Mengabadikan Hikmah Di Jejaring Sosial Dengan BlackBerry Sosialita

img_main_header_1

Selain kuliah, salah satu pekerjaanku adalah jadi jurnalis freelance di http://www.muslimdaily.net Waktu belum punya kamera digital, salah satu gedget yang memudahkanku menyampaikan berita adalah BlackBerry. Hal yang paling menyenangkan ketika jadi jurnalis adalah bertemu banyak orang yang memiliki keunikan dan keitimewaan. Makanya, aku lebih suka share foto hal-hal menarik atau orang-orang spesial yang bisa diteladani. Pakek BlackBerry, aku lebih suka share foto, walaupun ngetwitt juga tetep banyak 😀 Selama bekerja, aku menggunakan paket simPATI BlackBerry Sosialita.

1. International Confrence For Freedom Al Quds And Palestine

Di sana aku menemukan miniatur cara Muhammad Al Fatih menaklukkan konstatinopel dengan strategi penarikan perahu via jalur darat yang terkenal itu. Muhammad Al Fatih memilih jalan memutar untuk mendekati benteng konstatinopel yang jalur lautnya sudah dipenuhi oleh tentara dari pihak musuh. Strategi perang ini bisa dinikmati dengan pandangan mata melalui miniatur ini:

IMG00158-20120705-0817

Miniatur Perahu Muhammad Al Fatih

Selain itu, di acara konfrensi internasional ini juga aku bertemu dengan orang-orang keren dari Palestina. Salah satunya adalah Shaima Shehab. Dia adalah orang yang punya sebuah LSM untuk masyarakat kurang mampu di Palestina. Foto with Shaima ini juga aku share via media sosial.

IMG00150-20120704-1754

Aku dan Shaima Shehab (Penggiat LSM di Palestina)

2. Tuna Netra Penghafal Al Quran

Pengalaman yang jleb-jleb adalah waktu aku dateng ke acara Festival Al Quran Braile Ramadhan lalu. Di sana aku ketemu para tuna netra yang menghafal Al Quran. Ada yang hafalannya sudah 10, 15, bahkan 30 Juz. Mereka berjuang menghafal dengan mendatangkan guru ngaji ke rumah. Guru mereka memperdengarkan Al Quran dan mereka mengulang-ulang ayat yang diperdengarkan. Ini dia foto sempat aku share (lupa di twitter atau di FB 😀 )

IMG00343-20120729-1521

Aku dan Akhwat tuna netra yang hafal 15 Juz!

3. Penggiat Kampanye Propoligami

Orang-orang unik yang aku temui pada Ramadhan lalu adalah anggota Klub Taat Suami. Organisasi ini adalah salah satu bagian dari Global Ikhwan yang mengampanyekan kewajiban istri untuk taat kepada suami dan membuat suami taat kepada Allah Swt. Salah satu ketaatan itu dengan melaksanakan sunnah poligami. Aku yang bukan termasuk orang yang siap dipoligami kagum banget kepada mereka. Betapa kuat keyakinan mereka terhadap AllahSwt sampai bersedia mendukung bahkan menyarankan suami untuk berpoligami. Ini bukan hal yang mudah kan!

IMG00360-20120729-1730

Penggiat Propoligami dari Klub Taat Suami

Foto orang-orang keren yang aku temui ini bisa dishare dengan mudah melalui twitter, facebook, multiply, atau wordpress dengan kemudahan fasilitas BlackBerry Internet Service dari simPATI. Terima kasih simPATI 🙂

Soal RUU Ormas, HTI Hanya Titip Aspirasi ke PPP – Muslimdaily.net

Soal RUU Ormas, HTI Hanya Titip Aspirasi ke PPP – Muslimdaily.net.

Muslimdaily: Pengunjung Starbucks Coffe Dukung Kemerdekaan Palestina

Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina kembali digelar di Bandung, Jumat (23/11). Aksi dengan rute Gedung Sate, Bandung Indah Plaza, dan berakhir di Masjid Al Ukhuwah ini diikuti oleh ribuan massa dari KNRP, KAMMI, FSLDK, Gema Keadilan, Yayasan Pendidikan Madani, dan ormas lainnya. Aksi ini dilatarbelakangi kepedulian terhadap muslim dan mujahidin Gaza yang sejak 1 Muharram 1433 H kembali diserang roket-roket Israel. Agresi militer Israel ini berkali-kali dilakukan dan PBB tetap tidak bertindak tegas terhadap kejahatan Internasional yang dilakukan Isarel. Oleh sebab itu, Organisasi-organisasi Islam melaksanakan pembelaan melalui aksi penggalangan dana, teatrikal, dan pengumpulan tanda tangan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.


Tidak hanya orang dewasa, siswa SMP dan SMA Nurul Fikri pun turut memperlihatkan kecintaannya kepada sesama muslim Palestina dalam aksi ini. Dimas, siswa SMP Nurul Fikri pun membawa sebuah kotak bertuliskan “Coins For Palestine, Coins to save people in Gaza.” Di depan cafe Starbucks Coffe, siswi SMA juga membawa sebuah kotak bertuliskan “Hapus Israel dari Peta Dunia!” Bahkan pengunjung Cafe Starbucks Coffe pun mengisi tanda tangan dukungan kemerdekaan Palestina.


Dalam aksi solidaritas ini terdapat 8 poin pernyataan sikap ribuan peserta aksi:

  1. Mengecam dengan keras serangan yang dilakukan Zionis Israel. Ini juga merupakan bentuk kebiadaban, pembantaian, dan tindakan brutal dengan dalih yang diada-adakan.
  2.  Zionis Israel telah melakukan kejahatan perang dan pelanggaran HAM berat seperti serangan terhadap warga sipil, wanita, dan anak-anak Gaza.
  3.  Dewan Keamanan PBB yang begitu lugas dan tegas dalam menindak pelanggaran HAM maka harus dengan tegas pula menindak Israel yang telah melakukan kejahatan atas HAM.
  4. Mendesak Pemerintah Indonesia menuntut PBB untuk menghapus Israel dari peta dunia
  5.  Menuntut Pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan diplomasi dengan Amerika Serikat yang mendukung Israel melancarkan agresi militer di Gaza, Palestina.
  6. Menyeru kepada masyarakat Indonesia untuk memberi dukungan terus-menerus baik secara moral maupun materi terhadap upaya pembebasan Palestina dari penjajahan Israel laknatullah.
  7.  Mendesak Pemerintah Indonesia untuk membuka kedutaan besar Indonesia di Palestina.
  8.  Menghimbau kepada masyarakat untuk memboikot produk-produk Israel dan antek-anteknya.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” demikian kutipan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia yang dibacakan oleh Acep Saeful Millah, Sekjen Gema Keadilan. Aksi solidaritas ini berakhir di Masjid Al Ukhuwah dan Gedung Merdeka. Gerakan massa untuk menggalang dukungan terhadap pembebasan Palestina ini akan selalu digelar di Bandung untuk menunjukkan kepedulian masyarakat Bandung terhadap saudara sesama muslim di Palestina dan untuk mempercepat kemerdekaan Palestina. []

Repost dari muslimdaily

Gaza: Yang Menghawatirkan Adalah Anak-anak

Sabtu malam (17/11), pukul 19.46 WIB tim Muslimdaily melayangkan surat elektronik kepada Shaymaa Shehab, aktivis yayasan Multaqa Ar Rahmah di Gaza. Dalam surat tersebut ditanyakan soal kondisi terkini mujahidin dan masyarakat sipil di Gaza. Pada pukul 23.15 WIB Shaymaa Shehab membalas surat tersebut dengan singkat. Berikut adalah balasan dari Shaymaa.

Semoga keselamatan menyertai saudaraku di Indonesia. Sangat membahagiakan mendapat berita darimu (tentang qunut nazilah yang selalu dibacakan di Indonesia) dan terima kasih telah menanyakan kabar kami di sini. Kami mengalami hari-hari yang sulit saat ini akibat perang ini. Akan tetapi kami tidak akan pernah menyerah.

Yang paling menghawatirkan adalah anak-anak, yang tidak bisa melakukan apa-apa dalam peperangan ini, mereka merasa sangat ketakutan dan panik terutama pada malam hari, ketika situasi harus senyap. Pada saat itu mereka bisa menuruti  dan percaya kepadaku. Mereka bisa bermain, berlari, juga tertawa. Akan tetapi ketika tiba-tiba terjadi ledakan, mereka berusaha berlari ke tempat manapun yang dirasa aman, tapi takada satupun tempat aman dalam situasi seperti itu. Kobaran api ada di mana-mana. Saudaraku, kami benar-benar mengharapkan do’a dan dukungan kalian di Indonesia. Saudaraku, jangan berhenti bertukar kabar. Saudarimu,Shaymaa Shehab.

Saudaraku, mereka perlu do’a kita. Jangan lepas sedikitpun do’a untuk mereka! Do’a dapat mengubah takdir. Mudah bagi Allah Swt mengubah semua keadaan ini. Bukan tentang betapa mustajabnya do’a kita untuk mereka, tapi tentang kewajiban kita untuk mendo’akan saudara yang sedang terdzalimi. Tanpa do’a dan dukungan kita, Allah Swt pasti menolong mereka, dengan kondisi keimanan mereka yang mungkin jauh lebih kuat ketimbang kita di sini. Namun, kewajiban kita atas saudara seiman di sana, mengharuskan kita berdo’a dan mengerahkan dukungan untuk saudara kita di Gaza.

Sampaikan Infaq terbaik anda melalui Rekening Bantuan Palestina via Sahabat Al-Aqsha

Bank Syariah Mandiri
No. Rek. 1540006443
an. M Fanni bdn Palestina

atau

Bank Muamalat
No Rek. 9244632778
an. M Fanni cq Sahabat Al-Aqsha

foto dari sini

petikan berita dari sini

Liputan Aksi #CintaRohis

Okey.. karena salah satu pekerjaanku adalah wartawan klabing (klayapan bingung) kata Om Zaky  ahahaaah! Salah satu tugasku adalah meliput. #AnakBayiJugaTahu. Sepekan lalu aku ngeliput aksi #ROHIS Bandung Raya yang meminta namanya dibersihkan kembali oleh Metro TV. Cekidot fotonya:

 

Adikku lagi nampang qeqeqe

 

gedung sate selalu magis buat liputan aksi:

 

peserta akhwat:

 

 

 

peserta ikhwan:

 

 

 

#eh, ada kang Nugo lagi orasi

 

hasil motretnya gak terlalu banyak yang orasi soalnya eyke wartawan akhwat dan di sana banyak beuud ikhwannya. males banget menerobos eqeqeqeq…

 

 

Bersama Muslimdaily Wawancarai Muslimah Gaza

Konfrensi Internasional Pembebasan Al Quds dan Palestina resmi dibuka oleh Marzuki Ali pagi itu, 14 Sya’ban 1433H di Bandung. Sebelumnya sesi pertama dimulai, tim Muslimdaily berkesempatan untuk berbincang dengan Shaima Shehab, muslimah Gaza yang menjadi salah satu wakil dari Palestina. Bersama suaminya, Dr. Mahmud Anbar, ia tiba di Bandung setelah menempuh perjalanan 28 jam dari Gaza.

Ukhti Shaima sejak kapan sampai di Bandung?

Saya tiba di Bandung pagi tadi. Dari Gaza kami berangkat ke Mesir menempuh perjalanan selama 15 jam. Dari Mesir kami bertolak ke Cina dan menghabiskan waktu 5 jam perjalanan. Dari Cina barulah kami berangkat ke Jakarta selama 5 jam. Ternyata dari Jakarta pun kami harus menempuh perjalanan 3 jam untuk mencapai Bandung. Kami harus menempuh perjalanan yang panjang ke Mesir terlebih dahulu karena tidak ada bandara di Palestina. Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan dari sana kami bisa bertemu dengan saudara-saudara di sini.


Bagaimana semangat ikhwan-akhwat di sana dalam menghafal Al Quran?

Di Palestina setiap tahun selalu lahir hafidz dan hafidzhah baru. Wisuda penghafal Al Quran diadakan setiap tahun. Setiap liburan musim panas selalu diadakan perkemahan khusus untuk menghafal Al Quran. Pemerintah Palestina sangat perhatian pada penjagaan firman-firman Allah Swt ini. Setiap orang dari anak-anak sampai orang dewasa mengikuti perkemahan ini. Negara sangat memperhatikan program penghafalan Al Quran ini. Alhamdulillah baik yang hafal 30 juz, 20 juz, atau 10 juz sangat dihargai negara karena kemuliaan Islam ada pada Al Quran. Setiap penghafal Al Quran sangat dihargai tanpa mengenal usianya.


Bagaimana peran muslimah dalam perjuangan di Gaza?

Alhamdulillah, peran utama yang paling awal adalah tarbiyatul aulaad. Sejak kecil anak-anak diajari untuk mencintai jihad dan mencintai negaranya. Anak-anak di Gaza selalu disemangati untuk rajin belajar dan mendapat peringkat terbaik di sekolah. Anak-anak pun kadang bertanya-tanya mengapa mereka harus mendapatkan peringkat terbaik di sekolah. Para ibu menjelaskan bahwa ilmu adalah salah satu hal yang dapat mendukung jihad dan percepatan kemerdekaan negara kami.

Walaupun perempuan memiliki peran domestik khusus, tapi kami tidak bekerja sendiri-sendiri. Kami berjuang bersama dan turut membantu secara langsung dalam perjuangan memerdekaan negara kami. Sampai saat ini sangat banyak perempuan Palestina yang ditawan oleh yahudi. Salah satu yang syahid adalah Fatimah An Najr. Saya mengetahui perjalanan kesyahidannya. Subhanallah.. Di Gaza ada juga seorang ibu dan 3 anaknya syahid. Kesyahidan itu membahagiakan kami. Mereka berperan untuk membebaskan negara kami. Insyaallah kami dapat membebaskan Al Aqsa dalam waktu dekat.


Apakah dukungan dari Indonesia atas kemerdekaan Palestina sampai ke sana?

Berita tentang dukungan kalian sampai ke negara kami. Kami sangat bahagia mendengarnya. Indonesia dan Malaysia adalah negara yang paling sering kami dengar beritan dan kami terima bantuannya. Longmarch, aksi solidaritas, dan sumbangan-sumbangan dari Indonesia telah sampai ke negara kami. Semangat kalian menumbuhkan rasa cinta kami kepada saudara-saudara yang ada di Indonesia. Cinta kalian sampai ke sana.


Bagaimana pendapat warga Palestina tentang kemenangan M. Murshi di Mesir?

Kami berharap pemerintahan Mesir yang sekarang dapat membantu penyebrangan Rafah agar akses kami ke negara lain dapat lebih mudah. Saat pemerintahan Husni Mubarak penyebrangan menuju negara lain sangat sulit.


Apa saja aktivitas ukhti Shaima di Palestina?

Setelah menyelesaikan studi dalam bidang syariah, tiga tahun ini saya melanjutkan studi Bahasa Inggris. Selain itu saya aktif di Multaqa Ar Rahmah, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat. Beberapa aktivitas Multaqa Ar Rahmah ini adalah melakukan pemberdayaan terhadap perempuan-perempuan yang mengalami masalah perempuan yang belum mendapat pekerjaan. Mereka diberi pelatihan keterampilan. Bantuan-bantuan dari luar negara-negara lain seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian-pakaian ditampung dan kami salurkan kepada orang-orang yang memerlukan dan datanya sudah kami miliki. Multaqa Ar Rahmah juga membantu mahasiswa-mahsiswa berprestasi yang berprestasi. Diadakan pula lomba cerdas cermat sesuai dengan pelajaran yang ada di sekolah mereka.


Bagaimana pendapat ukhti Shaima dengan konfrensi Internasional Pembebasan Al Quds dan Palestina ini?


Alhamdulillah ini adalah konfrensi yang sukses. Kami berharap konfrensi semacam ini dilakukan lagi tidak hanya di Indonesia atau negara muslim saja tapi negara-negara lain juga ikut. Setelah ini kami berharap konfrensinya tidak hanya membahas tentang Al Quds. InsyaAllah di konfrensi mendatang Al Quds sudah merdeka dan kita bisa membahas permasalahan yang lain, dengan susunan acara yang lebih menarik dan peserta yang lebih banyak lagi. Saya berharap untuk kesempatan yang akan datang pembicaranya tidak hanya laki-laki saja yang di depan. Perempuan tidak hanya jadi peserta tapi juga jadi pembicara di depan (ujarnya sambil tertawa ringan).

 

Ada pesan untuk remaja dan perempuan Indonesia?

Alhamdulillah para pemudi Indonesia semangat-semangat, terlihat ada di mana-mana. Begitu melihat pemudi Indonesia, justru membuat kami lebih bersemangat. Jika saya harus berpesan, pesan saya, pemudi Indonesia harus memiliki peran di mana-mana tidak hanya di satu bagian tapi di berbagai sisi kehidupan. Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Namun, belajar setelah tua pun bukan masalah, tidak perlu khawatir. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. []

Reporter: Linda Handayani
Translater: Tati Istianah dari LIPIA

*alhamdulillah dipertemukan dengan ukhti Isti dari LIPIA. Allah memudahkanku menerjemahkan perkataan Ukhti Shaima. Semua yang ditanyakan standar, mungkin banyak media yang pernah meliput, tapi aku ingin dengar dengan telingaku sendiri. Hari itu aku merasa diberkahi bisa jadi wartawan

**berita dari sini

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript