Never Look Back!

image

Dear Puji,

Hmm.. apa aku orang pertama yang menyapamu dengan nama itu? Ah.. i have no idea, kenapa harus pakek nama itu. Menurutku, itu lebih unik ketimbang nama Ndezz yang biasa aku gunakan.

Demi Dia yang menciptakan penawar segala luka, aku benar-benar hanya iseng membahas soal apa, siapa, dan bagaimana kegalauanmu muncul. Alasanku cuma satu, kamu adalah penyibuk yang aku kira takkan sempat memikirkan hal remeh temeh semacam dia. Status tulang rusuk yang mengemban beban tulang punggung juga membuatku berpikir bahwa kamu steril dari telikungan manusia di tikungan bernama perasaan.

:Teman

Soal dia adalah fase yang harus dilewati sebelum benar-benar dipertemukan Tuhan dengan Sang Tuan, aku setuju benar. Ah, aku si steril inipun ternyata sempat diajari Tuhan untuk mencecap ujian yang tujuannya pasti untuk menguatkan. Sukab yang kugadang pernah ada dan menghirup udara yang sama. Tetapi ternyata dia cuma jeda, mungkin juga satu agenda yang ditulis Tuhan dalam skenario-Nya agar aku peka dengan hologram dunia.

Ndezz, jika sampai saat ini goresan itu belum mengelupas, coba sesekali pandang wajahmu di cermin. Hmm.. tak usah cermin kamar, kalau tidak ada. Cermin angkot juga bisa. *semoga muat :)) Lihat wajahmu dengan saksama, lalu tersenyumlah. Bukankah dia masih lebih dari baik-baik saja? Cantik, sehat, dan terhormat dengan beragam kesibukan memberi manfaat untuk orang sekitar. Setelah itu, kamu akan lebih sibuk berbuat untuk menciptakan senyum di paras cantik itu. *Jangan lupa kata Teti, lesung pipit jangan sampe ilaaang! :))

Itu sekadar tips, karena ternyata memandang kita di kaca angkot berarti memandang diri yang taklepas dari orang lain. Kita adalah bagian dari mereka. Kita adalah bagian dari hidup. Kita adalah bagian dari cerita dia yang melewatkan kita. Mari ingat apa kata embun, “Orang yang melewatkan kita adalah orang yang meninggalkan kita selama-lamanya.” Ini bukan hanya untuk menenangkan, tapi juga untuk meyakinkan kita bahwa dia takpernah berpikiran untuk kembali.

with love

linda langitshabrina

*jawaban hasil stalking kotak nasi :p

Next Post
Leave a comment

3 Comments

  1. Yes, indeed

    Reply
  2. Reblogged this on angkasa13 and commented:
    Yes, indeed

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Wanderer Soliloquy

This blog is an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between. With a bowl of my private insights on spirituality, a pinch of science, a jar of environmental issues, some literature spices, and sacks of simple events from my daily life, this is a naked kitchen where everyone is invited to watch how I juggle with all of the ingredients. When it’s done, you’re welcome to have a free taste of whatever it is on the serving table. Perhaps, together, we can give it a name.

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

From This Moment

\"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum\"

ILMIBSI

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia

(Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya

pemikirulung yang pesen lapak di wordpress

what has happened?

premature ventricular contractions

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

windamaki's blog

Was gibts Neues?

Oracle, Web, Script, SQLserver, Tips & Trick

oracle, programming, kulik, sqlserver, web, javascript

%d bloggers like this: