaknya bahkan mempertanyakannya.

Sederhananya, aku hanya perempuan biasa yang ingin masuk surga karena rahmat Allah dan punya generasi sahabat Al Quran, punya kiprah di bidang cultural studies dan jurnalistik. Membangun surga di dunia dan di akhirat. Untunglah di akhir mimpiku, aku taklupa menulis “Hanya berharap atas kemahaberkehendakan Allah. Apabila ada yang tidak rasional, ini adalah mimpi yang diberi batas waktu. Mohon maaf.”

*tulisan getir orang yang nulis mimpinya di excel dan selama hampir setahun nggak pernah nengok mimpi-mimpinya.
** bukan pencitraan

*** gambar dari sini sini sini

Dare To Dream: Semangat Taubat dan Munajat Bikin Kita Kuat

dream

Dalam usia yang tidak muda lagi, mungkin amat konyol mengikuti GA tentang mimpi. Pada angka 27, bercerita soal mimpi mungkin semacam membenturkan kepada ke tembok berlapis baja sekuat-kuatnya untuk menyadarkan keterlambatan diri. Hmm, tapi biarlah. Aku hanya ingin bercerita dan mungkin mengenang soal seberapa membara semangatku waktu membuat target hidup beberapa tahun lalu. Semoga percikannya masih ada dan bisa mengingatkanku kembali soal mimpi-mimpi itu.

Menuliskan mimpi dengan serius baru aku pelajari lima tahun lalu. Setiap mimpi diberi batas waktu agar ia berubah menjadi target hidup. Waktu itu visi utamaku “Semangat Taubat dan Munajat Bikin Kita Kuat.” Hmm, entah dari mana kalimat tersebut tercetus. Hari ini amazing aja bacanya, ternyata taubat sudah menjadi semacam mantra yang aku rapal sejak dulu. Semoga kata itu bisa terus menerus aku lakukan sepanjang hayat, karena tidak ada manusia yang selamat dari dosa-dosanya tanpa taubat.

Mimpi-mimpi itu dibuat dalam rentang lima tahunan. Targetnya dibagi menjadi ruhiyah (rohani), jasadiyah (fisik), maliyah (keuangan), fikriyah (pengetahuan), dan lain-lain. Karena terlalu banyak, aku share beberapa mimpi yang menurutku agak aneh aja ya. Pada target 2010-2011 target lain-lainku ternyata berkaitan dengan attitudeku yang agak miring. Dalam setahun aku bertarget: Makin rapi, Makin hemat, Makin logis matematis, Ramah, Sabar, Shalehah, Menghargai orang lain. Ngomong-ngomong ternyata penilaianku terhadap attitude pribadi minim sekali, sampe bikin target demikian. Hikmahnya siy, kadang bikin target pada detail diri sendiri pun perlu ternyata. Itu memperlihatkan seberapa besar cintamu terhadap dirimu sendiri.

Target selanjutnya pada tahun 2012-2017 yang tentu sekarang target itu belum berakhir. Beberapa target ruhiyah yang tercatat: Hafal 3 Juz, Menikah di 15 April 2012, QL Bersama Suami, 2 anak. Dari target-target itu, cuma target hafalan yang tercapai. Setelah sempat menjadi bagian dari lembaga hafalan Quran aku jadi tahu bahwa targetku itu sangat rendah. Banyak temen-temen di sana yang menargetkan hafal 30 juz dalam satu tahun. Kadang terpikir, begitulah Allah SWT mengabulkan permintaan hamba-Nya. Kalau target sedikit, tetap dikabulkan dengan yang sedikit itu. Saranku, buat temen-temen yang nyasar ke sini, soal hafalan Quran, targetkanlah 30 Juz agar tidak menyesal di kemudian hari. Target lain kalo dilihat lagi, lucu aja rasanya mau menikah sampai sudah ada tanggal tanpa memikirkan bagaimana mewujudkannya hahaha! Aku jadi tahu, seberapa utopis otakku waktu itu. Aku masih punya waktu 3 tahun lagi memang. Tapi nampaknya target ini sudah jelas kegagalannya.

magister

Target konyol lainnya di tahun 2012-2017 adalah punya BB atau Iphone. Yang kayak begituan musti ditulis ya?! Berita buruknya, sampai saat ini aku belum dapat ilham untuk memiliki dua benda tersebut. Nampaknya lima tahun lalu benda itu udah jadi mitos sampe-sampe aku nulis di list target hidup. Dari sisi fikriyah atau pengetahuan, target yang baru tercapai (walaupun agak meleset) adalah menjadi Master of Art atau Magister Humaniora. Soal pencapaian target ini aku bisa bilang kalau kekuatan menulis mimpi itu memang bekerja. It works! Resign dari kantor juga jadi salah satu target (karena mau ngurus anak) hahaha! Ini anaknya belum ada, resign-nya udah. Itu lawakan selanjutnya.

korean

Mimpi (yang menurutku) gila selanjutnya adalah adalah keinginan untuk melanjutkan kuliah Cultural Studies di Korea University pada 2018 – 2023. Kenapa harus Korea? Apa aku termasuk salah satu yang terkena wabah Korean Wave di Indonesia? Hmm.. Justru itulah yang membuat aku amat tertarik untuk mengambil Cultural Studies di sana. Bagaimana cultural imperealism direncanakan dan dijalankan oleh Korea pada beberapa negara? Tentang hal ini aku sangat penasaran. Mengapa semua ini gila? Karena ternyata minatku pada mengajar amat sangat rendah. Sejak awal mengambil kuliah lanjutan hanya karena keinginanku untuk kembali belajar, mendekam di perpustakaan, dan mencium bau khas buku-buku tua perpustakaan. Mengapa rencanaku dalam dunia akademik begitu jelas, sampai-sampai pada 2024-2029 aku berencana menjadi salah satu guru besar di sebuah universitas. Nah! Gilanya sebelah situ.

Masih banyak kegilaan lain yang ingin aku share, tapi nampaknya bakal telat, udah deadline. Insya Allah ada part 2 hehe..

I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS

 

*Part 2: Dare to Dream: Work In Progress di sini

Untuk Bintang

image

Dear Bintang,

Bintang, apa kabarmu hari ini? Semoga pekerjaan malam hari takmembuatmu kelelahan. Orang bilang, kamu selalu lembur. Buatku bukan, pekerjaanmu memang malam hari kan?! Mereka saja yang tak tahu tentang itu. Matahari mengambil giliran siang hari, dan kau malam.

Bintang, ini kali pertama langit berbicara jujur padamu. Bukankah kita sudah akrab dengan waktu? Bahkan 1000 tahun cayaha itu, bukan sesuatu yang lama buatmu. Di angkasa satuan waktu amat tebal dan runcing. Dengan cepat banyak waktu yang dapat ditempuh. Tak akan terasa lama, sungguh!

Hahaha! Bintaaaang! Bukankah kau yang mengajariku tentang “diam berarti mati?” Lalu mengapa kau terus mengintai gugusan itu? Ia sudah jauh di masa lalu. Apa kamu memang akan berhenti di situ? Atau memang kamu memilih jalan mundur? Terserah. Jalan mundur itu kadang membuat doamu taksampai padaku. Iya, aku langit. Di sini ada pintu tempat Tuhan menentukan nasib doamu. Eh, aku sok tahu.

Bintang, apa rasanya cinta? Apakah semanis coklat susu yang ditambahi blackfores? atau sehangat minuman yang ditambahi mint? Haha! Rasa balsem, katamu. Ah, semoga ia tidak sepedas ramen tom yam level 3. Hey! Kau itu bintang paling terang. Tak usah lah menghabiskan energi dengan berusaha masuk dalam gugusan lain. Mencari peluang paling luas dan paling bebas untuk bersinar lebih menyenangkan. Percayalah.[]

Temanmu,

Langit

Mengasing

image

Dear Sukab,

Ini hari keduabelas dan aku baru beberapa kali menyuratimu. Maaf atas keterputusan ini. Ah, bukankah jeda merupakan hal biasa buat kita?! Seperti berada dalam masa ambang, atau berada di tengah-tengah pelayaran yang sudah amat lama. Kita takpernah lagi terlalu berharap untuk cepat sampai. Kita takpernah sedikitpun ingin berlari memutar haluan. Inilah masanya perjalanan terasa tawar. Saat ini detak jantung taklagi genit dengan perubahan. Ia sudah menemukan ritmenya. Ada dan tiada aku, kau sudah genap tahu. Yang penting cuma satu, kita harus tetap tahu waktu.

Sukab, boleh aku bertanya sesuatu? Semoga takterlalu sulit kau menjawabnya. Bagaimana hubunganmu dengan Ia yang menulis namaku pada takdirmu? Apakah kau bersikap baik pada-Nya, yang menggenggam waktu dan tempat pertemuan kita? Sudah berapa lama kau menagihnya? Sudah berapa kali kau menanyakanku kepada-Nya? Adakah kau memikirkan orang lain? Ah, untuk yang ini aku mati kutu. Akan sangat sulit memang, meminta pertemuan pasti dengan seseorang yang takpasti. Seperti menghendaki keramaian dalam ruang kosong. Kebingaran justru kita ciptakan di benak sendiri.

Aku takmengenalmu Sukab. Aku takmengenalmu, demi Tuhan! Aku hanya menimbultenggelamkan bayangan berbagai jenis manusia yang kukenal. Lalu kau menghilang pada sebuah latar yang menghitam, gelap, dan menyedihkan. Kembali kukatakan, “tidak tahu” itu amat menyakitkan. Maafkan jika aku lancang memasang bayangan. Tetapi, selain itu, aku bisa apa?

Sukab yang periang, doaku tentangmu mengasing entah ke mana. Kucari dia ke sudut dunia. Namun, aku masih belum menemukannya. Mungkin ia sedang beristirahat. Nampaknya ia lelah. Siapa yang takmarah dirapal ribuan kali dengan penuh kecurigaan?! Siapa yang takkesal ditagihkan berjuta kali tanpa keyakinan?! Tapi, aku masih bahagia. Keasingannya membuatku menemukan diriku.

Entah kapan doa-doaku kembali. Aku masih malu untuk menemuinya. “Hey, kau melihat doa-doa berkeliaran sekitar sini? Kalau melihat, itu adalah doaku. Tolong pastikan dia baik-baik saja dan dalam keadaan selamat sampai ke langit. Aku titip,” ujarku pada setiap orang yang kutemui di jalanan. Egois memang, tapi bagaimana lagi? Dia ingin pergi sendiri. Ah, mungkin ia tahu si empunya terlalu pecundang untuk mengawalnya ke langit.

Dalam keadaan begini, harapanku tinggal satu, hubunganmu dengan Tuhan lebih baik daripada hubunganku dengan-Nya. Mintalah doamu menunggu doaku di pintu langit. Jika tidak, jemput saja, bagaimana? Ah, keberadaannya saja aku tidak tahu, apalagi kau Sukab. Dalam perjalanan seberliku apapun, semoga ia tepat waktu. Maaf jika harus semakin sabar menunggu. Aku percaya kau mampu.[]

yang selalu rindu,

Maneka

Berbagi Manis Bersama simPATI

 

img_main_header_1

Dalam dunia BlackBerry aku termasuk newbe. Aku mulai menggunakan BlackBerry sejak pertengahan tahun lalu, waktu pertama kali dapat job jadi editor buku-buku Aa Gym. Untuk kepraktisan, beliau hanya bisa dihubungi via BlackBerry Messanger alias BBM. Walhasil, aku difasilitsi BlackBerry Gemini 8250 sama kantor. Sejak saat itu aku mulai menggunakan BlackBerry dengan pin 25DBAC**.

Awalnya aku bingung banget gimana cara menggunakan blackBerry. Apalagi aku belum ngerti paket-paket BlackBerry. Kantor menawari aku nomor cantik simPATI 0821219595** Mulailah aku memilih paket-paket BlackBerry Internet Service di SimPATI. Kebetulan, Essa, teman sekamarku sudah lebih dulu punya BlackBerry. Jadi, aku tinggal tanya-tanya ke dia.

“Sa, kamu ngerti paket-paket blackBerry yang ada di simPATI gak?” tanyaku.

“Ngerti, aku pakek paket Life Style.” jawabnya.

“Fasilitasnya apa aja?” tanyaku.

“Cuma BBM, chat di berbagai media chating, sama jejaring sosial kayak facebook, twitter,dll Teh” ujar adik kelasku itu.

“Berarti nggak bisa masuk ke website selain jejaring sosial dong? tanyaku lagi.

“Iya, nggak bisa. Aku memang perlunya fasilitas ini doang, harganya terjangkau juga. Jadi, aku pilih paket Life Style.” tambahnya.

Setelah dipelajari melalui website simPATI, ternyata paket yang bisa aku gunakan adalah Paket Sosialita. Dengan paket ini, selain bisa BBM-an dan jejaring sosial, kita juga masih bisa browshing dan streaming secukupnya. Paket Sosialita membantu aku terhubung dengan link-link berita yang ditweet.

Berbagi Melalui BBM Tauhiid

Awalnya karena have no idea mau diapain ini blackberry, aku share PINku di twitter dan facebook biar bisa nambah kontak. Kebetulan dalam sehari, lebih dari 2 kali Aa Gym memberi broadcast tausiyah dari BlackBerry pribadi beliau. Tausiyah-tausiyah ini tentu akan sangat bermanfaat kalau bisa dishare ke banyak orang. Karena ide itu, salah satu keterangan di profilku adalah BBM Tauhiid. Alhamdulillah semakin lama, member BBM Tauhiid semakin bertambah banyak. Semakin banyak orang yang bisa dapat tausiyah dari Aa Gym.

Setelah tausiyah rutin dikirim, ternyata ada beberapa kontak yang punya pertanyaan seputar masalah-masalah agama. Pertanyaan-pertanyaan ini aku ringkas dan disampaikan kepada Aa Gym. Hampir semua pertanyaan dijawab dan dibalas langsung sesaat setelah pertanyaan disampaikan. Pakek SimPATI jarang delay. Balasan dari Aa Gym diterima dengan lancar walaupun saat itu aku sedang ada di pedalaman Tasikmalaya dan beliau sedang umrah di Majidil Haram. Jarak dan lokasi emang gak ngarus buat simPATI hehe.

Blogging Lancar Jaya

Pada waktu pertama pegang BlackBerry, aku juga masih blogging di Multiply. Pertengahan tahun lalu fasilitas blogging masih diperbolehkan di Multiply. Blogger masih adem ayem, dengan damai blogging di Multiply. Waktu masih rajin ngeMPi, nulis QN itu serasa ngetwit aja. Inbox di Multiply udah semacam timeline di twitter. Aku juga bisa bikin tulisan dengan layar yang lebih lebar dan jaringan lebih cepat. Home Multiply (biasa disingkat MP) bagaikan ruang keluarga di sebuah rumah yang menjadi tempat silaturahim. Setiap Quick Note (semacam status FB) biasa dikomentari dengan bahasan yang  Out  Of  The Box. Tulisan-tulisan di multiply pun bebas dibantai isinya oleh setiap kontak. Mungkin karena sudah akrab, kritik sepedas apapun takmenyurutkan kami untuk konsisten menulis. Nah, alasan inilah yang membuatku membutuhkan paket blackberry Sosialita yang bisa browshing dan masuk ke website di luar jejaring sosial mainstream seperti Facebook dan Twitter.

Menjelang akhir tahun lalu, Multiply resmi menghilangkan fitur blogging. Blogger diminta untuk pindah ke situs blogging lain seperti blogspot, tumblr, dan wordpres. Pada saat “pengusiran” itu diumumkan, setiap posting yang membahas update nasib blogger di QN atau di jurnal mereka. Setiap posting komentar-komentarnya nggak cuma 10 atau 20, bisa sampai 100 sampai 500an lebih. Komentar-komentar pedas, kecewa, sedih ini tetap mudah diakses via BlackBerry.

Cepat atau lambat, fitur blogging pasti ditutup, dan aku harus Move On menerima kanyataan *halah. Lagipula aku bukan kali pertama punya wordpress. Mulailah aku ngotak-atik wordpressku sesuai dengan keinginan. Setelah pindah blogging ke wordpress nggak jauh beda. WordPress yang notabene perangkatnya sering dianggap lebih berat daripada blogspot dan multiply ternyata bisa diakses dengan lancar melalui BlackBerry dengan paket Sosialita.

Yang lucu, waktu nggak nyadar ngeksport semua isi Multiply ke WordPress. Setiap posting langsung kekiring ke twitter dan facebook. Walhasil TL Twitter dan Facebook banjir sama postinganku yang udah lebih dari 100 itu. Dengan posting yang langsung ngelink ke twitter, jadi newbe di WordPress nggak parah-parah amat. Beberapa temen yang jarang berkunjung ke Multiply-ku ternyata tertarik baca tulisan-tulisan jadulku yang direpost di WordPress. Mereka komen dan share tulisan jadulku ke twitter. Lumayan, walaupun newbe, pengunjung tetep ada dan terus bertambah.

simPATI Beri BlackBerry Internet Service Gratiiiis!

Setelah sebulan menggunakan BlackBerry dengan nomor kantor, aku berpikir untuk ganti nomor SimPATI pribadiku biar lebih praktis. Pertama kali pakek paket blackberry dengan nomor pribadi, aku langsung dapat keberuntungan. Beberapa hari sebelum paket BlackBerry Sosialitaku habis, ada sms dari telkomsel. Telkomsel memberi fasilitas Blackberry Full Service buatku selama 3 bulan berturut-turut. OMG! Yang ngirim sms memang bener-bener Telkomsel. Akhirnya aku coba mention ke @simPATI untuk memastikan. Howaaaah! Ternyata @simPATI langsung ngirim DM dan aku memang bener-bener dapet paket BlackbBrry Internet Service yang Full Service selama tiga bulan berturut-turut  gratiiiiisssss!

Girangnya aku waktu itu. BlackBerry Full Service itu kan fasilitas yang paling lengkap di simPATI.  Setiap paket berakhir, aku nggak khawatir, soalnya gratisannya 3 bulan lho! Bonus ini secara otomatis diperpanjang. Buat temen-temen yang pakek simPATI, aktifkan terus simPATimu bisa jadi, kamu pemenang bonus selanjutnya! Terima kasih simPATI ^^8

 

*ikutan lomba #BacaCeritaku with simPATI hehe..

#Giveaway Do’a dan Kesabaran

Kamu mungkin pernah berdo’a dan ternyata do’a tersebut lamaaaa sekali dikabulkannya. Mungkin juga do’a yang kamu mohonkan kepada-Nya ternyata dikabulkan dengan hal yang tidak sesuai dengan persangkaanmu. Soal pekerjaan, cita-cita, cinta, kematian, rasa sakit, atau apapun, silakan share pengalaman kesabaranmu berdo’a mengenai itu. Sampaikanlah hikmah di balik pengalamanmu. Setiap orang punya cara tersendiri untuk mengartikan kesabaran bukan?
Ketentuan giveaway:

  1. Tulisan berupa kisah pengalaman kesabaran dalam berdo’a dan hikmah di baliknya. *bukan cerpen!
  2. Minimal 3 halaman A4, Huruf Times New Roman, Spasi 1,5
  3. Belum pernah dipublikasikan di manapun
  4. Dikirim ke email linda.handayani87@gmail.com
  5. Silakan pilih kenang-kenangan yang kamu inginkan
  6. Sertakan data lengkap buat kirim kenang-kenangannya ya
  7. Tulisan tidak perlu dishare di FB, Twitter, or Blog karena akan menjadi tulisan yang dipublish officially di doalangit.wordpress.com Nama penulis dan identitas akun jejaring sosial akan disertakan di bawah tulisan. Silakan dishare setelah tulisan dipublish di blog doalangit.wordpress.com dan sertakan link.
  8. Jurinya Linda Handayani [aku sendiri :D ]
  9.  Deadline Kamis, 7 Maret 2013
  10. Pengumuman tulisan yang terpilih mendapat kenang-kenangan akan diumumkan di blog doalangit.wordpress.com pada Kamis, 14 Maret 2013

Semua tulisan akan saya publish di blog doalangit.wordpress.com dalam kategori “Do’a Dan Kesabaran.” Giveaway ini sebetulnya untuk berbagi dan menambah semangatku untuk bersabar dalam berdo’a. Plisss beri aku pencerahan soal “Do’a dan Kesabaran” ini. Mohon jangan dilihat dari nilai kenang-kenangan yang aku berikan ya.. ^^8

Tulisan yang terpilih dapat kenang-kenangan buku dari aku. Kenang-kenangan silakan pilih Buku-buku berikut:

Buku Karakter Baku and DVD

Karakter Baku (Baik dan Kuat) karya terbaru KH. Abdullah Gymnastiar

keajaiban dzikir dan doa

Keajaiban Dzikir dan Do’a karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

orangtuanya manusia

Orangtuanya Manusia karya Munif Chatib

bahagia merayakan cinta Salim A. Fillah

Bahagia Merayakan Cinta karya Salim A. Fillah

singgah

Singgah karya Jia Effendie dkk

langkah cinta untuk Indonesia

Langkah Cinta Untuk Indonesia (Ustadzhan Yoyoh Yusroh)

PS: Tolong Share Info ini di FB, twitter, and Blogmu yah. Nggak usah takut banyak saingan karena rezeki sudah diatur oleh Allah Swt dan setiap ketetapan Allah Swt pasti baik. Happy Writting ^^8

Repost dari doalangit.wordpress.com

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript